Berbarengan dengan peringatan Hari Kartini, 21 April, mari berkenalan dengan pelopor goweser perempuan di dalam kota (dalkot) Jakarta bernama Bestea Cycling. Perkumpulan para pesepeda perempuan itu pertama kali terbentuk pada bulan puasa 2022. Pencetus perkumpulan ini ialah Dea Tunggaesti dan Ula Kindangen yang kemudian mengajak rekan-rekan cyclist perempuan lainnya untuk bergabung. 

Awalnya saat bulan puasa mereka yang sedang berhalangan menjalankan ibadah ingin aktif bersepeda dan latihan. Di saat itu pula, pandemi COVID-19 masih merebak sehingga aktivitas publik belum sepenuhnya kembali normal. Bersepeda jadi pilihan untuk berolahraga yang dinilai aman. 

Selain itu, grup ini juga mengakomodir keresahan mereka. Komunitas sepeda dalkot saat itu kebanyakan memiliki intensitas kecepatan tinggi. Hal ini membuat para cyclist perempuan kewalahan mengikuti ritme cyclist lain. 

Baca Juga: Last Chance! Bromo KOM Buka Kuota Tambahan Mulai Hari Ini

"Mayoritas Bestea Cycling adalah perempuan, kami ingin bersepeda dan berlatih bersama-sama dengan pace serta kecepatan yang sedang dan nyaman, sehingga bisa improve tanpa harus terlalu suffer," kata Ula Kindangen, Founder Bestea Cycling.

Anggota Bestea Cycling di awal terbentuknya pada 2022. 

Tak hanya bersepeda bersama, Bestea Cycling berkembang menjadi tempat berlatih yang terprogram dan diawasi pelatih khusus. Rutinitas latihan mereka empat kali dalam sepekan.

Hari Senin dimanfaatkan untuk latihan zona 3 (Tempo). Rabu dimaksimalkan pada latihan zona 4-5 (Treshold & Vo2Max). Jumat berlatih high cadence dengan zona 3-4, serta Sabtu dipergunakan dalam latihan endurance selama 2-3 jam. 

"Sejak itulah Bestea Cycling menjadi pelopor gowes perempuan di dalkot (dalam kota) yang bersepeda dengan formasi dengan kecepatan yang meningkat dan tetap bisa finis bareng," imbuh Ula. 

Baca Juga: Bak David dan Goliath, Skjelmose Taklukan Para Juara Dunia di Amstel Gold Race

Nama Bestea sendiri merupakan plesetan dari kata bestie yang berarti sahabat atau teman dekat. Diksi yang jadi bahasa gaul untuk menyebut satu sama lain. 

"Saat itu kita saling memanggil bestie, akhirnya kita buat plesetan namanya jadi @Bestie.Bestea (bukan CC) di mana cewek-cewek suka gowes average up to 43 yang nyaman dan aman dengan pelopor membuat formasi di setiap ride-nya," jelas PR Bestea Cycling, Dievta Aurelya. 

Bestea Cycling terbuka untuk siapa pun, termasuk cyclist laki-laki. 

Pesepeda perempuan yang aktif di Bestea Cycling saat ini berjumlah 20 cyclist. Meskipun demikian, Bestea Cycling membuka diri kepada siapa pun yang ingin berlatih bersama. Termasuk cyclist laki-laki. Yang berminat bisa datang di titik kumpul (Tikum) di Gedung Bank Panin, Jln. Jenderal Soedirman, Jakarta Pusat. Jam berkumpulnya pada pukul 05.20 WIB. 

"Kita welcome juga untuk siapapun yang mau join," tutup Rifqi Hutomo, perwakilan lain dari Bestie Cycling. (Mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink
Wadow, Nike Terjun ke Arena Sepatu Indoor Cycling
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Nggravel Blitar 2025: Prakiraan Cuaca Bakal Hujan, Justru Jadi Perbincangan
Karya Terbaru Nurmi Pandit, Mewah dengan Gold Leaf
Cerita Debutan Bromo KOM 2026: Rela Long Ride demi Latihan Tanjakan Hingga Jual Helm Kesayangan
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...
Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara
Tips Memperkuat Otot dengan Gym