Kemenangan di Giro d'Italia 2026 tak hanya menghadirkan trofi bagi Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike), melainkan juga meningkatkan keyakinannya untuk menghadapi tantangan terbesar musim ini, Tour de France.
Pembalap Denmark itu menilai performanya selama tiga pekan di Italia menjadi modal penting untuk tampil lebih kuat saat bersaing memperebutkan jersey kuning pada Tour de France 2026 yang akan dimulai awal Juli mendatang.
Vingegaard mengaku puas dengan level performanya sepanjang Giro d'Italia 2026. Menurutnya, Giro tak hanya menguji kondisi fisiknya, tetapi juga memberikan dorongan mental yang signifikan menjelang duel sengit melawan para rival utama, termasuk Tadej Pogacar.
"Dengan level yang saya tunjukkan di Giro, saya percaya akan berada dalam kondisi yang sangat baik untuk Tour de France," kata Vingegaard setelah memastikan gelar juara Giro d'Italia, Minggu (31/5).
BACA JUGA: Vingegaard Juara Giro d'Italia 2026, Lengkapi Koleksi Tiga Gelar Grand Tour
Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang Giro 2026, Vingegaard tampil dominan dengan memenangi lima etape pegunungan dan mengontrol jalannya persaingan menuju gelar juara umum.
Keberhasilan itu sekaligus mengantarkannya menjadi pembalap kedelapan dalam sejarah yang berhasil menyelesaikan trilogi Grand Tour setelah sebelumnya menjuarai Tour de France dan Vuelta a Espana.
Meski demikian, Vingegaard menegaskan dirinya tidak ingin terlena dengan pencapaian tersebut. Setelah menikmati beberapa hari bersama keluarga di Roma, ia akan segera kembali menjalani program latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi Tour de France 2026.
Bagi Vingegaard, keberhasilan menyelesaikan Grand Tour pertama musim ini justru dapat menjadi keuntungan dalam menghadapi balapan besar berikutnya.
"Bagi saya, semuanya tergantung bagaimana Anda keluar dari Grand Tour pertama. Jika benar-benar kehabisan tenaga, tentu tidak bagus untuk balapan berikutnya. Tetapi jika kondisi masih cukup baik seperti yang saya rasakan sekarang, maka Grand Tour pertama justru bisa menjadi keuntungan untuk Grand Tour kedua," katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan optimisme Vingegaard dalam menghadapi Tour de France. Pengalaman sebelumnya juga menjadi dasar kepercayaan dirinya. Ia mengaku selalu mampu mempertahankan performa ketika menjalani dua Grand Tour dalam satu musim.
"Saya mengenal tubuh saya dengan cukup baik dan tahu bagaimana reaksinya setelah Grand Tour pertama musim ini," ujar pebalap tim Visma-Lease a Bike tersebut.
BACA JUGA: Giro d’Italia 2026-Etape 21: Milan Akhiri Penantian, Vingegaard Juara Overall
Tour de France 2026 memiliki arti khusus bagi Vingegaard. Setelah mengalami kecelakaan serius yang mengancam kariernya pada Itzulia Basque Country 2024, ia sempat dua kali finis sebagai runner-up Tour de France pada 2024 dan 2025. Kebangkitan performanya baru benar-benar terlihat saat merebut gelar Vuelta a Espana 2025 dan kini berlanjut dengan kemenangan di Giro d'Italia.
Karena itu, Tour de France tahun ini menjadi kesempatan besar bagi Vingegaard untuk kembali merebut mahkota balapan sepeda paling bergengsi di dunia.
Tim Visma-Lease a Bike bahkan telah menyiapkan strategi jangka panjang sejak awal musim. Selama Giro d'Italia 2026, mereka memilih pendekatan konservatif dengan menghemat energi dan menghindari pengeluaran tenaga yang tak perlu demi menjaga kondisi sang pemimpin tim menjelang Tour de France.
Kini, setelah sukses menaklukkan Italia, fokus Vingegaard sepenuhnya beralih ke Prancis. Dengan kepercayaan diri yang meningkat dan kondisi fisik yang terus membaik, juara Giro d'Italia itu yakin bisa tampil pada level terbaik saat Tour de France dimulai pada Juli mendatang.
"Saya mendapatkan kepercayaan diri dari kondisi yang saya miliki di Giro dan saya merasa performa saya juga meningkat," tegas Vingegaard. (mainsepeda)