Pembalap asal Slovenia, Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG), akhirnya melengkapi koleksi gelar Monument Classic-nya dengan kemenangan perdana di Milano-Sanremo pada Minggu, 22 Maret 2026. Melalui sprint di garis akhir, sang Juara Dunia roadrace berhasil mengungguli pembalap Inggris, Tom Pidcock (Pinarello-Q36.5), setelah menempuh jarak sejauh 298 kilometer.

Kemenangan ini terasa heroik mengingat Pogacar sempat terlibat kecelakaan saat balapan menyisakan 32 kilometer. Meski mengalami luka lecet dan goresan akibat hantaman aspal, pembalap berusia 27 tahun itu mampu bangkit dan mengejar peloton sebelum tanjakan krusial di Cipressa.

Ketegangan memuncak di tanjakan tersebut saat rekan setim Pogacar, Brandon McNulty dan Isaac del Toro, menarik peloton dengan kecepatan tinggi. Hal ini guna menguras stamina kompetitor lain sementara Pogacar menyiapkan serangan. Strategi ini terbukti jitu.

Baca Juga: Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana

Tak selang lama Pogacar melakukan akselerasi yang hanya bisa diikuti oleh Tom Pidcock dan juara bertahan dua kali, Mathieu van der Poel (Alpecin-Premier Tech). Ketiganya mencatatkan rekor waktu pendakian baru di Cipressa, memimpin 30 detik di depan rombongan pengejar.

Memasuki tanjakan terakhir, Poggio, Pogacar kembali melakukan serangan. Tekanan tersebut membuat Van der Poel tercecer, menyisakan Pogacar dan Pidcock yang berduel sengit di garis terdepan. 

​​Memasuki kilometer terakhir di Via Roma, Pidcock mengambil inisiatif melancarkan sprint lebih awal (long sprint). Namun, Pogacar merespons dengan tepat sasaran. Secara dramatis, roda depan Pogacar menyentuh garis finish lebih dulu. Unggul hanya setengah ban dari Pidcock dalam rekaman ulang teknologi photo finish. 

Pogacar mengapresiasi Pidcock yang telah menjadi lawan terberatnya di Milano-Sanremo 2026. 

​Pogacar pun merayakan kemenangannya dengan suka cita. Ia mengakui bahwa kemenangan ini tidak diraih dengan mudah, terutama setelah insiden jatuh yang dialaminya.

​"Bukan kemenangan yang paling indah karena saya akan menjilat luka-luka ini (akibat jatuh). Namun, saya sangat senang bisa menang," kata Pogacar usai memastikan gelar juara. 

"Melawan Tom selalu sulit; dia sangat cepat dan tampak kuat sepanjang balapan. Saya tidak punya banyak pengalaman dalam sprint satu lawan satu melawan dia," tambahnya. 

Baca Juga: Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda

​Empat detik di belakang Pogacar dan Pidcock, Wout van Aert (Visma-Lease a Bike) berhasil mengamankan podium ketiga. Van Aert, yang juga menjadi korban kecelakaan yang sama dengan Pogacar, melakukan serangan tunggal dari peloton di kilometer terakhir untuk finis di depan rombongan besar. Sementara sang juara bertahan, Van der Poel harus puas duduk di peringkat delapan.

Dengan hasil ini, Pogacar semakin mengukuhkan statusnya sebagai pembalap paling dominan di era modern dengan memenangi empat dari lima balapan Monument Classic. Saat ini hanya tersisa Paris-Roubaix, balapan monumental yang belum dimenanginya. 

Selain itu, Pogacar telah menyamai rekor 11 kemenangan di balapan Monument Classic milik De Vlaeminck yang duduk di posisi kedua daftar sepanjang masa. Rekor teratas masih dimiliki oleh sang legenda Eddy Merckx dengan 19 kemenangan. Namun, rekor tersebut berpotensi dikejar Pogi, sapaan Pogacar, di masa mendatang. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

VP PT KAI DAOP 7 Ali Afandi Terjun di Ngebel KOM 2026, Antusias Kolaborasi dengan Mainsepeda Lagi
Tadej Pogacar Ungkap Target Besar, Paris-Roubaix Jadi Prioritas Utama
Tour de Pologne 2026-Etape 7: Stefan Küng Menang ITT, Marco Brenner Juara Overall
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Kenalkan Lampung, Trol CC Bikin Event Tutup Tahun
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
UCI Awasi Dugaan Bra Aerodinamis di Tour de France Femmes 2026
Eddy Merckx Mulai Pulih, Kembali Kayuh Sepeda Setelah Jalani Enam Operasi
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan