Triumvirat di Liege-Bastogne-Liege 2026: Pogacar dalam Kepungan Remco dan Seixas

Balapan monument classic keempat, Liege-Bastogne-Liege siap digelar pada Minggu, 26 April 2026. Edisi ke-112 balapan legendaris bertajuk La Doyenne atau "Sang Wanita Tua" ini bakal menjadi panggung pembuktian bagi sang juara bertahan, Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG). Ia berupaya mengukir rekor di lintasan tertua dunia tersebut.

Pogacar telah membawa pulang tiga trofi Liege-Bastogne-Liege. Targetnya kini ialah menyamai rekor Alejandro Valverde dan Moreno Argentin yang telah empat kali berdiri di puncak podium, sekaligus mendekati rekor juara terbanyak Eddy Merckx dengan lima gelar. 

Akan tetapi, usaha Pogacar mempertahankan gelar tidak akan mudah. Ia akan dikeroyok Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) dengan ambisi balas dendamnya dan ancaman nyata dari talenta muda Prancis, Paul Seixas (Decathlon CMA CGM).

Baca Juga: La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade

Rute Lebih Panjang, Siksaan Lebih Berat

Penyelenggara memberikan modifikasi pada rute 2026 dengan memperpanjang jarak tempuh menjadi 259,5 kilometer. Sebanyak 11 tanjakan kategori telah menanti, di mana intensitas balapan diprediksi meledak saat peleton memasuki Côte de Wanne di sisa 88 kilometer terakhir.

Dari sana delapan tanjakan lain berjejer sebelum memasuki garis finish di Liege. Titik krusial tetap berada di Côte de la Redoute. Tanjakan sepanjang 1,6 kilometer dengan gradien rata-rata 9,4 persen. Tanjakan ini adalah saksi bisu serangan solo mematikan Pogacar tahun lalu. 

Profil tanjakan Liege-Bastogne-Liege 2026.

Namun, ujian final ada pada Côte de la Roche-aux-Faucons; tanjakan curam yang hanya punya panjang 1,3 Km, tapi gradiens rata-ratanya 11 persen. Tanjakan ini kerap menjadi penguras tenaga para pembalap di fase kritis.

Pertarungan Tiga Bintang

Jika berhasil finis terdepan, Pogacar akan mengoleksi empat gelar Liege, menyamai rekor legenda Alejandro Valverde dan Moreno Argentin. Ia juga berpeluang menjadi pebalap pertama sejak 1987 yang mencetak hattrick kemenangan beruntun.

Strategi bintang UAE Team Emirates-XRG ini cukup krusial, ia sengaja absen di Amstel Gold Race dan Fleche Wallonne demi menjaga kebugaran fisiknya. "Balapan di Ardennes berlangsung cukup solid bagi tim sejauh ini dan saya berharap kami akan dapat membangun kemenangan di Liege. Rekan-rekan bekerja dengan baik jadi saya pikir kami berada di posisi yang baik," ungkap Pogacar. 

Pogacar mengalahkan Remco dan Seixas di Kejuaraan Eropa road race musim lalu.

Di sisi lain, Remco Evenepoel hadir tanpa gangguan cedera. Meski pernah menang di edisi 2022 dan 2023, Remco belum pernah menundukkan Pogacar secara head-to-head di Liege. Balapan Minggu besok adalah momen pembuktian kapasitasnya sebagai "King of the Ardennes" di hadapan publik pendukungnya sendiri.

Ring pertarungan tidak hanya menjadi milik Pogacar dan Remco. Musim ini, wonderkid Prancis, Paul Seixas, tiba-tiba menjadi sosok paling diperhitungkan untuk menjadi lawan para mega bintang. Pemuda 19 tahun ini baru saja meraih kemenangan Fleche Wallonne pekan lalu. Ia juga sebelumnya merebut gelar juara umum di balapan Itzulia Basque Country dengan kemenangan telak dari lawan-lawannya. 

Dua hasil positif tersebut membuat Seixas mulai diunggulkan. Ia dinilai memiliki DNA juara yang komplet di usia masih sangat muda. Bahkan banyak analis menyebut catatan prestasinya hari ini lebih baik dari Pogacar ketika berada di usia yang sama.

Seixas jadi fenomena baru musim ini usai meraih dua gelar WorldTour. 

Meskipun demikian, Seixas mencoba merendah. Ia tampak tidak ingin terbebani dengan klaim sebagai lawan sepadan bagi Pogacar. "Saya tidak melihat diri saya sebagai calon pemenang utama," kata Seixas. 

"Kita saat ini sedang membicarakan seseorang yang mungkin pembalap terbaik yang pernah ada. Saat ini, saya tidak berada di level bisa mengalahkannya," imbuh pembalap kelahiran Lyon itu.  

Baca Juga: Respons Cepat Tim Safety Nggravel Blitar 2026 Tuai Apresiasi Peserta

Sementara itu, Lidl-Trek menyiapkan skema perusak dominasi melalui duo Giulio Ciccone dan Mattias Skjelmose. Nama lain yang patut diwaspadai adalah Afonso Eulálio (Bahrain Victorious) yang tengah dalam performa impresif sejak Kejuaraan Dunia lalu.

Kabar yang cukup baik adalah cuaca diprediksi akan bersahabat. Suhu berkisar 6-15 derajat celcius dengan embusan angin minimal. Tanpa faktor cuaca ekstrem, adu taktik dan kekuatan murni di tanjakan akan menjadi penentu utama. (Mainsepeda)

Data powered by FirstCycling.com


COMMENTS