Sebanyak 200 cyclist siap menaklukkan tantangan East Java Journey (EJJ) 2026, event ultra cycling edisi keempat yang dikreasikan oleh Mainsepeda. Yusran Yahya, cyclist asal Singapura, adalah salah satu peserta yang akan bersaing pada kategori 1.500 Km. 

Menjelajah rute bersepeda melintasi 27 wilayah kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur tanpa support. Berlangsung 2-8 Februari untuk kategori 1.500 km. Sedangkan untuk kategori 600 km menyusul start pada Jumat pagi, 6 Februari. 

Baru kali pertama ikut berpartisipasi pada EJJ, Yusran sangat serius mempersiapkan diri. Sebagai warga negara asing, ia pastinya tidak mengenal detail medan dan rute yang harus dihadapi. Namun, dia melakukan riset yang mendalam. Untuk menyusun rencana manajemen waktu istirahat,  termasuk urusan memenuhi suplai makanan-minuman, serta menjalankan kewajiban beribadah, sepanjang melakukan perjalanannya nanti pada EJJ 2026. 

Baca Juga: EJJ 2026: Bersaing di Kategori Pair, Datang Lebih Awal untuk Bonding

Oleh karena itu, ia membuat contekan berupa cue points lokasi-lokasi seperti minimarket, tempat makan, hotel, hingga masjid. Catatannya terlihat rapi dan sangat mendetail. Hingga menunjukkan detail tiap Kilometer yang akan jadi titik-titik penting baginya untuk berhenti nanti. 

Dia melakukan riset dengan mencatat seluruh rute di peta digital (Google Maps) untuk mencari apa yang dibutuhkan itu. Ia mengaku membutuhkan lima hari dan total 12 jam untuk menyelesaikan semuanya. "Mata sampai pedih lihat titik-titik di Google Map. Ikuti rute satu per satu," katanya. 

Cue Points yang disiapkan oleh Yusran Yahya untuk menghadapi EJJ 2026.

Yusran mengaku khawatir kehabisan suplai di jalan karena tidak mengenal medannya. Setidaknya dengan cue points itu dia mengaku lebih tenang.  "Takut tidak ada toko untuk refill. Jadi enggak panik kalau air habis karena saya tahun masih ada tempat bisa refill. Saya bukan lokal jadi ga tau bagimana ada toko jual air," ungkap Yusran. 

Yusran memang ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tahun ini, ia menjajal bersepeda ultra ribuan kilometer. Keikutsertaannya pada EJJ 2026 pada kategori 1.500 Km akan jadi pengalaman pertamanya. Oleh karena itu, ia tidak ingin debutnya pada full journey ini sampai terganggu oleh kendala-kendala teknis. 

Yusran ditemani sang istri saat pengambilan race pack EJJ 2026 di Town Square Surabaya.

Walau sudah begitu detail mempersiapkan segala sesuatunya, ternyata masih ada saja yang kelewatan. Cyclist 54 tahun itu secara tak terduga lupa membawa wheelset-nya. Ia baru menyadari ketika sudah tiba di Surabaya pada Sabtu, 31 Janurai 2026. 

Baca Juga: East Java Journey 2026 - Jersey Tahun ini Minimalis dan Fungsional

Yusran pun kebingungan. Awalnya ia ingin menyewa atau membeli saja. Tapi dia akhirnya memilih untuk membelikan istrinya tiket pesawat untuk mengantarkan Wheelset-nya dari Singapura ke Surabaya. 

"Sudah aman. Istri sudah sampai jam 10 pagi tadi. Saya bukan warga lokal jadi susah dikit mengusahakan masalah," kata Yusran. 

"Sudah tua, pelupa. Lupa masukkan karena packing-nya lewat malam sebelum berangkat," imbuhnya. (Mainsepeda)

Populer

Rute "Two-Face" West Java Journey 200 Km
Siap-Siap! Ini Tata Cara Pendaftaran West Java Journey 2026 via Mainsepeda App
Daftar Perlengkapan yang Wajib Dibawa Peserta West Java Journey 2026, Rem dan Lampu Lumayan Krusial
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tour of Guangxi 2026-Etape 5: Fretin Menang, Magnier Bertahan di Puncak GC
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Selamat Datang Cannondale SuperSix Evo Generasi Ketiga (Eksklusif dari Jerman)
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal