Dua tahun lalu, Hafizh Anugrah Perdana, hanya bisa melihat persaingan Zidan Attala Nouval dan Handika melalui live-stream East Java Journey (EJJ) 2024. Memantau mereka dari aplikasi tracker real time seperti selayaknya para Dotwatcher lainnya. 

Setelah momen keseruan itu, Hafizh merasa termotivasi. Ia tiba-tiba terngiang ingin menjadi ultra-cyclist. "Setelah itu coba-coba dan menyenangkan bagi saya," kata cyclist asal Mojokerto itu. 

Beruntungnya, ia mendapatkan 'guru' yang cukup mumpuni, Eks pembalap nasional, Jimmy Pranata. Selain itu, ia juga seringkali berlatih bersama komunitasnya, Mojokerto Road Bike Community (MRC). Pada akhirnya, ia nekat mendaftar EJJ 2026 1.500 Km yang digelar 2-8 Februari mendatang. 

Baca Juga: EJJ 2026: Siku Sempat Hancur, Semangat Hadi Subroto Tak Luntur

"Beliau mengajarkan program untuk latihan endurance cycling sampai mengatur asupan dan pola istirahatnya. Menjaga untuk tidak nge-bonk dan atur pace di zona heart rate (HR)," imbuhnya. 

Hafizh cukup konsisten berlatih. Hal itu sering ia bagikan di akun media sosial pribadinya. Salah satu event ultra yang sudah diikuti adalah Audax Malang 400 Km. Ia selesaikan dalam waktu 16 jam 32 meni. Tapi jarak terjauhnya ialah bersepeda sejauh 600 Km dengan elevasi 4.000 meter. 

Hafizh sempat mengikuti turnamen Semeru Criterium 2025 di Sirkuit GBT akhir November lalu.

Seperti pesepeda ultra lainnya, cyclist 27 tahun itu merasakan rasa nagih bersepeda ratusan kilometer. Ia mengaku bersepeda ultra seperti sedang bermeditasi sembari menikmati perjalanan dan pemandangan yang lebih mengagumkan. Hafizh mengaku adalah pecinta touring sepeda motor, dan sejak mengenal sepeda, ia mengulangi rute-rute tersebut. 

"Dari situ, ketagihan pengan nambah lagi dan nambah lagi. Jadi sekalian ikut EJJ 1.500 Km," candanya. 

Sejauh ini, Hafizh mengaku tidak memiliki target muluk untuk menyelesaikan EJJ 2026. Finish under Cut of Time (CoT) sudah cukup baginya. "Tidak ada strategi khusus. Plan A 350 Km per hari, Plan B 300 Km sehari, Plan C 250 Km sehari," tutupnya.  

Baca Juga: 20 Cyclist Kupang Ramaikan Bromo KOM 2026

East Java Journey (EJJ) akan menjadi event pertama di kalender Mainsepeda 2026. Seperti tahun sebelumnya, event ini bersifat unsupported dengan dua kategori jarak. Yaitu 1.500 Km (Race) dan 600 Km (Non-Kompetitif). 

Mainsepeda sendiri saat ini telah membuka registrasi untuk single-event kalender Mainsepeda 2026. Dari EJJ 2026, Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Blitar, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ). Selain itu, terdapat pula paket bundling dengan potongan harga hingga 40 persen. Jika berminat, daftar melalui Mainsepeda App! (Mainsepeda)

Populer

Paul Seixas Juara Il Lombardia 2026, Jadi Pemenang Termuda dalam Sejarah
2 Peserta Tercepat Kategori Non-Competitive, Ada Alasan Untuk Ngebut
Il Lombardia 2026: Tanpa Pogacar, Siapa yang Berpeluang Menjadi Juara?
Kejutan Besar, Bart Vreugdenhil Finis Terdepan Nggravel Glenmore 2026
Persembahan Medali Nggravel Glenmore 2026 untuk Mendiang Sahabat Terbaik
Glenmore, The Real Gravel
Nggravel Glenmore 2026 Digeber, 400 Cyclist Taklukkan Unbound-nya Indonesia!
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Tour of Guangxi 2026-Etape 1: Paul Magnier Menang Sprint di Chongzuo
Peserta Terpukau Trek Nggravel Glenmore 2026, Rute 10/10, View 100/10!