Apa yang ada dalam pikiran cyclist ketika liburan tiba? Pasti bersepeda! Dan pasti inginnya bersepeda yang mengesankan. Agar bisa menjadi cerita yang paling berbeda ketika kumpul bersama teman-teman setelah liburan usai.

Gowes dari Jakarta ke Bali, itu yang dilakukan Ernest Fardiyan Syarif dan Nirina Zubir! “Biar heboh sekaligus juga menguji nyali kami. Karena saya tidak mau hanya jadi pemimpi, saya ingin mengikuti tubuh dan pikiran lalu menjalankannya. Kamu tidak akan pernah tahu apa kami bisa mencapainya, jika tidak dicoba,” kata Nirina.

Sebenarnya, perjalanan "gila" ini dimulai ide dari Ade Putri dan Arie Dagienkz. Lalu ditemani juga oleh Baharudin yang akan mudik ke Bangil, Pasuruan. Selain hanya sebuah perjalanan, Ernest dan Nirina mempunyai misi khusus yakni mengampanyekan hidup sehat. Melalui tagar #suami_istri_ride, mereka ingin mengajak pasangan untuk berolahraga agar lebih sehat jasmani rohani.

Tidak mau egois, pasangan artis ini mengajak serta anak-anak mereka. Zivara Ruciragati Syarif dan Elzo Jaydn Anvaya. Tentunya mereka tidak gowes, tetapi mengikuti dengan mobil. Agar nyaman, Ernest menggandeng Limbert dari Everydayholiday.id dan Agil Hernaldi, modifikator mobil yang sudah biasa membuat camper van.

“Cukup dua minggu aja mengubah interior Toyota Hi-Ace ini menjadi rumah kedua anak-anak. Ada kasur, dapur, lemari, dan atap tenda,” tutur Ernest.

Perjalanan ini dimulai hari Kamis, 6 Juni 2019. Tepat hari kedua lebaran, Ernest mengayuh sepeda Specialized Allez dengan grupset SRAM Rival disc-brake dan wheelset Roval 38. Sedangkan Nirina mengayuh sepeda Specialized S-Works Tarmac SL6 mixtape edition. Dilengkapi grupset Shimano Ultegra disc-brake dan wheelset ENVE.

Jalur yang dilewati rombongan ini adalah pantura. Hari pertama ditempuh sejauh 127,5 km dari Jakarta menuju Subang. Total perjalanan ini mencapai 1.200 km dan berakhir tanggal 17 Juni di kota Denpasar, Bali.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan Yudha Putra, sahabat Ade Putri dan akhirnya bergabung ikut melakukan perjalanan ini. “Tak hanya Yudha, kami juga bertemu dengan Rifky di sekitaran Bantar Gebang. Dia mau mudik ke Batang, Pekalongan dengan bersepeda. Akhirnya ikut rombangan kami,” cerita Ernest dengan gembira.

Ketika sampai di kota Cirebon, mereka kesulitan mendapatkan hotel. “Tidak tahu ada acara apa, yang pasti semua hotel di Cirebon penuh malam itu,” keluh Ernest. Beruntung, ada seorang teman yang sedang mudik ke Bandung, jadi kami diijinkan bermalam di rumahnya di Cirebon. “Perjalanan kami sangat seru. Karena tiap hari mempunyai cerita sendiri dengan rute yang aneka ragam dan pemandangan yang indah,” cerita Nirina antusias.

Dari kiri: Arie Dagienkz, Ernest, Nirina, Ade Putri, dan Yudha.

Salah satunya adalah rute Semarang-Solo yang menantang dengan tanjakan curamnya. “Terutama di tanjakan Uness tembus ke Ungaran lanjut naik lagi ke arah Salatiga,” bilang Nirina yang sukses melaluinya dengan lancar.

Perjalanan melalui tanjakan curam sejauh 10 km ini makin seru karena ditemani oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atikoh. “Ternyata mereka adalah cyclist sejati dan kuat menanjak, loh! Terima kasih sudah bersedia menemani kami hingga Ungaran dan terima kasih atas traktiran soto Semarang-nya!” tutur Ernest.

Setiba di Solo, makin istimewa. Karena hari itu, 12 Juni, Ernest-Nirina merayakan ulang tahun buah hati mereka, Elzo yang ke-7 bersama sahabat. Keesokan harinya, rombongan ini memasuki Jawa Timur melalui jalur Ngawi. Keluarga kecil ini sempat merayakan ulang tahun Elzo di tempat wisata perkemahan Coban Rondo, Batu, Malang.

Ernest dan Nirina menikmati jalur seru di Jawa Timur seperti alas roban yang rolling, juga jalur Paiton yang menanjak, kemudian melalui jalur Baluran yang tanjakannya aduhai. “Di Banyuwangi, kami disambut oleh Kabid Pariwisata Pemkot Banyuwangi dan diantar hingga pelabuhan Ketapang untuk menyeberang menuju Gilimanuk,” ujar Nirina.

Hari ke-11, perjalanan hampir usai. Rombongan sudah memasuki pulau Bali! Hari terakhir, hari ke-12, rombangan ini menyelesaikan etape terakhir dari Jembrana ke Denpasar sejauh 95 km. “Kami sudah memasuki pulau Bali jadi kami ingin pelan-pelan aja menikmati perjalan pulau ini,” bilang Ernest.

Sayangnya, di hari terakhir ini, Ernest apes. Hanya kurang 40 km sebelum Denpasar, pulley RD-nya patah sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Jadi akhirnya Ernest harus loading dan Nirina melanjutkan perjalanan bersama kawan-kawan.

“Sedih banget tidak bisa menyelesaikan dengan tuntas. Tapi senang juga karena perjalanan ini lancar dan semuanya senang dan tak terlupakan!” bilang Ernest.

Ernest dan Nirina telah berhasil mewujudkan mimpinya bersepeda bersama. Menurut Nirina banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalan ini. “Kekompakan sebagai suami istri sekaligus keluarga sangat kuat di perjalanan kita kali ini,” tutup Nirina yang diangguki oleh Ernest. Ayo, siapa lagi yang ingin mewujudkan impian bersepeda bersama pasangan? (yudy hananta)

 

Rute perjalanan Jakarta-Bali ala Ernest dan Nirina

Hari 1 : Kamis, 6 Juni : Jakarta-Subang (127,5 km)

Hari 2 : Jumat, 7 Juni : Subang-Cirebon (111,7 km)

Hari 3 : Sabtu, 8 Juni : Cirebon-Tegal (71,4 km)

Hari 4 : Minggu, 9 Juni : Tegal-Pekalongan (65,4 km)

Hari 5 : Senin, 10 Juni : Pekalongan-Semarang (96,6 km)

Hari 6 : Selasa, 11 Juni : Semarang-Solo (95,5 km)

Hari 7 : Rabu, 12 Juni : Solo-Ngawi (80,6 km)

Hari 8 : Kamis, 13 Juni : Ngawi-Mojokerto (126,5 km)

Hari 9 : Jumat, 14 Juni : Mojokerto-Probolinggo (98,8 km)

Hari 10 : Sabtu, 15 Juni : Probolinggo-Situbondo (98,2 km)

Hari 11 : Minggu, 16 Juni : Situbondo-Banyuwangi (95 km)

Hari 12 : Senin, 17 Juni : Gilimanuk-Denpasar (115,7 km)


COMMENTS