Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) bersinar kembali usai mencetak kemenangan luar biasa di balapan Tour of Flanders pada Minggu, 6 April 2025. Pogi, sapaan Pogacar, melaju sendirian menuju garis finis yang berada di Oudenaarde. Menciptakan keunggulan sejauh 1 menit 1 detik dari para pesaing terdekatnya. 

Pogi menciptakan attack pada jarak 19 Km sebelum finis, tepatnya di area tanjakan dan cobble di Oude Kwaremont. Usaha pembalap Slovenia itu membuatnya menjauh dari kejaran lawannya, seperti Mathieu van der Poel (Alpecin-Deceuninck), Wout van Aert (Visma-Lease A Bike), dan Mads Pedersen (Lidl-Trek). Ketiga pembalap itu akhirnya finis bersamaan. Posisi runner up jadi milik Pedersen. Sedangkan, podium terakhir dilengkapi oleh Van der Poel. 

Kemenangan ini sekaligus jadi momen Pogi membalas kekalahannya atas Van der Poel di balapan Milan-San Remo beberapa waktu lalu. Saat itu, sang juara dunia road race 2024 kalah dalam sprint terakhir melawan Van der Poel dan Filippo Ganna. 

"Tujuan utamanya adalah menang, tetapi sulit untuk mewujudkannya. Pada akhirnya, kami berhasil dan saya sangat bangga dengan tim dan cara kami berlomba hari ini. Saya sangat senang memenangkan perlombaan ini dengan seragam ini,” kata Pogacar setelah balapan.

Balapan Monument Classic edisi ke-109 itu berlangsung ketat sejak awal. 19 tanjakan dan segmen cobble menjadi tantangan utamanya. Meskipun begitu, Pogacar dan Van der Poel selalu menjadi perhatian utama selama balapan. Persaingan keduanya berlangsung sangat sengit. 

“Rencananya adalah berangkat dari (Oude Kwaremont) dan kami selalu mengikuti rencana tersebut. Meskipun ada beberapa kecelakaan di tim, tapi kami berhasil. Kami berpegang teguh pada rencana tersebut, dan kami menyelesaikannya," imbuhnya. 

Gelar Tour of Flanders 2025 jadi yang kedua bagi Pogacar. Sebelumnya ia meraih keunggulan serupa pada 2023 lalu. Selain itu, kemenangan ini juga menambah koleksi trofi Pogacar pada balapan-balapan Monument Classic menjadi delapan gelar. Dua gelar di balapan Tour of Flanders dan Liege-Bastogne-Liege, serta empat gelar di balapan Il Lombardia. 

Meskipun begitu, pertarungan antara Pogi dan Van der Poel tidak akan berhenti sampai di sini. Dalam waktu dekat, keduanya akan kembali bersua di balapan Paris-Roubaix yang akan berlangsung pada 13 April mendatang. 

Van der Poel saat ini adalah penguasa dari balapan jalan kerikil terberat di kalender UCI itu. Pembalap Belanda merupakan pemegang gelar juara dalam dua musim terakhir. Sedangkan, Pogacar seorang debutan. Ia belum pernah mengikuti balapan Paris-Roubaix sebelumnya. 

“Paris-Roubaix adalah balapan yang sama sekali berbeda, tetapi saya akan menerima tantangan itu. Saya akan berusaha sebaik mungkin. Saya tahu bahwa Flanders lebih cocok untuk saya, tetapi Anda tidak pernah tahu. Roubaix juga merupakan balapan yang sangat sulit. Saya pikir dengan kondisi saya saat ini, saya harus mencobanya," tutupnya. (Mainsepeda)

Photo by Rondevanvlaanderen

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Tirreno-Adriatico 2026-Etape 1: Filippo Ganna Tak Terbendung di Nomor ITT
Paris-Nice 2026-Etape 2: Max Kanter Berjaya di Montargis
Indahnya CLBK Bersepeda
Strade Bianche 2026: Tadej Pogacar Lampaui Rekor Cancellara
Kejutan Luke Lamperti, Memenangi Etape Pembuka Paris-Nice 2026
Preview Paris-Nice 2026: Ujian Pertama Vingegaard, Juan Ayuso Bisa Jadi Kuda Hitam
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
UCI World Championship 2025: Pogacar Back to Back Juara Dunia Road Race
Pogacar Berambisi Juara Strade Bianche Keempat Kali, Pembalap 19 Tahun Jadi 'Kuda Hitam'
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!