Kolom Sehat: Painkiller for Broken Heart

| Penulis : 

Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Ini adalah judul lagu legend milik mendiang Meggy Z. Ya, mungkin benar. Kalau sakit hati (jantung), obatnya mungkin lebih sulit daripada sakit gigi.  Saya tidak tahu apakah lagu ini sudah diriset oleh dokter jantung dan dokter gigi. 

Broken heart atau sakit hati penyebabnya banyak sih menurut saya. Hanya saja frase ini identik dengan masalah asmara. Lagi-lagi sesuai dengan lagunya ya. Padahal sepanjang manusia itu hidup, pasti sarat dengan masalah. Kalau tidak mau sakit hati dan tidak mau ada masalah ya jangan hidup. wkwkwkwk (dark joke mode).

BACA JUGA: Diprakarsai Seskab Pramono Anung, Kopidurian CC Selalu Santap Kopi dan Durian Usai Gowes

Lebih dari lima tahun yang lalu saya sering asal bergurau. Pada saat itu sepedaan belum hype, belum melewati pandemi. Bersepeda pada umumnya hanya 100 km-an sudah jauh. Sedangkan saya dan teman teman rutenya 200 km lebih. Pulang pun sudah sore. 

Johnny Ray saat bersepeda jarak jauh. 

Saya pun dengan asal bergurau, “Pada kenapa ini? Kalau ada masalah diselesaikan baik-baik kok malah nggak balik-balik sepedaannya.” Ternyata sekarang 200 km itu jarak “biasa”. Bagi sebagian orang itu jarak sehari hari. Goderrrrr bagi mereka. Mencari event di atas 200 km itu sekarang banyak. Mau yang  masih bunyi ratus atau sudah lewat ke 3 digit/ribuan km.

BACA JUGA: Unbound Gravel 2024 Makin Kejam, Pilihan Ban Makin Besar

Kadang saya juga mencoba gowes seperti ini. Dan memang beda jauh dengan gowes yang cepat. Manajemen sepedaannya menyangkut banyak hal. Tidak hanya sekadar mengayuh sepeda. Tapi juga kapan makan, kapan istirahat, kapan nge-charge gadget, kapan makan lagi. Itu harus di-planning sebelum sepeda itu dikayuh. Karena ketika sudah lelah, maka otak ini serasa lemot. Mau mikir apa aja susah.

Yang pasti, capeknya badan itu akan menjadi prioritas nomor satu sehingga apapun yang lain jadi prioritas nomor sekian. Mengarungi jalan dan berusaha di bawah batas waktu atau yang biasa disebut COT adalah sebuah perjuangan yang luar biasa buat saya pribadi.

Mungkin sepedaan seperti ini cocok. Cocok untuk Anda yang butuh painkiller untuk heartbroken Anda. Ya paling tidak usaha seperti ini tidak membuat ketergantungan obat-obatan. Dan juga Anda bisa lebih meng-explore daerah sekitar dengan lebih menyeluruh. Apalagi negara kepulauan Indonesia ini begitu indah. Jalannya banyak view-nya juga ajaib. Bisa juga jadi alternatif painkiller untuk kebosanan juga. Lebih baik sepedaan jauh daripada sakit hati. Kalau nggak percaya boleh dicoba. Sekian.

Populer

Tour de France 2026-Etape 3: Pogacar Menang dan Rebut Yellow Jersey
Tour de France 2026-Etape 2: Del Toro Menang, Vingegaard Pertahankan Jersey Kuning
Tanjakan 20 Persen Lebih, Oscar Rodriguez Kejutkan Semua Orang
Tour de France 2026-Etape 1: Visma-Lease a Bike Menang TTT, Vingegaard Rebut Jersey Kuning
Apakah Kita Butuh Disc Brake dan Gravel Bike di Indonesia?
Giro d’Italia 2018: Debut Sepeda dan Aksesori Baru
Barang-Barang yang Disiapkan untuk Bike to Work
Bentang Jawa Lunas
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
Pemanasan Sambut Bromo KOM X, URCC Tulungagung Gowes Bareng ke Bromo