Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) menegaskan dominasinya di jalanan debu putih Tuscany. Pembalap asal Slovenia tersebut sukses merengkuh gelar keempatnya di Strade Bianche, Sabtu, 7 Maret 2026. Kemenangan ini sekaligus memecahkan rekor tiga kemenangan milik legenda Swiss, Fabian Cancellara.

Pogacar memastikan podium utama setelah melakukan aksi solo breakaway sejauh 78 kilometer. Ia menyentuh garis finis di Piazza del Campo, Siena, dengan keunggulan satu menit atas pembalap muda Prancis, Paul Seixas (Decathlon AG2R La Mondiale). Rekan setim Pogacar, Isaac del Toro, melengkapi dominasi UAE Team Emirates-XRG dengan finis di posisi ketiga.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi

Jalannya balapan sudah berlangsung dalam tempo tinggi sejak start. Sembilan pembalap yang mencoba melakukan breakaway awal, termasuk Jack Haig dan Patrick Konrad, tidak diberikan ruang oleh skuad UAE Team Emirates-XRG untuk memperlebar jarak.

​Momen kunci terjadi di sektor gravel, Monte Sante Marie. Di sektor paling ikonik sekaligus paling ditakuti ini, UAE Team Emirates-XRG mulai melakukan seleksi ketat. Florian Vermeersch dan Jan Christen bergantian menarik peloton hingga kelompok besar terpecah drastis. Kelompok breakaway pun mulai tersusul. 

Saat para pesaing mulai terisolasi, Pogacar melancarkan akselerasi tajam dari posisi duduk. "Saat berada di Sante Marie, saya memutuskan untuk all out dan mengambil alih pimpinan balapan," ujar Pogacar usai finish.

Hanya Paul Seixas yang sempat memberikan perlawanan impresif. Pemuda 19 tahun itu berhasil menutup celah (gap) saat Pogacar melakukan serangan pertama di Monte Sante Marie. Namun, stamina Seixas tak kuasa membendung serangan kedua Pogacar yang lebih brutal hanya beberapa detik kemudian.

Paul Seixas menjabat tangan juara Strade Bianche, Tadej Pogacar. (Photo by Getty Images)

Setelah Seixas tertinggal, jarak Pogacar dengan kelompok pengejar terus melebar. Kurangnya koordinasi di grup pengejar membuat sang juara dunia melenggang sendirian melewati sektor-sektor penentu di sekitar Siena.

Baca Juga: Preview Paris-Nice 2026: Ujian Pertama Vingegaard, Juan Ayuso Bisa Jadi Kuda Hitam

Pogacar bahkan sempat merayakan momen emosional saat melewati sektor Colle Pinzuto. Di lokasi tersebut, penyelenggara baru saja meresmikan batu peringatan untuk memberikan penghargaan atas pencapaian Pogacar yang mencatatkan hat-trick kemenangan pada edisi 2025 lalu.

Kemenangan Strade Bianche jadi modal penting bagi Pogacar untuk mendapatkan gelar juara lain di balapan-balapan monumental classic. Pogacar dijadwalkan akan kembali berpartisipasi di balapan WorldTour pada ajang Milan-Sanremo pada 21 Maret mendatang. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Tour of Guangxi 2026-Etape 6: Jarno Widar Menang dan Rebut Juara Overall
Tour de Surakarta 2026 Comeback, Pecahkan Rekor Peserta
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tahun Baru, Lutut Baru
Persembahan Medali Nggravel Glenmore 2026 untuk Mendiang Sahabat Terbaik
Cervelo P5x Lamborghini, Hanya Ada 25 Biji
UCI Batalkan Kejuaraan Dunia Urban Cycling 2026 di Arab Saudi
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Citra-Tasha Cetak Sejarah, Jadi Pasangan Perempuan Pertama Juara Bentang Jawa Kategori Pair