Tips Etika dan Protokol Komunitas Sepeda selama Pandemi Covid-19
by - July 28, 2020
Tips Etika dan Protokol Komunitas Sepeda selama Pandemi Covid-19
by Azrul Ananda - July 28, 2020

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Masih belum jelas kapan akan berakhir. Tapi life tetap go on. Bahkan, orang jadi sadar untuk hidup lebih sehat. Termasuk berolahraga. Khususnya bersepeda. Kadang agak ngeri melihat betapa banyaknya orang gowes saat weekend. Ngeri keamanan di jalan, juga ngeri tentang potensi penularan virusnya.

Kami dan teman-teman Azrul Ananda School of Suffering, juga komunitas Freebike Indonesia, terus diskusi tentang ini. Tentang bagaimana supaya hobi kita tetap jalan, tetap asyik, tapi tetap menjaga satu sama lain. Dari hasil diskusi, khususnya lewat grup WA, kami punya beberapa tips untuk teman-teman gowes dan komunitas.

Tips yang paling basic, tentu menerapkan tiga hal sederhana: Pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. Tapi, penerapannya tentu tidak semudah itu ketika bersepeda. Karena itu, berikut beberapa pelajaran yang kami dapatkan selama beberapa pekan terakhir:


1. Jangan Paksakan Keluar Rumah

Kalau kondisi badan sedang tidak nyaman, jangan paksakan diri ke luar rumah. Seberapa besar pun hasrat untuk gowes, utamakan kesehatan diri sendiri dan teman-teman lain.

Untuk diri sendiri, jangan sampai makin sakit, karena beban petugas kesehatan sudah begitu berat di era pandemi ini. Dan tentu saja yang paling utama, jangan sampai membuat teman-teman yang disayangi juga sakit.


2. Kapan Harus Menggunakan Masker

Kita semua tahu, tidak semua masker nyaman untuk dipakai gowes. Bisa mengganggu aliran udara. Apalagi kalau gowesnya tergolong intens. Sebagai solusi, bisa menggunakan buff atau kain "tubular." Lebih mudah untuk bernafas, karena udara yang dibuang bisa dialirkan ke bawah, tidak tertahan di dagu. Ada pula beberapa masker yang memang dibuat untuk olahraga. Kadang tidak murah, tapi kesehatan kan tidak ada nilainya?


Selalu bermasker saat sedang tidak gowes.

Kami teman-teman di grup suka gowes ke tempat-tempat yang menanjak. Selain lebih sepi, udaranya juga lebih segar. Karena menanjak, kita juga cenderung terpisah dari satu sama lain. Jadi, lebih aman ketika harus melepas masker.

Oh ya, justru paling penting pakai masker saat istirahat dan berkumpul. Kadang yang kami lihat justru terbalik. Ketika gowes dipakai, ketika nongkrong bergerombol malah dilepas!


3. Jangan Nongkrong Kelamaan

Di kelompok kami, yang utama adalah gowesnya. Gowes yang efektif, mengoptimalkan waktu olahraga di tengah jadwal dan kesibukan. Ini cenderung lebih aman, karena ketemu sebentar langsung gowes, lalu setelah itu langsung pulang ke rumah masing-masing. Kalau pun berhenti ngopi atau makan, memilih tempat yang lebih cepat dan terbuka. Itu pun tidak lama-lama.

Kadang, banyak komunitas yang masih lebih banyak nongkrongnya daripada gowesnya. Apalagi nongkrong di warung/kafe/restoran yang ramai dengan orang-orang dari grup lain. Plus ya itu tadi, lama nongkrongnya dan saat nongkrong itu justru tidak mengenakan masker!


4. Jangan Pindah-Pindah Grup Gowes

Idealnya memang gowes sendirian atau dalam kelompok kecil. Tapi ini tentu menghilangkan keasyikan aspek sosial dari bersepeda. Nah, kalau memang harus gowes berkomunitas, maka upayakan untuk stay in the same "bubble." Tetap konsisten bersama grup atau klaster yang sama. Jangan suka pindah-pindah kelompok. 

Dengan konsisten bersama kelompok yang sama, kita akan lebih saling menjaga. Kita juga bisa lebih intens saling meng-update perkembangan kesehatan masing-masing. Bahkan, seperti di komunitas Freebike Indonesia di Surabaya, anggotanya diminta untuk menjalani tes untuk memastikan kesehatan semua.

Dengan tidak loncat-loncat komunitas, kita juga memudahkan contact tracing, jaga-jaga kalau sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan.


5. Jangan Suka Nyelonong ke Grup Orang

Ini yang menakutkan, ketika di jalan. Sebuah kelompok sudah rapi bersama, tapi kemudian ada orang lain ingin nyelonong bergabung masuk ke peloton. Apalagi yang tidak kenal. Apalagi yang kemampuannya belum tentu sama. 

Tolong jaga etika dan hargai sesama kelompok bersepeda. Jangan suka memaksakan diri ikut kelompok orang. Satu, Anda bisa membawa masalah ke kelompok itu. Atau dua, kelompok itu bisa memberi Anda masalah!

 

6. Hindari Kerumunan

Seringkali banyak grup gowes menuju lokasi yang sama. Sehingga di lokasi finis ada begitu banyak orang bergerombol. Coba hindari kerumunan yang kebanyakan itu. Berkumpul di lokasi yang berbeda, dan upayakan selalu bersama orang-orang yang sama terus. Selain melindungi diri dan kelompok sendiri, juga melindungi kelompok orang lain.

 

7. Kantongi Hand Sanitizer

Untuk jaga-jaga, tidak ada salahnya mengantongi hand sanitizer kecil. Selalu membersihkan tangan kalau dibutuhkan. Dan jangan mudah menyentuh wajah sendiri.

 

8. Jangan Keras Kepala

Salah satu tantangan era pandemi ini adalah sekelompok orang yang menolak kenyataan. Kita tak usah peduli dengan teori konspirasi atau apa, karena faktanya virus dan penyakit ini ada. Jadi, selalu utamakan kesehatan diri sendiri dan orang lain. Pandemi ini pasti akan berlalu, yang penting jangan sampai kita menjadi bagian dari statistik, bagian yang menjadi korban! 

Sebagai penghobi sepeda, kami senang melihat ada begitu banyak orang berminat mengikuti hobi yang menyenangkan ini. Tapi dengan begitu banyaknya goweser pemula, muncul pula masalah-masalah baru di jalan. Apalagi di era pandemi ini.

Semoga tips di atas bermanfaat, dan kita semua selalu diberi kesehatan dan keselamatan. (azrul ananda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 6: Tips Touring dan Tempat Gowes Paling Asyik di Indonesia

Audionya bisa didengarkan di sini

 


COMMENTS