"Harakiri" di Hari Keempat, JB Rebut Posisi Kedua dari Eko Budi di Klasemen 40 and Up 1500 EJJ 2024

John Boemihardjo berhasil mengakhiri perjalanan East Java Journey (EJJ) 2024 Kategori 1.500 Km dengan full senyum siang ini (1/3). Om JB -begitu ia kerap disapa- meraih podium kedua klasemen Men 40 and Up. 

Ia finis di Surabaya Town Square (Sutos), pukul 10.05 WIB. Butuh 101 jam baginya menuntaskan perjalanan mengelilingi Jawa Timur. Itu dihitung sejak start pada Senin, 26 Februari 2024. 

Meskipun menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menuntaskan event gravel terbesar dan tersulit di dunia, Unbound Gravel (Dirty Kanza 2021), John menyebut EJJ 2024 menjadi ajang terberat yang pernah ia ikuti.

Baca Juga: 1500 EJJ 2024 Update - Hour 92: Finis Kedua Men 39 and Under, Hadi Tombro Disambut Rice Cooker

John Boemihardjo (kiri) bersama dengan CEO Sub Jersey Eko Ramadhani, saat menerima trophy juara kedua East Java Journey 2024 Kategori 1.500 Km klasemen Men 40 and Up

Untuk merebut posisi kedua, JB melakukan "harakiri" di hari keempat. Habis-habisan tak tidur dari CP 3 di Madiun menuju finish di Surabaya. Di tiga malam sebelumnya, ia tidur cukup. Masing-masing enam jam di penginapan. Baru pada malam keempat sampai finis ia tak tidur, untuk mengejar posisi terbaik.

"Selama saya mengikuti semua event, ini yang paling berat, terpanjang juga selama sejarah hidup saya, terus medannya juga berat, mau nanjak ada, mau flat panjang ada, mau flat sama angin ada, mau hujan dengan rute bebatuan dan lumpur ada, komplet sudah," kata JB. 

Bersama EJJ 2024, JB juga banyak menemukan kejadian unik. Saat melintasi Hutan Baluran, ia sempat berhenti cukup lama karena kawanan sapi menyebrang. "Belum pernah ngalami seperti ini, saya lewat berkali-kali di Baluran, nggak pernah ada sapi yang menyebrang," tutur JB. 

Sementara itu, Eko Budi Prasetyo finish di posisi ketiga dari klasemen Men 40 and Up. Menurut data yang dimiliki oleh live-tracker Mainsepeda, ia finish pukul 12.28 WIB. Dalam waktu 103 jam. 

Eko Budi saat menerima trophy 3rd place East Java Journey Kategori 1.500 Km klasemen Men 40 and Up

Baca Juga: 1500 EJJ 2024 Update - Hour 90: Handika Kampiun EJJ 1.500 Km Men 40 and Up

Eko menjadi salah satu juara "tak terduga" bagi para dotwatcher EJJ 2024. Khususnya kategori 1.500 Km. Hal itu juga diamini oleh Eko sendiri. 

"Saya juga tidak menyangka, karena sebenarnya nggak pengen buru-buru, tapi tiba-tiba sudah sampai di sini saja," kata Eko.

Setelah start dari Surabaya Town Square (Sutos) pada 26 Februari 2024, pukul 05.00 WIB, Eko bukan barisan cyclist terdepan. Selepas bypass Krian menuju Tanjakan Tirtowening, Eko bahkan menjadi cyclist terakhir. 

"Saya sempat ngomong ke Mas Terry (Herianta Tarigan). Saya nggak pengen buru-buru. Karena rutenya bagus. Tapi lama kelamaan kok ini pada kesalip," kata Eko. 

Ia menyadari bahwa sempat berada di depan John Boemihardjo. Namun, Eko tak berniat untuk menjauh. "Saya sebenarnya senang sepedaan bareng-bareng. Saya nunggu, ini kok nggak lewat-lewat," terang Eko. 

Baca Juga: 600 EJJ 2024 Update - Hour 7: Candra Wahyudi Memimpin, 10 Cyclist Sudah Lewati Tanjakan Tirtowening

Jika East Java Journey digelar tahun depan, Eko siap mendaftar. Namun, dirinya ingin pair saja.  Bersepeda dengan kawannya. "Saya kalau EJJ ada lagi, pengen ada temennya sepedaan. Karena saya juga pengen ngobrolin sesuatu di jalan. Mau ngonten dan foto-foto juga. Biar ada buktinya 'ini lho saya ikut EJJ' jadi nggak dapat capeknya aja," tandas Eko. 

East Java Journey adalah event ultra cycling yang diselenggarakan Mainsepeda. Kategori 1.500 Km bersifat kompetitif. Sedangkan kategori 600 km yang start pada 1 Maret bersifat non kompetitif. Seluruh peserta baik kategori 1500 km maupun 600 km harus finis sebelum COT pada Minggu 3 Maret 2023 pukul 21.00 WIB untuk mendapatkan trofi. (Mainsepeda)


COMMENTS