Nggravel Blitar 2026: Demi Safety, Peserta Wajib Aktifkan Race Map

Tantangan medan gravel di Blitar tidak hanya menuntut fisik yang prima, tetapi juga kesadaran penuh terhadap prosedur keselamatan. Karena itu, penyelenggara Nggravel Blitar 2026 mewajibkan seluruh peserta untuk mengaktifkan fitur Race Map sepanjang perlombaan. Sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dengan Race Map, panitia akan lebih mudah memonitor lokasi secara update seluruh peserta, serta mengetahui posisi tim safety yang paling dekat dengan peserta ketika membutuhkan pertolongan, sehingga akan mempercepat peserta mendapatkan penanganan medis,” kata Perwakilan Mainsepeda, Donny Rahardian.

Race Map merupakan platform navigasi yang bisa diunduh di smartphone. Bukan sekadar pelengkap navigasi, bagi panitia fitur ini adalah instrumen krusial untuk memantau pergerakan ratusan cyclist secara real-time.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Spesialis Tanjakan Jajal Tantangan Off-Road

Dengan titik koordinat yang presisi, panitia dapat langsung mendeteksi posisi peserta jika terjadi keadaan darurat, sehingga menghilangkan proses pencarian manual yang sering kali memakan waktu.

Efisiensi evakuasi menjadi alasan utama di balik kewajiban ini. Melalui pusat kendali (command center), tim safety dapat segera memetakan unit mobil evakuasi atau tim medis terdekat dari lokasi peserta yang membutuhkan bantuan.

Rakor dengan Polres Blitar, Dishub dan Satpol PP Blitar pada Kamis, 16 April 2026.

Prosedur pengaktifan fitur ini sudah dimulai sejak tahap awal. Setiap peserta diwajibkan melakukan login akun Race Map pada perangkat telpon genggamnya saat proses pengambilan race pack di Kantor Bupati Blitar pada Sabtu, 18 April 2026.

“Semua peserta juga kami wajibkan untuk bergabung di WhatsApp (WA) grup, dan aktif mengkomunikasikan kepada tim Command Center jika mengalami kendala atau kondisi yang membutuhkan bantuan tim safety,” tambah Donny.

Berkaitan dengan dukungan keselamatan selama Nggravel Blitar 2026, panitia juga berkoordinasi intens dan mendapat dukungan fasilitas kesehatan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar sebagai tuan rumah. Pemkab Blitar telah menyiagakan 10 Puskesmas dan 6 Rumah Sakit rujukan yang tersebar di sepanjang lintasan. Penempatan fasilitas ini telah diperhitungkan agar akses menuju penanganan medis tingkat lanjut tetap dalam jangkauan yang terukur.

Panitia menyiapkan barcode untuk memudahlan peserta mengunduh aplikasi race map.

Di lapangan, kekuatan personel medis yang dikerahkan mencakup puluhan tenaga medis, di pos-pos strategis seperti di lokasi check point (CP). Selain itu, terdapat lima ambulans yang berjaga di titik rawan. Panitia juga menerjunkan tujuh Tim Gerak Cepat (TGC) yang akan beroperasi menggunakan kendaran roda dua dan dilengkapi emergency kit. Tim ini bertugas mengantisipasi kondisi kritis dan pertolongan pertama di rute-rute yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat standar.

“Kami dari Pemkab Blitar sangat mendukung kegiatan ini, terutama untuk sarana keselamatan. Barangkali peserta ini membutuhkan fasilitas kesehatan. Nanti kita akan tugaskan tim kesehatan dan puskesmas-puskesmas untuk merapat untuk membantu jika dibutuhkan,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti.

Baca Juga: Antusiasme Nggravel Blitar 2026: Ajak Ayah, Kejar Podium, dan Ingin "Healing"

Sinergi antara teknologi pelacakan digital dan kesiagaan armada kesehatan fisik ini adalah bentuk mitigasi aktif dari potensi kerawanan oleh pihak penyelenggara. Dengan sistem yang terintegrasi ini, peserta diharapkan dapat fokus menikmati eksotisme jalur off-road di Bumi Penataran saat event puncak Nggravel Blitar digelar pada Minggu, 19 April 2026.

Koordinasi intens juga dilakukan oleh penyelenggara dengan berbagai pihak terkait pengamanan dan kelancaran rute, yakni Polres Blitar, Dishub, dan Satpol PP.

Nggravel Blitar merupakan gelaran kedua dari kalender event Mainsepeda 2026. Event gravel ini terdiri dari dua kategori berbeda: race dan non race. Start akan dipusatkan di Kantor Bupati Blitar dan finish-nya berada di Museum Penataran. (Mainsepeda)


COMMENTS