ISN Siap Mewujudkan Ambisi Chris Froome

| Penulis : 

Mendekati pergantian tahun, makin dekat pula kita akan melihat Chris Froome berganti kostum. Setelah sebelas tahun membela Ineos Grenadiers (dulu Team Sky), Froome akan hijrah ke Israel Start-Up Nation (ISN) mulai Januari nanti.

Kepindahannya ke ISN sempat dibumbui drama. Froome menginginkan tempat utama di tim lama. Sayangnya peluang itu nyaris mustahil. Ineos Grenadiers sudah memiliki pembalap berkualitas yang usianya jauh lebih muda. Seperti Egan Bernal. Richard Carapaz, maupun Tao Geoghegan Hart.

Palu sudah ditetuk. Froome memutuskan hijrah dan ISN menerimanya dengan tangan terbuka. Bahkan, menurut Director sportive ISN Cherie Pridham, mereka siap mewujudkan ambisi pembalap asal Wales ini untuk meraih gelar kelimanya di Tour de France.

"Kami semua bekerja dengannya dengan sangat hati-hati. Kami ingin memastikan ia kembali sehat sepenuhnya dan kembali menjadi Chris Froome yang kita semua cintai. Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan gelar Tour de France kelima untuknya," katanya kepada BBC World Service's Sport Today.

Froome membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk bangkit selepas kecelakaan horor di Criterium du Dauphine 2019. Setelah penampilan kurang meyakinkan di sejumlah balapan, Froome mulai menunjukkan tajinya di La Vuelta a Espana 2020. Meski tidak juara, Froome mulai menampakkan wajah aslinya di balapan 18 etape itu.

Berbicara jepada Cyclingnews pada November lalu, Froome mengatakan bahwa persiapan menuju Tour de France tahun depan sudah dimulai. Balapan di La Vuelta 2020 merupakan salah satu tahapannya. "Persiapan untuk Tour dimulai dengan La Vuelta. Kondisinya akan terus berlanjut dan menjadi fondasi untuk tahun depan," kata Froome

Selain ingin mengantarkan Froome kembali berjaya di Tour de Francem Pridham juga memiliki ambisi pribadi. Apalagi dia adalah Director sportive wanita pertama di tim profesional pria. "Tujuan pribadi saya adalah mengikuti ritme WorldTour. Jika saya bisa memberikan kemenangan, itu akan menjadi reward," terangnya. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 27

Foto: Getty Images

Populer

EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2
EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Kena Dobel Kendala, Muhammad Suhud Harus Beli Ban sekaligus Smartphone Baru
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026: No Team Order, Dua Cyclist Wdnsdy JB dan Joko Bersaing Ketat Berebut Takhta Men 40 and Up
Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
EJJ 2026: Hanya Satu Peserta Gagal CoT di Cima Coppi
EJJ 2026: Lewat 33 Menit dari CoT, Machfud Ingin Remidi Tahun Depan
EJJ 2026: Berusia Kepala Enam tapi Tetap Optimistis Tuntaskan Tantangan 1.500 Km
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!