Kolom Sehat: Tour de France 2025

| Penulis : 

Ya, beberapa hari lagi ajang paling bergengsi dunia balap sepeda, Tour de France akan digelar, tepatnya besok, 5 Juli 2025. Seperti apa tahun 2025 ini? Kira-kira seperti ini ringkasan rutenya .

Untuk tahun ini semua stage atau etape akan diselenggarakan di Prancis, jadi tidak ada perpindahan negara. Yang mengikuti ada 184 atlet papan atas, dibagi menjadi 23 tim dan tiap team beranggotakan delapan orang.

Seperti apa rutenya? Ada tujuh rute flat, atau biasa dibilang rutenya sprinter unjuk kaki, enam rute bukit, enam rute gunung dan dua stage time trial. Bilangnya rute bukit, tapi eleasinya tetap jijik wkwkwkwk. 

Baca Juga: Cerita "Menemukan" Tanjakan Bromo dan Kediri Dholo KOM

Total elevasi selama tiga minggu penyelenggaraan setinggi 52.500 meter. Untuk tambahan catatan Bromo Wonokitri saja cuma 2.000 meter di atas permukaan laut. Jadi ini 25 kali naik turun Bromo, kurang lebih dalam 12 kali ride karena kan ada sembilan yang tidak rute nanjak. Ada 26 tanjakan dengan category 2 dan di atasnya .Untuk gunung atau puncak tertingginya ada di Col de la Loze 2,304 mdpl. 

Itu kira-kira rute atau menu yang harus dihabiskan para atlet itu dalam tiga minggu. Total jaraknya 3.320 Km dan semua etape ini akan dilewati dengan habis-habisan, selisih setengah roda saja bisa kalah. 

Siapa saja yang di gadang-gadang juara? Rasanya yang patut diperhitungkan hanya dua nama, Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard. Dan makin ke sini kemonsteran Pogacar makin menjadi. Di ajang pemanasan Dauphine, Jonas berhasil dikalahkan telak. Apakah Visma Lease a Bike dan Jonas bisa membalas kekalahan mereka?

Selain mereka berdua saya berharap Remco evenepoel bisa memberikan perlawanan yang berarti. Walau form-nya dikhawatirkan tidak peak karena kecelakaan akibat pintu mobil yang dibuka secara mendadak, tapi paling tidak hanya Remco yang bisa memberikan perlawanan. Tim-tim lain mungkin hanya berharap bisa mencuri satu-dua kali juara etape, itu sudah happy. 

Baca Juga: Daftar 20 Tim Peserta Tour de Banyuwangi Ijen 2025, Dari Eropa Hingga Tanah Air

Teknologi apa yang akan dikeluarkan di ajang ini juga masih tanda tanya? yang pasti para atlet yang berlaga ini didukung oleh official dengan segudang data. Agar setiap nutrisi, setiap perpindahan gear, dan setiap belokan dapat mereka maksimalkan untuk memperjauh jarak. 

Siapa jagoan anda? Apa tahun ini kita menebak siapa juara kedua saja supaya lebih seru? Karena keliatannya juara satunya sudah terukir sebelum dimulai. Tapi sabar, mari kita saksikan dan berharap ada pergeseran posisi. Sekian. (Johnny Ray)

Populer

Bikeberry Gelar Last Sunday Ride, Peserta Membludak
Binloop Rencanakan Agenda yang Lebih Bervariasi
Kolom Sehat: Lebih Baik Pulang Kewer daripada Pulang Ditangisi
Sukses Gowes Mengelilingi Pulau Bali dalam Sehari
Itzulia Basque Country 2026: Paul Seixas Akhiri Puasa Gelar 19 Tahun Perancis
Magh Firotika Juara di Dholo, Kemenangan Kedua di Trilogi Jatim
Lelogama KOM 2025: Panasnya Tak Terkira, Pemandangannya Tiada Tara
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Kolom Sehat: Yesterday Afternoon Boy
Roglic dan Dumoulin Tampil di Vuelta a Espana 2020