Etape 3 Tour de France 2025 pada Senin (7/7), menjadi panggung cerita yang penuh plot twist. Akhir ceritanya berakhir bahagia bagi Tim Merlier (Soudal-QuickStep) yang berhasil mencuri kemenangan dari Jonathan Milan (Lidl-Trek) dalam sprint ketat akhir balapan di Dunkerque. Bahkan keunggulan Merlier harus dipastikan dengan teknologi Photo Finish yang mana keduanya hanya terpisah beberapa sentimeter saja. 

Milan dan timnya, Lidl-Trek, tampak mendominasi akhir balapan. Mereka menciptakan barisan untuk melakukan leadout sempurna untuk pembalap asal Italia itu. Namun, barisan itu tercecer lebih cepat sehingga membuat Milan terisolir di kelompok terdepan. Merlier, yang juga sendirian, mampu "berselancar" di belakang roda pembalap lain dan membawa cukup kecepatan untuk menyalip Milan tepat di saat-saat terakhir.

"Ini adalah pertarungan yang sangat berat. Sulit untuk berada di posisi yang tepat," kata Merlier setelah finis.

"Saya rasa dari jarak dua kilometer saya berjuang keras dari belakang untuk kembali ke posisi, dan saya terus-menerus melawan angin. Baru pada jarak 500 meter tersisa saya menemukan sedikit slip stream. Saya tahu berhadapan dengan Milan yang selalu sulit dikalahkan," tambahnya.

Merlier sempat didampingi rekan setimnya Bert Van Lerberghe dalam usaha bersaing di posisi terdepan. Tapi di tikungan terakhir, pembalap 32 tahun tersebut terlibat insiden. Dua kecelakaan memang mewarnai balapan pada 3 Km terakhir. Hal ini membuat hasil balapan seluruhnya dinetralkan. 

"Saya kehilangan Bert (Van Lerberghe) sebelum tikungan terakhir, tetapi saya harus mengatakan tim melakukan pekerjaan luar biasa dalam 5 km terakhir. Namun, kekacauan yang sebenarnya baru dimulai setelah itu, dan sangat sulit untuk menemukan posisi."

Jasper Philipsen mengalami insiden kecelakaan yang membuatnya harus tersingkir dari Tour de France 2025. 

Nasih berbeda dialami Jasper Philipsen. Pembalap pemenang etape pembuka Tour de France 2025 itu harus tersingkir lebih awal. Ia mengalami insiden kecelakan 60 Km jelang finish. Philipsen tersenggol pembalap Cofidis sebelum tubuhnya terpental ke aspal. Jerseynya tampak terkoyak dan luka lebam muncul di bahu dan punggungnya. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi Alpecin-Deceuninck karena kehilangan sprinter terbaiknya di Tour de France. 

"Diagnosa awal untuk Jasper Philipsen adalah fraktur tulang selangka kanan yang bergeser, operasi pasti diperlukan. Setidaknya satu tulang rusuk patah, mungkin dua. Dia akan segera dipindahkan ke rumah sakit di Herentals, tempat dia akan menjalani operasi," tulis pernyataan resmi Alpecin-Deceuninck di akun media sosialnya.

Di sisi lain, hasil balapan yang dinetralkan membuat komposisi peringkat di klasemen GC tak berubah. Rekan setim Philipsen, Mathieu van der Poel tetap mengenakan maillot jaune atau kaos kuning. Sedangkan, nama Philipsen dihapus dari klasemen Points Tour de France karena memutuskan DNF. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Tips Setting Rantai Hub Gear dan Lepas Roda Belakang Brompton
Bentang Jawa Lunas
Kuota Peserta EJJ 2026 Kategori 600 KM Terpenuhi, Pendaftaran Ditutup Besok
Bos Lotto-Soudal Larang Pembalap dan Crew-nya Konsumsi Minuman Beralkohol
Slovenia, Negeri Balap Sepeda Tertua yang Terlupakan
Wilier Zero SLR, Senjata Baru untuk Para Kambing Gunung
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Sepeda Aero Merek Java Ini Bisa Dilipat
Benarkah Ban 25 Mm Lebih Cepat dari 23 Mm?