Jumat (10/12) kemarin pengadilan Lille menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada dua pelaku pencurian 22 sepeda track milik tim nasional Italia. Kasus ini terjadi di Prancis pada akhir Oktober lalu. Kedua pelaku diketahui masih berusia belasan tahun.

Satu pelaku merupakan remaja berusia 18 tahun asal Prancis. Sedangkan pelaku lainnya beusia 19 tahun serta berasal dari Italia. Kedua remaja ini bagian dari geng perampok minivan yang diparkir di hotel tim Italia pada 22 Oktober. Dalam aksi itu, mereka berhasil mencuri hampir dua lusin sepeda track tim Italia.

BACA JUGA: Polisi Rumania Tangkap Pencuri Sepeda Track Tim Italia

Mereka berhasil diamankan kepolisian Rumania dalam penggerebekan gerbong narkoba. Sepeda-sepeda tersebut berhasil ditemukan. Aksi pencurian ini menyebabkan kerusakan senilai 400 ribu euro.

Menurut Le Journal de Saône-et-Loire, penyelidik Prancis dapat mengidentifikasi sidik jari salah satu terdakwa. Pengacara terdakwa mengklaim bahwa keduanya hanya kambing hitam atas insiden ini. Keduanya dibujuk untuk membongkar dan menyimpan sepeda oleh geng kriminal yang lebih terorganisir dan profesional.

BACA JUGA: Pencuri Sepeda Timnas Italia Diadili 10 Desember

Meskipun ke-22 sepedanya dicuri saat lomba masih tersisa dua hari, Italia masih bisa melanjutkan balapan di Kejuaraan Dunia Track di Roubaix. Sebab mereka masih menyimpan sepeda di Velodrome Roubaix. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 68

Foto: Reuters

Populer

Andhina, Helen & Mitya Tuntaskan Tanjakan Setinggi 3,275 Meter di Taiwan
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade
Mark Cavendish dan Marcel Kittel Tereliminasi dari Tour de France
Bagaimana Merakit Sepeda Weight Weenie alias Super Ringan
Berawal dari WhatsApp Group, Anggotanya Tak Hanya dari Surabaya
Specialized Tarmac SL7 alias "Vengemac"; Sang "Pemakan" Saudara Sendiri
Alex Zanardi Kembali ke Rumah setelah 18 Bulan di Rumah Sakit
Tren Sadel Hidung Pendek
Froome: Ineos Grenadiers tak lagi Penguasa Tunggal