Gowes dengan gravel bike memang sangat seru. Sebab jenis sepeda ini bisa dipakai di mana saja. Sepeda ini memungkinkan cyclist menjelajahi sisi lain dari rute yang sering dilalui. Atau rute baru agar lebih cepat sampai rumah.

Bagi cyclist yang bermukim di Surabaya raya, mencari rute gravel itu gampang–gampang susah. Jikalau ada, biasanya di bawah sepuluh kilometer. Jarang yang kelewat pendek, khususnya bagi cyclist yang memiliki jam terbang tinggi.

Beberapa waktu lalu, member komunitas Gravel Cyclist Indonesia (GX-ID) Alfan Dardiri menjumpai rute gravel seru dan tak biasa. Tak jauh dari Surabaya. Tepatnya di Porong, Sidoarjo. Rute ini berada di atas tanggul Lumpur Sidoarjo (Lapindo).

"Di sini saya menemukan rute gravel dengan jarak, yang tercatat di Strava, sekitar 14 kilometer. Permukaan tanahnya cocok untuk gravel bike. Bisa dibuat gowes tanpa takut tersandung batu," tulis Alfan dalam pesan elektronik yang dikirim ke Mainsepeda.com.

Alfan dan kawan dari komunitas GX-ID menamakan medan gravel ini dengan Lapindo loop. Rutenya seperti ini, dari pintu masuk tanggul di Jalan Raya Porong, cyclist bisa mengitari tanggul dari sisi barat, lalu ke utara, timur, lalu selatan, dan kembali ke titik mula.

Menurut Alfan, ada titik segmen Strava yang bisa digunakan untuk mengukur waktu sekaligus latihan endurance.

Pemandangannya juga wah. Dari atas tanggul tersebut, cyclist bisa gowes dengan background Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Gunung Penanggungan yang agung. Ketiga gunung itu bisa dilihat dengan jelas karena tidak tertutup awan polusi.

Ia menambahkan, musim panas adalah waktu yang tepat untuk merasakan rute Lapindo loop. Cyclist disarankan datang pagi-pagi. Selain udaranya lebih fresh, asap semburan lumpur yang biasanya berbau menyengat, masih mengarah ke atas dan belum tersapu angin.

"Karena tidak ada warung makan atau toko kelontong di rute ini, jadi siapkan bekal makanan dan minuman yang cukup," pesan Alfan. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 43

Audionya bisa didengarkan di sini

Foto: Dokumentasi Alfan Dardiri, Strava


COMMENTS