Egan Bernal datang ke Giro d’Italia 2026 dengan keyakinan tinggi. Pembalap asal Kolombia itu menegaskan dirinya siap mengejar hasil besar bersama tim Netcompany Ineos.

Menurut Bernal, anggapan bahwa rute Giro d’Italia musim ini lebih mudah tidak sepenuhnya benar. Ia menilai tantangan sebenarnya baru terasa ketika para pembalap berada langsung di jalanan dan pegunungan Italia.

"Bagi saya, Giro tetap sangat sulit. Saya tidak akan bilang rutenya dibuat lebih mudah," ujar Bernal.

"Mungkin kalau melihat profil etapenya terlihat tidak terlalu buruk. Namun ketika benar-benar dijalani, rutenya tetap sangat sulit," imbuh pemenang Giro d’Italia 2021 ini.

Bernal menyebut etape-etape awal di Giro 2026 sudah menghadirkan tantangan besar. Salah satunya tanjakan curam dengan gradien lebih dari delapan persen di Etape 2 yang disebutnya bisa memecah persaingan klasemen umum (GC).

Ia juga menyoroti etape menuju Blockhaus yang diprediksi menjadi salah satu titik penentu dalam pekan pertama Giro. Namun menurutnya, pertarungan terbesar tetap akan terjadi pada pekan terakhir Giro d’Italia.

"Pekan terakhir Giro benar-benar sulit, terutama etape-etape terakhir. Biasanya perbedaan terbesar tercipta di sana," ujar jawara Tour de France 2019 itu.

Sementara itu, kepercayaan diri Bernal meningkat setelah menunjukkan performa menjanjikan dalam beberapa balapan terakhir. Meski sempat terganggu cedera lutut dan minim mengikuti lomba musim ini, performa Bernal perlahan stabil.

Pembalap Netcompany Ineos itu baru saja finis kedua di Tour of the Alps. Hasil tersebut menjadi sinyal positif bahwa kondisinya semakin mendekati level terbaik setelah melewati masa sulit akibat kecelakaan serius pada 2022.

"Saya memang tidak banyak balapan musim ini, tetapi dalam beberapa lomba terakhir saya merasa tampil cukup baik,” kata Bernal.

Bernal menambahkan bahwa jadwal balapan yang sedikit justru membuat kondisinya lebih segar untuk menghadapi Giro d’Italia 2026. "Sangat penting datang ke Giro dengan kondisi segar. Itu membantu saya tetap kompetitif," lanjutnya.

Bernal tiba di Giro d’Italia tahun ini dengan penampilan baru. Kumis dan janggut tebal serta jersey anyar Netcompany Ineos, membuat Bernal mencuri perhatian saat presentasi tim. Namun fokus utamanya tetap tertuju pada persaingan merebut posisi terbaik di GC.

Meski kini berusia 29 tahun, Bernal mengaku tetap memiliki motivasi besar untuk bersaing di level tertinggi. Ia bahkan merasa dunia balap sepeda sudah berubah drastis dibanding saat dirinya pertama kali tampil di Grand Tour pada 2018.

“Sekarang tim memberi lebih banyak kesempatan kepada pembalap muda untuk langsung bersinar,” ujar Bernal.

Ia mengenang saat memenangi Tour de France 2019 dalam usia 22 tahun. Saat itu, pencapaian pembalap muda masih dianggap luar biasa. Kini, generasi baru lebih cepat berkembang dan langsung dituntut meraih hasil besar. "Saya baru 29 tahun, tetapi rasanya sudah tua," katanya sambil tersenyum. (mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 5: Igor Arrieta Menang Dramatis Setelah Dua Kali Crash
Ada Apa di Wdnsdy Café, Kafe Cycling Pertama Indonesia?
Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink
Kevin dan Chika Juara Go West Gantasan 22
Simak Cara dan Biaya Registrasi Bromo KOM 2023
Wdnsdy AJ62: Performance Nyaman untuk Cyclist Indonesia
Tren Sadel Hidung Pendek
Helm-Helm Baru Abus: Aero dan Lebih Terjangkau
Pesona Selo “Ring of The Fire”, Sensasi Menanjak Membelah Merapi dan Merbabu
Ide Baru Lagi, Titanium Sambung Kayu