Dari total 360 peserta yag berpartisipasi pada Nggravel Blitar 2026, beberapa diantaranya merupakan cyclist lokal atau berdomisili di Blitar dan sekitarnya. Mereka sangat antusias dan serius mempersiapkan diri menyambut event off-road Mainsepeda yang dihelat Minggu, 19 April 2026 ini. Para peserta lokal itu punya motivasi yang luar biasa. Tak mau menyerahkan podium kepada pesaing dari luar kota!

Sejak diperkenalkan tahun lalu (2025), Mainsepeda menambah bumbu di Nggravel Blitar 2026 ini dengan memperkenalkan kategori race. Panitia menyiapkan rute berjarak 100 Km yang dibagi menjadi dua kompetisi berdasarkan jenis sepeda, Gravel Bike (Drop Bar) dan MTB (flat bar). Masing-masing kategori akan mempertandingkan lima kelompok umur. Men 34 and Under, Men 35-44, Men 45 and Up, Women 29 and Under, dan Women 30 and Up.

Sementara itu, Mainsepeda juga tetap menyediakan kategori non-race dengan jarak 80 Km. Kategori ini diperuntukkan untuk para cyclist yang hanya ingin mencoba event Gravel, atau sekadar menikmati pemandangan di sepanjang rute.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Demi Safety, Peserta Wajib Aktifkan Race Map

Cyclist 20 tahun asli Blitar, Adrian Kurniawan menilai Nggravel Blitar 2026 adalah salah satu wadah balapan yang sangat menarik. Sebagai atlet MTB (Mountain Bike) yang kerap menjajal event-event luar negeri, Adrian tak mau malu di rumah sendiri. “Targetnya nomor satu,” tegasnya.

Persiapan yang dilakukan Adrian tergolong matang. Ia melakoni latihan rutin enam kali seminggu dengan fokus pada endurance dan strength. Setiap pekannya, ia melahap total tanjakan (elevation gain) hingga 10.000 meter di kawasan lereng Gunung Kelud. Selain itu, Nggravel Blitar 2026 bakal dimanfaatkan untuk sarana latihan jelang Kejurnas MTB bulan Juni mendatang.

Secara teknis, Adrian memilih strategi agresif. Ia berencana untuk tidak berhenti di setiap checkpoint (pos pengecekan) guna menjaga momentum waktu. Strategi lainnya ialah membuat tekanan ban rendah di angka 27-28 psi, demi melibas jalur makadam di Blitar.

“Latihannya tingga eventnya saja sih. Besok ‘gas pol’ dari start sampai finish tanpa banyak berhenti. Saya juga sudah cek rute juga dan menantang juga,” kata peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 lalu.

Adrian menargetkan akan menyelesaikan rute kompetitif 100 Km dengan catatan waktu dikisaran 3,5-4 jam saja. Ia sendiri akan bersaing di nomor MTB Men 34 and Under, termasuk melawan Yusuf Kibar, atlet gravel pro nasional.

Tak berbeda dengan Adrian, peserta lokal Suhadi juga mengusung target naik podium. Cyclist 48 tahun ini berlatih 18 hingga 20 jam per minggu, dengan rata-rata 3 jam per harinya, demi mematok target waktu finis di bawah 5 jam. Selain itu, ia punya keunggulan lain dari para pesaingnya: menjajal rute lebih awal dan berkali-kali. Artinya Suhadi telah memahami seluk beluk rute secara umum.

“Saya sudah nyoba tiga kali, yang full sekali, yang lainnya hanya segmen-segmen yang membingungkan itu saya coba. Kan ada berapa ya segmennya yang agak confused ya. Kemarin cek rute, kita santai 5 jam. Sambil cari-cari jalan ya, kadang kesasar. Ya harusnya enggak sampai 5 jam nanti,” kata Suhadi.

Baginya, rute kali ini sangat teknis karena mengombinasikan berbagai karakter medan yang menguras tenaga, mulai dari tanjakan tajam, jalur berbatu, hingga area persawahan dan perkebunan.

“Asyik rutenya. Saya kira kombinasi rute seperti ini di kabupaten lain kurang. Kalau ini kan ada rolling-nya, ada pasirnya, ada yang di Bumiayu itu tebu-tebu, ada lempung (tanah liat),” ujar Suhadi.

Karakter rute yang variatif ini menurutnya menjadi pembeda utama Blitar dibandingkan daerah lain yang mungkin hanya menonjolkan satu jenis segmen saja.

Baca Juga: Angkut Sepeda dengan Vespa dari Lombok, Dede Siap Kompetitif di Nggravel Blitar 2026

Sementara itu, Baskoro, cyclist tuan rumah 33 tahun juga menargetkan tampil kompetitif, meski tidak ada target podium. Nggravel Blitar 2026 merupakan event sepeda gravel pertamanya. Ia akan berkompetisi di kategori MTB Men Age under 34.

Baskoro mengaku telah menyiapkan diri dengan matang dengan latihan rutin. Sekitar 1 jam setiap harinya. “Kalau kondisi badan mendukung bisa lanjut gaspol. Saya coba main aman dulu di awal. Saya pribadi akan membawa isotonik dan energy bar,” akunya.

Nggravel Blitar akan digelar pada Minggu, 19 April 2026. Mainsepeda sebagai penyelenggara menyiapkan dua kategori: race (100 Km) dan non-race (80 Km). (Mainsepeda)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Populer

Nggravel Blitar 2026: Demi Safety, Peserta Wajib Aktifkan Race Map
Angkut Sepeda dengan Vespa dari Lombok, Dede Siap Kompetitif di Nggravel Blitar 2026
Antusiasme Nggravel Blitar 2026: Ajak Ayah, Kejar Podium, dan Ingin "Healing"
Wout van Aert Juara Paris-Roubaix 2026, Kalahkan Pogacar dan Tebus Janji Lama Michael Goolaerts
Nggravel Blitar 2026: Datang dari Jauh Demi Surganya Off-Road
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Nggravel Blitar 2026: Antisipasi Hujan Parah, Siapkan Rute Plan B
Brompton Day Out 11 Hadir di Malang, Usung Semangat Inklusif dan Carnival Ride
Itzulia Basque Country 2026: Paul Seixas Akhiri Puasa Gelar 19 Tahun Perancis
Tahun Baru, Lutut Baru