Rute East Java Journey (EJJ) 2026 1.500 Km menjanjikan beragam tantangan baru. Menguras tenaga dan keringat, tapi tetap memamerkan keindahan estetik khas Jawa Timur. 

EJJ 2026 kategori jarak 1.500 Km akan memulai start di Surabaya, Senin, 2 Februari 2026. Rutenya akan mengikuti arah jarum jam, ke timur dulu, baru ke barat. Total elevation gain-nya di angka 15 ribu meter. Sedangkan, Cut off Time (CoT) secara keseluruhan akan terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026, pada pukul 21.00 WIB.

"Kami berharap rute ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta," kata perwakilan Mainsepeda, Donny Rahardian. 

Baca Juga: EJJ 2026: Panasnya Persaingan Juara Men 40 and Up

View Super Estetik 

Di antara tantangan 'pedih' yang akan dilalui peserta, Mainsepeda selalu tidak lupa mempertontonkan sisi lain Jawa Timur yang sangat estetik dan scenic. Pemandangan deretan pegunungan dan bukit, pinggir pantai yang indah, hutan dan persawahan yang hijau, hingga ladang minyak tradisional di Teksas. 

Perpaduan view menawan ini mungkin akan sulit ditemui di event ultra-cycling lain. Menjadikan EJJ sebagai prioritas untuk merasakan pengalaman sekali seumur hidup untuk dijajal oleh para pecinta sepeda jarak jauh. 

Lintasannya pun menawarkan berbagai tantangan. Segmen jalur flat, rolling, gravel, hingga tanjakan tajam. Semua ada. 

Baca Juga: John Boemihardjo Tuntaskan Rute EJJ 600 km dalam 37 Jam

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 17: Brennan Raih Lima Kemenangan dan Cetak Sejarah
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Vuelta a Espana 2026-Etape 16: Dominan, Matthew Brennan Raih Kemenangan Keempat
Semangat Muda di Nggravel Glenmore 2026: Ambisi Podium Adrian dan Misi Debut Edo
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ceepo Shadow-R: Lebih Cepat Pakai SideFork
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Race Around Java: Sebanyak 45 Cyclist Ultra Jalani Petualangan 3.000 Km
“Meditasi” ala Endot, Turing Ribuan Kilometer dengan Sepeda Lipat