Primoz Roglic praktis telah mengamankan gelar grand tour pertama dalam karirnya. Bintang Jumbo-Visma asal Slovenia itu mampu mempertahankan puncak general classification (GC) di penghujung Etape 20, Sabtu (14 September).

Di etape penutup Minggu hari ini (15 September), dia hanya perlu finis aman di peloton untuk meresmikan gelar tersebut.

Etape 20 memang menjadi kesempatan terakhir bagi para pesaing untuk merebut red jersey dari badan Roglic. Etape ini “bergunung-gunung,” melewati total enam tanjakan dalam total jarak 190,4 km menuju Plataforma de Gredos.

Etape 21 sebagai penutup merupakan “etape parade.” Rutenya datar keliling kota Madrid. Etape terakhir ini adalah ajang adu sprint, bukan lagi penentuan juara overall.

Sadar betul sudah tidak ada lagi kesempatan, para pesaing beberapa kali mencoba melakukan manuver. Namun Roglic tak pernah goyah. Pasukan Movistar maupun Astana cukup agresif mencoba merontokkan Roglic. Tapi sang pemimpin GC tak pernah copot.

Hanya attack agresif dari Tadej Pogacar (UAE Team Emirates) yang berhasil, melepaskan pembalap 20 tahun itu dari peloton saat lomba masih tersisa 40-an km. Tapi Roglic tidak khawatir karena Pogacar lebih mengejar posisi podium.

Bahkan, attack Pogacar ini lebih menolong Roglic sebagai sesama pembalap Slovenia. Attack Pogacar ini memaksa barisan Movistar dan Astana untuk melaju di depan peloton, sementara Roglic “duduk” tenang menempel segala gerak-gerik Alejandro Valverde dan Nairo Quintana (Movistar) atau Miguel Angel Lopez (Astana).

Pada akhirnya, Pogacar meraih kemenangan di etape panjang ini. Kemenangan ketiganya di La Vuelta 2019. Dia finis begitu meyakinkan, sehingga mampu naik peringkat di GC. Dia melompat ke urutan tiga, memastikan ada dua pembalap Slovenia di podium La Vuelta 2019!

Ini berarti, Pogacar memenuhi “janji” untuk tampil agresif di etape penentuan ini. “Kesabaran adalah kunci. Tapi agresif pada momen yang tepat bisa memberi hasil sempurna,” ucapnya sebelum start Etape 20.

Sebagai bonus, Pogacar juga mengamankan white jersey sebagai pembalap muda terbaik.

Di belakang Pogacar, Valverde memang finis kedua. Tapi upaya ini nyaris tak berarti apa-apa. Tidak mengganggu Roglic, yang finis dengan tenang di urutan lima.

Dengan hasil ini, maka posisi podium akhir La Vuelta 2019 adalah sebagai berikut: Primoz Roglic, Valverde, lalu Pogacar. Asal finis aman di etape penutup, mereka akan berpesta di Kota Madrid, Minggu ini.

Nairo Quintana sendiri melorot ke urutan empat, gagal meraih podium di grand tour terakhirnya bersama Movistar. Tahun depan, dia akan pindah ke tim Prancis Arkea-Samsic. (mainsepeda)

Hasil Etape 20 Vuelta a Espana 2019 (Top Five)

1. Tadej Pogacar (Slovenia) UAE Team Emirates 05:16:40

2. Alejandro Valverde (Spanyol) Movistar + 1:32

3. Rafal Majka (Polandia) Bora-Hansgrohe

4. Hermann Pernsteiner (Austria) Bahrain-Merida

5. Primoz Roglic (Slovenia) Jumbo-Visma + 1:41

General Classification usai 20 dari 21 Etape

1. Primoz Roglic (Slovenia) Jumbo-Visma 80:18:54

2. Alejandro Valverde (Spanyol) Movistar + 2:33

3. Tadej Pogacar (Slovenia) UAE Team Emirates + 2:55

4. Nairo Quintana (Kolombia) Movistar + 3:46

5. Miguel Angel Lopez (Kolombia) Astana + 4:48

Foto : Getty Images

Populer

Tour de Romandie 2026: Dorian Godon Mengalahkan Tadej Pogacar di Etape Pembuka
Tour de Romandie 2026: Menjalani Debut, Pogacar Berubah ke Mode Pemburu GC
Bromo KOM 2026: Kategori Polri/TNI Kini Dibagi Berdasarkan Kelompok Umur
Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Triumvirat di Liege-Bastogne-Liege 2026: Pogacar dalam Kepungan Remco dan Seixas
Main MTB di Bogor, ke Mana Aja?
Tour de Borneo, Turing Lintas Negara Khusus Cyclist Anti-Manja
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal