Usai menjuarai Bromo KOM, Chika Zerra ingin menjadi yang terbaik di Kediri Dholo KOM Challenge 2022

Chika Zerra memiliki peluang besar untuk memenangkan Trilogi Jawa Timur. Dalam kategori Women Elite, Chika memimpin klasemen dengan raihan total 35 poin. Chika memenangkan Bromo KOM Challenge 2022 dan menjadi runner-up di Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022.

Pesaing Chika adalah Magh Firotika Marenda. Yang berhasil mengungguli Chika di Ijen. Saat ini Maghfi berada di urutan kedua klasemen dengan selisih 15 poin dengan Chika. Keduanya akan kembali bersaing di seri terakhir di Kediri Dholo KOM Challenge 2022 pada 3-4 Desember nanti.

Dengan jarak poin yang cukup jauh itu, Chika percaya diri bisa mengamankan posisi di race terakhir. "Saya yakin bisa. Saya akan berupaya latihan maksimal dan mempersiapkan kondisi saya di race Dholo KOM nanti," tegas Chika.

Bercermin dari hasil di Bromo KOM dan Ijen KOM, Chika memasang target besar. Dia ingin kembali menjadi Queen of Mountain (QOM) di kategori Women Elite. "Latihannya sesuai kebutuhan race. Sampai saat ini performa saya sudah sangat siap," ucapnya penuh percaya diri.

Pada Bromo KOM Challenge 2022, Chika menjadi pemenang usai mengungguli Putri Sefia Ardianti dan Liontin Evangelina Setiawan. Kemudian di Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022, Maghfi mengusik dominasi Chika.

Magh Firotika Marenda berupaya keras menjuarai Kediri Dholo KOM Challenge 2022

Raihan Maghfi memang tidak maksimal karena dia tidak mengikuti seri Bromo. Sebab dia kehabisan slot. Oleh karena itu, Maghfi mengaku memang cukup berat untuk mengambil alih posisi klasemen. Apalagi selisih poin mereka juga jauh.

"Meski dari segi raihan klasemen mungkin tidak bisa saya dapatkan, saya tetap memiliki ambisi lain. Saya ingin mengambil podium pertama di Dholo nanti. Tetap berusaha jadi yang nomor satu," ungkap Maghfi.

Dalam ambisinya mempertahankan podium pertama di dua race beruntun, persiapan Maghfi tidak kalah intens dengan Chika. Berbasis di Yogyakarta, Maghfi biasanya mengambil rute latihan ke Kaliurang. Dia ingin berada dalam kondisi terbaik di Dholo KOM nanti.

"Untuk latihannya lebih banyak ke jalan tanjakan karena tanjakan di Dholo lebih ekstrem ya katanya. Jadi, ya latihan di elevasi 800 meter," ujarnya. (mainsepeda)

Penasaran keseruan Kediri Dholo KOM Challenge 2021, ikuti di video highlight di bawah ini:

Hari Pertama

Hari Kedua

Podcast Mainsepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 116

Populer

Antusiasme Nggravel Blitar 2026: Ajak Ayah, Kejar Podium, dan Ingin "Healing"
Wout van Aert Juara Paris-Roubaix 2026, Kalahkan Pogacar dan Tebus Janji Lama Michael Goolaerts
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Rekor Bersepeda Tercepat di Dunia, 296 km/jam!
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Itzulia Basque Country 2026: Paul Seixas Akhiri Puasa Gelar 19 Tahun Perancis
Inilah Tiga Rute Seru untuk Gravel Bike di Tangerang
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Berdua Taklukkan “Queen Stage” Setinggi 2.400 meter Tanpa Pannier
Brompton Day Out 11 Hadir di Malang, Usung Semangat Inklusif dan Carnival Ride