Pernah berpetualang dengan sepeda mountain bike (MTB) mencari jalur gowes baru di dalam hutan? Bila sepeda dapat dibopong tentu akan memudahkan dalam mencari jalur baru ini.

Outentic, produsen asal Munich, Jerman ini membuat bike backpack. Jadi cyclist bisa membopong sepeda seperti menggunakan tas ransel di punggung. Selain itu, Outentic bisa juga digunakan sebagai tas punggung biasa.

Terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama yang berfungsi sebagai penopang utama yang dilengkapi tali menggantung di pundak juga ikat pinggang. Disebut modul base (dasar).

Di bagian ini ada empat titik bermagnet yang berfungsi sebagai pemegang dua modul lainnya. Modul pertama yaitu tas ransel mempunyai berat 1180 gram dengan volume 8 liter. Dan ada reservoir yang sanggup menampung 2 liter air. Dilengkapi juga dengan jaring untuk membawa helm dan tali untuk mengikat barang lebih besar. Sebagai ransel biasa, tentu ada beberapa kantong ber-resleting.

Modul kedua, ini yang unik. Modul yang khusus berguna untuk membawa sepeda. Berat modul ini adalah 450 gram. Berbentuk kotak aluminium yang mudah dipasangkan ke modul base (dasar).

Dilengkapi dengan dua pengait berbahan plastik dengan karet untuk memegang frame. Posisinya dapat dirubah-rubah sesuai dengan bentuk frame MTB yang ingin dibawa.

Nah, apabila cyclist membopong sepeda dan masih tetap ingin membawa backpack, maka ada empat point yang berfungsi untuk menggantung backpack itu.

Bagaimana dengan tas ini jika ingin bersepeda? Tas ini bisa dicantolkan ke frame sepeda. Outentic bike backpack yang berbahan tahan air, Cordura ini mampu mengangkat beban sepeda hingga 25 kg. Sedangkan mayoritas sepeda MTB high end saat ini memiliki bobot sekitar 15 kg. Jadi masih bisa membawa beberapa perlengkapan gowes. Harganya? Untuk paket lengkap ransel dan modul pembawa sepeda, cukup bayar EURO314 (sekitar 8 jutaan rupiah). (mainsepeda)

Foto: Outentic 

 

Populer

Asian Games 2026: Guo Li Raih Emas Road Race Putri
Khusus Cewek! Ini Tips Taklukkan Nggravel Glenmore 2026 dari Cyclist Pro
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Remco Evenepoel Cetak Sejarah, Juara Dunia ITT Empat Kali Beruntun
Adidas Velosamba: Sepatu Gowes yang Kasual Banget
Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Mathieu van der Poel Tak Yakin Bisa Juara Dunia di Montreal
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability
Giro d'Italia 2026-Etape 1: Paul Magnier Raih Maglia Rosa Pertama