Balapan etape 4 Paris-Nice 2026 yang digelar pada Rabu, 11 Maret, berubah menjadi kekacauan yang masif. Cuaca buruk yang diwarnai dengan angin kencang, suhu dingin, serta hujan membuat para pembalap tersiksa. Puncaknya ialah momen kecelakaan massal berkecepatan tinggi memaksa pemimpin klasifikasi umum (GC), Juan Ayuso (Lidl-Trek) harus mundur karena cedera. Di sisi lain, Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) memanfaatkan momen krusial itu untuk meraih kemenangan sekaligus merebut jersey kuning pemimpin klasemen GC.
Juara Tour de France dua kali itu melesat di kilometer terakhir menuju puncak tanjakan kategori 1 di Uchon untuk meninggalkan lawan-lawannya. Vingegaard finish solo setelah menaklukkan duo Red Bull-Bora-Hansgrohe yang sempat 'mengeroyoknya'. Dani Martínez finish di posisi kedua dengan catatan waktu 41 detik lebih lambat dari Vingegaard. Sedangkan, pembalap Red Bull-Bora-hansgrohe lain, Tim Van Dijke, meraih posisi ketiga.
Baca Juga: Paris-Nice 2026-Etape 3: INEOS Grenadiers Dominasi Balapan Team Time
"Kami mengharapkan hari yang gila, tapi tidak segila ini. Kami punya rencana, kami ingin menyerang di tanjakan utama, tapi sedari awal sudah berintensitas tinggi," ungkap Vingegaard ketika melakukan sesi wawancara setelah balapan.
Kemenangan ini membuat Vingegaard seakan telah menaruh satu kakinya di podium juara umum meski balapan Paris-Nice menyisakan empat etape lagi. Hanya Martinez satu-satunya lawan yang masih diperhitungankan dalam perebutan gelar. Kedua pembalap dipisahkan jarak 52 detik di klasemen GC. Sementara kompetitor lain, seperti Georg Steinhauser atau Kevin Vauquelin, akan terasa mustahil mengganggu dominasi Vingegaard karena selisih waktunya sangat lebar: di atas 3 menit.
Pada hari yang sangat dingin dan hujan lebat di perbukitan Prancis tengah, para pembalap memilih bermain aman. Namun, sejumlah insiden kecelakan terjadi. Yang paling fatal adalah kecelakaan di turunan curam pada kilometer ke-55. Kecelakaan ini menyebabkan Ayuso terjatuh dengan keras dan akhirnya mengundurkan diri dari balapan.
Tak hanya Ayuso, kandidat juara umum lain, termasuk Brandon McNulty (UAE Team Emirates-XRG) dan Iván Romeo (Movistar) juga harus tersisih. Hal ini membuat persaingan gelar akan monoton. Pasalnya Vingegaard tidak memiliki lawan sepadan.
Paris-Nice 2026 awalnya menjanjikan kompetisi yang sangat ketat. Vingegaard mendapat dua lawan tangguh, Ayuso dan Joao Almeida (UAE Team Emirates-XRG). Namun, sebelum event dimulai Almeida harus gugur karena sakit. Dan kini, Ayuso pun harus menerima nasib serupa.
Baca Juga: Preview Paris-Nice 2026: Ujian Pertama Vingegaard, Juan Ayuso Bisa Jadi Kuda Hitam
Jika merujuk edisi tahun lalu, Vingegaard pun juga dipaksa menyerah saat kans juaranya terbuka lebar. Ia mundur di etape 6 setelah insiden kecelakaan di hari sebelumnya.
"Tahun lalu, saya harus tersingkir dari balapan. Saya kecelakaan saat menggunakan jersey pemimpim balapan di pundak saya. Kembali ke momen saat ini dan saya memenanginya. Memulai musim seperti ini sangat fantastis," tutur Vingegaard. (Mainsepeda)
Results powered by FirstCycling.com