Di tengah deru mesin dan asap knalpot kendaraan bermotor, puluhan orang memilih cara "sunyi" untuk pulang ke kampung halamannya saat momen lebaran tahun ini. Sebanyak 57 pesepeda resmi melepas meninggalkan Jakarta dalam gelaran "Gowes Mudik" 2026 pada Jumat, 13 Maret lalu.

Pelepasan yang dilakukan di Graha Lestari, Jakarta Pusat, oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Tradisi mudik ini merupakan kegiatan tahunan yang inisiatifnya dari komunitas Bike to Work (B2W). Agenda ini rutin diselenggarakan sejak 2012 lalu dan telah memasuki edisi ke-14 tahun ini. 

B2W merekap pemudik pesepeda 2026 berjumlah 57 pesepeda, 60 persen diantaranya merupakan solo rider. Sisanya mereka mudik berkelompok, minimal dua cyclist atau lebih. 

Baca Juga: Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh

Untuk tujuan mudiknya, para pesepeda ini menuju 13 titik kota tujuan berbeda. Terbanyak menuju ke arah timur Jawa dengan melewati jalur utara sebanyak 85 persen. Ada pula yang lintas pulau Sumatera, yakni mengarah ke Lampung. 

"Ini adalah agenda rutin, pesepeda hadir memberi warna dan penegasan keperluan pulang kampung dapat dilakukan dengan ramah lingkungan, mengutamakan keselamatan, dan mobilitas berkelanjutan," Ketua Umum B2W Indonesia, Hendro Subroto. 

Mudik bersepeda ini menjadi langkah konkret B2W untuk mendukung program Indoensia menuju Net Zero Emission di 2060. Hal ini sejalan juga dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu energi bersih dan terjangkau dan bekelanjutan, serta penanganan perubahan iklim. Program Gowes Mudik merupakan program tahunan untuk menyuarakan keberpihakan terhadap transportasi tanpa polusi. 

"Pesepeda ini dengan senang hati hadir melaksanakan Gowes Mudik. Mereka rata-rata ingin menjadi bagian perjalanan, banyak pesan yang ingin disampaikan. Salah satunya perlunya menguatkan udara bersih yang merupakan hak setiap warga negara," tambah Hendro. 

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi

Untuk memberikan rasa nyaman dan aman, B2W Indonesia juga memberikan dukungan asuransi perjalanan yang berlaku selama 1 tahun. Benefit coverage-nya meliputi biaya pengobatan Rp1 juta dan asuransi jiwa mencapai Rp10 juta. 

B2W Indonesia berdiri sejak 27 Agustus 2005 dan telah berbadan hukum. Komunitas sepeda ini sangat gencar menyuarakan ajakan bersepeda sebagai alat transportasi, mendorong hadirnya sarana prasarana sepeda sebagai transportasi ramah lingkungan. B2W juga menjadi mitra pemerintah dalam mengambil kebijakan keberpihakan pada pengguna jalan rentan (pejalan kaki dan pesepeda). (Mainsepeda)

Populer

Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?
Pesona Selo “Ring of The Fire”, Sensasi Menanjak Membelah Merapi dan Merbabu
Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Bentang Jawa Lunas
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau