Tim Mainsepeda merangkum seluruh perjalanan East Java Journey (EJJ) 2024 kategori 1.500 Km dalam format movie. Lengkap dengan narasi, plot, dan alur cerita. Movie bertajuk 1.500 Km: Heaven and Hell of East Java itu berdurasi 2 jam 31 detik telah diunggah di kanal YouTube Mainsepeda. Bisa dinikmati siapapun, baik peserta maupun siapapun yang ingin mengalami serunya petualangan panjang bersepeda super berat dalam jarak 1.500 Km.

Ultra Cycling Movie EJJ 2024 1.500 Km merekam berbagai momen perjuangan dan kerja keras pada peserta merampungkan tantangan yang diberikan Mainsepeda. Kategori 1.500 Km tak hanya soal jarak yang lebih jauh dari 600 Km, tapi juga sisi kompetitif karena para peserta memperebutkan gelar juara.

Fase "hell' digambarkan dengan rute yang berat, tanjakan curam, dan gravel yang berat. Namun, sisi "heaven" terwakilkan dengan pemandangan alam yang indah khas Jawa Timur. 

Cyclist asal Depok Arga Isandhitya Putra menyebut di film segalanya terasa indah, berbeda jika merasakan langsung tantangan EJJ 2024 1.500 Km.

"Filmnya keren. Cerita dari awal sampai akhir sesuai seperti yang peserta rasakan saat event. Feel-nya juga dapet. Ada senang, frustasi, takut, bangga, lelah, bahagia dan lainnya, semua terasa ketika nonton filmnya. Pengambilan gambarnya juga oke banget, keliatan lebih indah di film daripada menjalani langsung," ungkap pria 32 tahun ini. 

Baca Juga : Ismail Saputra Ikut EJJ 2024 Berbekal "Sponsor" Hadi Tombro

Peraih juara 1 kategori Women 40 and Up Patricia menyebut Ultra Cycling Movie EJJ 2024 1.500 Km merangkum segala kenangan yang ia alami. Ia pun dapat ikut berbagi cerita dengan keluarga dan rekan-rekannya tentang sulit dan indahnya tantangan EJJ 2024 1.500 Km.

"Meski saya sering posting IG story, tetapi film EJJ ini bener-bener merangkum semua perjalanan peserta. Bagi peserta film ini seperti dokumenter pertualang bersama. Saya jadi memiliki kenangan tak terlupakan. Keluarga saya juga sangat antusias menyaksikan real view dari perjalanan saya di EJJ," jelas Patricia. 

Potret kelelahan Dwi Trijono ketika melalui rintangan di EJJ 2024.

Bagi cyclist luar Jawa, banyak pengalaman baru yang tak ditemui di daerah asalnya. Hairudin, peserta EJJ 2024 1.500 Km asal Samarinda jatuh cinta dengan rute yang beragam. Salah satunya ialah jalur masuk perkampungan yang membuatnya merasakan kedekatan dengan masyarakat Jawa Timur. 

"Sudut pandang filmnya luas jadi saya tahu persaingan kelompok depan begitu sengit dan yang belakang perjuangannya begitu epik. Konsep masuk desanya jangan diilangin deh kayaknya, itu nyawanya," tuturnya.

Tapi pada akhirnya, momen yang terekam di Ultra Cycling Movie EJJ 2024 1.500 Km tak bisa dilupakan segalanya. Tak sedikit yang ingin mengulang kembali. 

"Wah mantap pol. Ga bakalan bisa dilupakan EJJ 2024. Saya sudah siap-siap untuk ikut edisi 2025," jelas cyclist asal Malang, Dwi Trijono. (Mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 11: Jhonatan Narvaez Cetak Hattrick Kemenangan Usai Taklukkan Enric Mas
Karya Terbaru Nurmi Pandit, Mewah dengan Gold Leaf
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Simon Yates Amankan La Vuelta 2018!
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas
Giro d’Italia 2026: Vingegaard Favorit Utama, Siapa Penantangnya?
Bentang Jawa Lunas
Kolom Sehat: Saya Harus Menghadap Guru BP
Liburan ala Ernest dan Nirina: Bersepeda 12 Hari Jakarta-Bali 1.200 km