Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) kembali menegaskan statusnya sebagai raja balap sepeda klasik dunia. Pebalap asal Slovenia tersebut sukses meraih kemenangan keempatnya di monumen Liège-Bastogne-Liège edisi ke-112, Minggu, 26 April 2026, setelah melakukan aksi solo brilian di 13 kilometer terakhir.
Kemenangan ini membawa Pogacar sejajar dengan para legenda balap sepeda seperti Alejandro Valverde dan Moreno Argentin yang mengoleksi empat gelar di "La Doyenne". Kini, ia hanya terpaut satu kemenangan dari rekor sepanjang masa milik Eddy Merckx yang mengantongi lima gelar.
Balapan sepanjang 260 kilometer dengan total elevasi di atas 4.000 meter ini menyuguhkan drama sejak awal. Baru lima kilometer berselang, sebuah grup besar berisi 54 pebalap—termasuk unggulan Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe)—berhasil memisahkan diri dari peloton.
Baca Juga: La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade
Kesenjangan waktu sempat menyentuh angka 3 menit 40 detik. Situasi ini memaksa tim UAE Team Emirates dan Decathlon CMA CGM bekerja ekstra keras melakukan pengejaran selama lebih dari 150 kilometer. Keunggulan grup pelarian tersebut akhirnya sirna di kaki tanjakan Côte de Wanne, saat balapan menyisakan 94 kilometer.
Momen krusial terjadi di tanjakan ikonik Côte de la Redoute, 35 kilometer menjelang garis finis. Pogacar melancarkan akselerasi mematikan yang menghancurkan grup utama. Hanya satu pebalap yang mampu menempel ketat roda sang Juara Dunia: pemuda berusia 19 tahun, Paul Seixas (Decathlon CMA CGM).
Seixas, yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan, menunjukkan daya tahan luar biasa dengan terus membayangi Pogacar hingga tanjakan terakhir, Côte de la Roche-aux-Faucons.
"Di La Redoute, saya benar-benar menekan sangat dalam. Saya melihat Seixas sedikit kesulitan, tetapi dia berhasil kembali ke samping saya di puncak. Saya sangat terkesan," ujar Pogacar dalam wawancara usai balapan.
Ketangguhan Seixas akhirnya menemui batasnya di sisa 13,9 kilometer. Pada lereng tajam Roche-aux-Faucons, PogaÄar kembali meningkatkan ritme kayuhannya. Seixas sempat mencoba bertahan dengan gigi terkatup, namun jarak perlahan melebar. Pogacar pun melesat sendirian menuju garis finis di Liège dengan keunggulan 45 detik.
Pogacar mengakui bahwa ia sempat bersiap untuk adu sprint jika gagal melepaskan Seixas. "Saya tahu tanjakan itu sangat baik dan cocok untuk saya. Untungnya, dia tertinggal, tetapi saya sudah bersiap untuk duel satu lawan satu di garis finis," tambahnya.
Sementara itu, Remco Evenepoel yang sempat kepayahan akibat energi yang terkuras di pelarian awal, berhasil mengamankan podium ketiga setelah memenangi sprint di grup pengejar, tertinggal hampir dua menit dari sang pemenang.
Baca Juga: Sambut HUT ke-112, Pemkot Malang-BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gowes 112 Km
Bagi Pogacar, hasil ini menutup kampanye musim semi (Spring Classics) 2026 dengan catatan fantastis: empat kemenangan dan tiga gelar Monumen hanya dari lima penampilan. Satu-satunya kegagalan meraih gelar saat ia kalah sprint melawan Wout van Aert di Paris-Roubaix 2026 pertengahan April lalu.
"Sangat berarti bisa memenangi salah satu balapan terbesar tahun ini lagi. Saya tidak mengikuti banyak balapan, jadi ada tekanan besar untuk memberikan hasil maksimal di hari seperti hari ini," pungkas Pogacar.
Pembalap 27 tahun ini akan kembali beraksi di Tour de Romandie yang akan dimulai awal pekan ini, Selasa, 28 April 2026. Setelahnya ia dijadwalkan rehat cukup panjang sebelum bersiap untuk Tour de France awal Juli mendatang. (Mainsepeda).
Results powered by FirstCycling.com