Nggravel Blitar 2026: Podium Gravel Bike Diisi Sosok Familier

Podium kategori Gravel Bike pada ajang Nggravel Blitar 2026 menjadi panggung bagi sosok-sosok familier. Nama-nama seperti Yusuf Kibar, John Boemihardjo, Trihadi Siswanto, Maghfirotika Marenda, serta Ivo Ananda sukses menambah koleksi trofi mereka setelah menaklukkan rute teknikal di Bumi Bung Karno, Minggu, 19 April.

Yusuf Kibar, atlet nasional yang baru saja mengamankan tiket Kejuaraan Dunia Gravel UCI 2026, finish tercepat Gravel Bike. Bersaing pada Men 34 and Under, ia finish jauh di depan dua pesaing terdekatnya, Ethan Batara Njotoprawiro dan Ismail Saputra.

Kematangan Kibar terlihat jelas berkat jam terbangnya di level internasional, seperti Unbound Gravel dan UCI Gravel World Series di Thailand. Juara Bentang Jawa 2024 ini mengakui rute Blitar memberikan tantangan tersendiri, bagi pengguna gravel bike.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Adrian Tercepat MTB, Yusuf Kibar Finish Pertama Kategori Gravel Bike

"Rutenya lumayan teknikal. Sektor gravel-nya benar-benar menuntut keahlian. Seru banget sih ini," ujar Kibar usai finis.

Di kategori Gravel Men 35-44, Trihadi Siswanto tampil perkasa dengan mencatatkan waktu 4 jam 1 menit 43 detik. Ia menciptakan selisih waktu yang lebar, lebih dari 10 menit, dari Bob Anthonio di posisi kedua dan Mochamad Yusuf Rijal Hermanto di podium ketiga.

Sementara itu, aroma rivalitas klasik tersaji di kategori Men 45 and Up. Duo cyclist dari komunitas AASoS, John Boemihardjo (JB) dan Joko Sumalis, kembali berduel sengit seperti saat di East Java Journey (EJJ) 2026 lalu. Kali ini, JB mengunci posisi puncak dengan catatan waktu 4 jam 20 menit 38 detik, hanya terpaut tipis 26 detik dari Joko. Peringkat ketiga diamankan oleh pembalap asal Surabaya, Marseillo Pumaro.

Sosok familier juga mengisi podium Gravel Bike Women 30 and Up. Ivo Ananda menjadi yang tercepat dengan waktu 5 jam 6 menit 59 detik. Menariknya, ia sempat berkendara bersama Arfiana Khairunnisa—rekannya saat menuntaskan rute 1.500 km di EJJ 2026—sebelum akhirnya memisahkan diri di sisa lomba. 

"Kami sebenarnya barengan terus. Tapi di 25 km terakhir, saat turunan, Mbak Vian (Arfiana) agak kurang berani di medan itu, jadi saya memutuskan untuk lanjut," kata Ivo. Ia finis sembilan menit lebih awal dari Arfiana.

Baca Juga: 

Di sisi lain, Atlet balap sepeda jalan raya (roadbike) nasional, Maghfirotika Marenda, keluar sebagai pemenang mengungguli Crismonita Dwi Putri di kategori Gravel Women 29 and Under. Meski ini adalah debut mereka di ajang gravel, keduanya mampu beradaptasi cepat dengan medan yang tak biasa.

"Rutenya sulit tapi sangat seru. Tidak menyangka Blitar punya rute yang seberagam dan sedetail itu," pungkas Maghfirotika. (Mainsepeda)


COMMENTS