Nggravel Blitar 2026 Resmi Dimulai: 360 Cyclist Nikmati Surganya Off-Road

Event sepeda off-road paling dinantikan, Nggravel Blitar 2026, resmi diberangkatkan dari Kantor Bupati Blitar pada Minggu pagi, 19 April 2026. Sebanyak 360 cyclist dari berbagai daerah siap menguji nyali dan daya tahan mereka di lereng Gunung Kelud.

Tepat pukul 05.30 WIB, bendera start dikibarkan untuk peserta kategori Race. Dimulai MTB, disusul Gravel Bike. Yang melepas Kepala Dispora Pemkab Blitar Anindya Putra Robertus. Persaingan langsung terasa kompetitif sejak awal.

Satu jam berselang, tepatnya pada pukul 06.30 WIB, giliran peserta kategori Non-Race yang bertolak untuk memulai petualangan mereka menembus keindahan alam Blitar. Para peserta dilepas langsung Bupati Blitar H Rijanto beserta Forkopimda Pemkab Blitar.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Target Finish Happy sekaligus Menikmati Tantangan Gravel yang Komplet

Seluruh peserta mendapatkan pengawalan (neutralized zone) sepanjang 5 km pertama untuk memastikan keamanan di jalan raya. Begitu memasuki rute utama, para pesepeda dihadapkan pada pilihan: memacu adrenalin mengejar podium atau gowes santai menikmati lanskap “Bumi Penataran”.

Memasuki edisi keduanya, Nggravel Blitar tetap mempertahankan karakter rute yang menantang sekaligus memanjakan mata. Gravel Start dimulai secara kompetitif hingga mencapai titik Gravel End. Total jarak yang ditempuh mencapai 100 km bagi kategori Race dengan elevation gain menyentuh angka 1.000 meter. Sementara kategori non-race akan menempuh jarak lebih pendek, yakni 80 Km dengan elevation gain 540 meter.

Variasi medan tahun ini pun tidak kalah seru. Peserta harus berjibaku dengan mulai dari gravel road, single track, broken aspalt, hingga concrete serta muddy section.

Founder Mainsepeda Azrul Ananda mengingatkan cyclist untuk berhati-hati. Apalagi ini event yang mengoombinasikan flatbar yang memanjang khas MTB dan dropbar melengkung Gravel Bike. Dua jenis sepeda yang memiliki alam sama, tapi karakteristik berbeda.

“Kalau memang niatnya non-kompetitif, jangan terlalu ambisius terhadap teman-teman yang lebih bersemangat. Jadi tetap hati-hati dan nikmati bersepeda hari ini sebagai surganya off-road,” ujar Azrul.

Azrul juga mengajak peserta memberi apresiasi kepada Kabupaten Blitar yang turut mendukung event ini. Apalagi Bupati Blitar memang selalu mendorong Mainsepeda untuk terus menghidupkan event off-road di Blitar.

“Pak Bupati Blitar ini pesepeda sejati. Sejak tadi kakinya gatal ingin ikut. Nanti beliau akan hadir di beberapa titik, jadi kalau bertemu tolong beri semangat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Blitar H. Rijanto menyampaikan apresiasi kepada Azrul Ananda yang kembali menggelar Nggravel Blitar tahun ini. Pun semua pihak yang mendukung event ini.

Ia memastikan bahwa Kabupaten Blitar siap menjadi tuan rumah bagi kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. “Insya Allah tahun depan, Pak Azrul Ananda juga akan kembali mengadakan kegiatan semacam ini di Blitar yang kita cintai,” ujarnya.

Rijanto juga mengajak para cyclist menikmati keindahan Blitar sepanjang jalur yang dilalui. “Silakan dinikmati pemandangan indah yang luar biasa. Rasakan keramahan masyarakat Blitar, nikmati kuliner kami yang murah dan nikmat. Semoga nanti pulang membawa kenangan yang baik dan indah,” katanya.

Ajang Nggravel Blitar 2026 menjadi pengalaman perdana bagi Muhammad Abdul Ghani, pesepeda asal Lumajang. Meski baru pertama kali ikut event gravel, percaya diri. Ia tidak sabar memulai petualangan bersepeda di kategori Non-Kompetitif.

“Saya bangun jam 2 pagi saking antusiasnya. Salat Tahajud, Salat Subuh, lalu langsung berangkat ke titik start. Saya ikut sekarang karena ingin merasakan pengalaman gravel bareng teman-teman,” ujarnya.

Suryani cyclist asal Tangerang turut ambil bagian di ajang Nggravel Blitar 2026 kategori Race. Meski memilih kelas kompetitif, perempuan berusia 42 tahun itu mengatakan bahwa keikutsertaannya bukan semata untuk mengejar podium.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Cyclist Lokal Tak Mau Berbagi Podium

“Sebenarnya bukan karena mau balapan, Cuma ingin have fun. Karena saya datang jauh-jauh dari Tangerang, tanggung kalau nggak ikut kategori race,” ujar peserta East Java Journey 2026 kategori 600 Km itu.

Demi memastikan kenyamanan dan keamanan peserta, Mainsepeda menyiapkan tiga Check Point (CP) strategis di sepanjang rute. Di titik-titik ini, para peserta bisa melakukan refill supply. Ada pula tim kesehatan yang juga bersiaga untuk mengantisipasi adanya insiden.

Seluruh rangkaian acara akan berakhir di Race Village yang berlokasi di Candi Penataran. Di situs bersejarah tersebut, para finisher akan menerima medali dan merayakan keberhasilan mereka menaklukkan tantangan Nggravel Blitar 2026. (Mainsepeda)


COMMENTS