Pembalap asal Britania Raya Thomas Pidcock dipastikan meninggalkan Ineos Grenadiers tahun ini. Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk pemutusan kontrak lebih dini. Kabar yang beredar Pidcock akan dipinang tim kasta kedua, Q36.5 Pro Cycling Team. 

"Kami sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan bersama Tom. Membantunya mencapai beberapa momen yang luar biasa dan berkesan," kata CEO Ineos Grenadiers, John Allert.

"Kami berterima kasih kepada Tom atas empat tahun terakhir dan mendoakan yang terbaik baginya di masa depan," imbuhnya.

Pidcock terlihat di pusat pelatihan Ineos Grenadiers di Manchester pada bulan November. Namun, anehnya ia tidak muncul di setiap postingan media sosial tim. Sedangkan, Pidcock dilaporkan sudah absen pada sesi latihan bersama di Andorra dan Girona pada bulan ini. 

Kontrak Pidcock di Ineos Grenadiers sejatinya baru tuntas pada 2027. Namun, hubungannya dengan tim memburuk beberapa bulan terakhir. Terutama saat namanya "dicoret" dari balapan Il Lombardia. Padahal ia merupakan pebalap terkuat mereka. 

Baca Juga: Remco Evenepoel Celaka saat Latihan, Patah Beberapa Tulang

Meskipun demikian, ia dinilai belum mampu memenuhi harapan tim, khususnya pada ajang GrandTour, Tour de France. Kontribusinya dinilai tak sebanding dengan bayaran tinggi yang didapatnya saat ini. 

Di balapan road race, tak banyak prestasi yang dicatatkan Pidcock di level WorldTour. Ia meraih kemenangan etape Tour de France di Alpe d'Huez serta gelar di balapam Strade Bianche 2023 dan Amstel Gold Race tahun ini. 

Prestasi terbaik Pidcock hadir di nomor sepeda gunung dan cyclo-cross. Ia tercatat sebagai juara dunia UCI di kelas cyclo-cross pada 2022. Di balapan Mountain Bike (MTB) lebih hebat lagi karena ia dua kali meraih medali emas Olimpiade. 

Sumber terpercaya mengatakan bahwa Pidcock diharapkan menandatangani kontrak dengan tim Q36.5 dalam waktu dekat. Meski tim ini berada di kasta kedua, dipercaya nilai kontrak Pidcock akan meningkat pesat. Lebih besar dari yang ia dapat di Ineos Grenadiers, yakni 3 juta euro per tahunnya. 

Baca Juga: Lance Armstrong Tawarkan Kebaikan untuk Pengkritik Dirinya

Kekuatan finansial Q36.5 disokong oleh miliarder Ivan Glasenberg. Pengusaha Afrika Selatan yang memiliki perusahan pertambangan terbesar di dunia.

Baru-baru ini, Glasenberg juga telah membeli saham produsen sepeda Pinarello. Pidcock direncanakan akan menggunakan sepeda bermerek Pinarello tersebut untuk berlaga di balapan off-road. Sedangkan, balapan road race akan menggunakan sepeda merek Scott yang telah bekerja sama dengan Q36.5 pada tahun 2025.

Hingga saat ini, belum ada kepastian Ineos Grenadiers akan mencoba mencari pengganti Pidcock untuk musim depan. Namun, sejumlah nama bisa jadi opsi. Salah satu yang paling memungkinkan ialah Maxim Van Gils. Diketahui, Van Gils saat ini sedang berburu klub anyar pasca meninggalkan Lotto Dstny. (Mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 15: Breakaway Tak Terkejar, Fredrik Dversnes Menang di Milan
Giro d'Italia 2026-Etape 14: Vingegaard Dominan dan Rebut Maglia Rosa
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Giro d'Italia 2026-Etape 13: Alberto Bettiol Tak Terkejar di Verbania
Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Bromo KOM 2026: Ketika Para Remidial Tak Pernah Kapok Tuntaskan Misi Finis Bahagia
Kolom Sehat: Tour de France 2025
Atlet Balap Sepeda Odie Positif Doping, IADO Terus Edukasi Bahaya Zat Terlarang
Vee Gusti dan Juwanto Jawara Tour de Manado 2018