Warna yang unik dan spesifik untuk penggunanya adalah salah satu ciri sepeda custom. Baru saja sepeda custom Wdnsdy Journey saya jadi. Masih fresh from the oven. Jika diibaratkan makanan, masih hangat. Walau part-nya tidak baru. tapi frame-nya baru.

Nah sekarang saya ingin sedikit bercerita kronologi soal sepeda Wdnsdy hore ini. Awalnya saya memang punya Wdnsdy Journey berbahan karbon. Akan tetapi, karena demand yang tinggi, maka barang yang awalnya untuk saya, akhirnya digeser ke customer yang lebih membutuhkan.

Saya harus menunggu lagi. Tidak masalah, pikir saya. Toh saya juga nggak sering main di gravel. Hal ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Sewaktu saya belum pernah mencoba bergravel ria. Belum tahu sepeda yang bentuknya perkasa ini untuk apa.

Awalnya saya kira untuk gagah-gagahan saja. Setelah melihat dan terjun langsung ke dunia gravel, baru saya tahu tujuan yang lebih liar, yakni mengarungi jalan yang belum teraspal. Soal seberapa ekstrem medan yang dilalui, itu kembali ke masing-masing individu.


Paling tidak mereka tidak takut bersepeda di atas tanah berpasir dan berkerikil yang acap kali menjadi momok pesepeda road bike. Maklum, kerikil dan pasir adalah dua hal yang mudah menyebabkan ban sepeda road yang kecil itu, selip atau bahkan robek.

Ditambah lagi sepeda gravel ini akrab dengan petualangan. Bepergian dengan membawa barang bawaan sendiri tanpa support kendaraan lain. Benar-benar menjalankan fungsi sepeda sebagai alat transportasi. Bukan sekadar hobi dan olahraga.

Semangatnya sedikit beda dengan road bike yang secara spesifik ingin secepat mungkin untuk mencapai sebuah tujuah dengan sepeda seringan mungkin.

Nah, setelah bersabar menghadapi shortage se-dunia akan produksi sepeda, akhirnya frame saya pun jadi. Siap untuk masuk dapur cat. Saya berpikir tentang warna yang membuat saya happy mengendarainya. Saya tidak mau terlalu serius. Sebab kecepatan bukan segalanya. Unsur "hore" harus ada di sepeda ini. Maka saya berkonsultasi dengan seorang teman di Satu Atap Creative. Saya minta mereka mendesain sepeda yang hore.

Setelah mencoba menuangkan ide di layar komputer, memilih warna dan desain yang berimbang, saya putuskan memakai warna oranye yang saya sukai itu sebagai aksen. Sepeda ini didominasi warna gelap. Sebab lebih mudah mencocokkan outfit-nya. Juga tidak terlalu kentara jika kotor. Wkwkwkwkwk.

Tapi jika dominan hitam akan terasa kurang fun. Untuk itu saya pilih British racing green sebagai warna utama. Sepintas sepeda ini terlihat berwarna hitam. Warna hijaunya akan lebih kentara apabila frame terkena sinar matahari.

Sedangkan desain gris-garis topografi itu mengingatkan saya akan kontur bumi tercinta ini. Ada dataran rendah dan tinggi. Ada jalan turun dan nanjak. Itu bagian dari hidup bersepeda. Juga bagian dari bumi ini.

Beberapa gambar kartun saya yang lucu adalah pengingat bahwa sebuah perjalanan harus hore. Harus menyenangkan. Gambar ini juga mengingatkan saya agar tidak lupa makan. Sebab terkadang tidak ada yang mengingatkan hal ini sewaktu bersepeda.

Sepedanya sudah jadi. Hasilnya luar biasa. Tim Wdnsdy Bike bekerja keras dan sabar untuk desain ini. Sekarang saya tinggal mencobanya mengarungi jalanan. Seperti lagu Ninja Hatori, Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang.

Apakah sepeda ini tetap hore saat melewati medan-medan "keras"? Saya berencana mencobanya di rute sadis. Semoga saya bisa sampai bersama selamat. Sekian. (johnny ray)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 66

Foto: @motretsport, Wdnsdy Bike


COMMENTS