Ada Apa dengan Brompton?
by Johnny Ray - October 04, 2019

 

Apa itu Brompton? Brompton adalah sebuah sepeda lipat yang dibuat secara “handmade” di London, Inggris.

Sepeda ini mungil bannya, simple modelnya, serta praktis dan rapi sekali lipatannya. Hanya perlu sedikit space atau ruang untuk menyimpannya.

Setahun belakangan, Brompton begitu hits. Sampai terjadi shortage di dealer-dealernya. Ada begitu banyak komunitas baru yang muncul untuk menampung aktualisasi dari pemilik dan pengguna Brompton ini. Bahkan, ada komunitas yang khusus menaungi salah satu varian special edition-nya (CHPT 3).

Brompton bukanlah barang baru. Tapi baru belakangan ini hits di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya aktivitas orang di perkotaan dan begitu indahnya semangat ingin berolahraga agar sehat.

Di saat sebagian penghobi sepeda serius ingin berlomba lebih cepat, lebih tahan banting melewati rute-rute menantang, muncullah sebuah solusi “sehat” kasual untuk orang-orang di perkotaan.

Akan sulit bagi seorang cyclist dengan MTB atau road bike-nya membawa tunggangannya ke mana-mana. Tapi dengan Brompton (atau sepeda lipat lain) semua itu mungkin. Mau gowes ke mal, kafe, bisa. Mau dilipat untuk selalu berada di sebelah pemiliknya, tidak perlu khawatir.

Ini akan sulit dilakukan oleh pemilik road bike misalnya. Apalagi kalau pengelola tempat yang dikunjungi tidak paham kalau sepeda itu bisa lebih mahal dari mobil. Sang pemilik tidak akan mau sepedanya ditaruh di parkiran motor, atau jauh dari sang pemilik.

Ketika liburan tiba, Brompton juga menjadi solusi win-win untuk sekeluarga. Bisa mudah dibawa ke mana-mana (bisa masuk koper). Setiap anggota keluarga bisa punya sendiri-sendiri, atau bisa bergantian memakai satu sepeda.

Penulis di Hyde Park, London

Ya, satu sepeda Brompton bisa dipakai bergantian. Karena ini bukan sepeda performance, seperti road bike, yang bisa sangat “egois” dalam pemakaian. Kalau road bike (atau MTB), ukuran bisa beda-beda tergantung pemiliknya. Terlalu banyak hal-hal yang tidak boleh diganti. Bahkan selisih 2 mm bisa membuat pemiliknya (yang superserius) sakit urat atau tidak nyaman.

Bagi yang ingin memiliki Brompton mungkin bertanya, tipe dan warna apa yang tepat untuk saya. Jawaban penulis: Semua warna tepat tergantung selera.

Biasanya, rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Apa pun warna yang Anda pilih, kalau melihat milik teman, pasti ingin memiliki yang sama dengan sang teman.

Rata-rata paduan warna Brompton memang lucu dan imut, bingung mau pilih yang mana. Memang ada edisi khusus, yang warnanya khas dan jumlahnya terbatas. Tapi, seperti biasa, keterbatasan ini harus ditebus dengan merogoh kocek yang lebih dalam.

Untuk tipe Brompton, tersedia tiga pilihan handlebar. Yang klasik adalah Type M dan H, menawarkan posisi nyaman lebih tegak. Sedangkan Type S (flat handlebar) untuk cyclist yang ingin posisi lebih agresif (lebih bungkuk).

Pilihan kecepatannya ada 6, 3, 2, atau 1-speed. Untuk pilihan 6 dan 3-speed Brompton memakai internal gear. Tentunya ini menambah beban. Jadi kalau mau yang lebih ringan, pilihlah yang 2-speed atau single. Untuk size-nya, seperti dijelaskan di atas, one size fits all. Satu untuk semua. Tinggal atur tinggi seatpost. Beres.

Bukan rahasia, di Indonesia banyak beredar penjual-penjual Brompton dadakan. Mereka bukan dealer resmi, yang mendapatkan barang tanpa kejelasan asal-usulnya, lalu menjualnya 30 persen di atas harga normal. Yang hebat, pembeli tetap berebut.

Sekian dari penulis. Semoga membantu mendapatkan gambaran dasar tentang apa itu Brompton.

Tapi, apa pun sepeda Anda, nikmatilah olahraga ini. Banyak manfaatnya. Selamat bersepeda. Terima kasih. (Johnny Ray)


COMMENTS