Sepeda Wow di Trek Century Ride Malang
by MainSepeda - January 29, 2019

 

Trek mempunyai banyak genre sepeda mulai dari sepeda MTB, e-bike, city bike, turing, hingga balap profesional. Tapi tiga tipe sepeda road bike Trek yang terkenal adalah Madone, Domane, dan Emonda. 

Ketiganya mempunyai keunggulan berbeda. Madone cocok untuk high speed karena aero bike. Domane cocok untuk turing karena ada teknologi isospeed decoupler yang membantu kenyamanan. Emonda didesain untuk climbing karena bobotnya yang ringan.

Ketiga sepeda Trek ini mendominasi Trek Century Ride Indonesia 4 (TCRI 4) di Malang, 27 Januari lalu. Istimewanya, even ini seperti catwalk bahkan ada beberapa sepeda yang baru turun aspal di TCRI 4 ini.

Baca juga : Keseruan Trek Century Ride Indonesia

Baca juga : Perempuan tangguh penakluk Trek Century Ride

Trek Madone SLR - Firman Candra Perdana (Jakarta)

Istimewa, ini bukan Trek Madone SLR sembarangan. Ini adalah edisi Project One. Warnanya sangat cantik, Trek menyebutnya sebagai Icon Refliptive. Seperti bunglon tapi lebih elegan dan perubahan warna sangat jelas saat dilihat dari sudut berbeda.

Firman memasang grupset Shimano Dura-Ace 9100 Di2 disc brake dipadukan wheelset DTSwiss ERC 1100 dicut. Untuk kokpit, Firman menggunakan integrated handlebar stem bawaan Trek. Ini adalah sepeda Refliptive pertama yang dirakit dan langsung digunakan di TCRI 4.

Bar tape dipasang merek Fabric Knurl. Sadel dipercayakan Prologo Dimension Nack. Dan bottle cage Alpitude Superleggero. “Meskipun ini aero bike, tapi masih sangat mumpuni untuk menaklukkan tanjakan di pantai selatan Malang. Apalagi ada rute yang rolling, wah pas banget untuk Madone,” tutur pengguna size 58 ini bangga.

Trek Emonda SLR – Frans Suryadi (Jakarta)

Frans memilih Trek Emonda SLR untuk menaklukkan rute TCRI 4 ini. “Saya lihat profilnya dan banyak nanjak. Sengaja pilih Emonda sebagai senjata,” tukas Frans.

Grupset dipilih Shimano Dura-Ace 9100 dipadukan dengan wheelset DTSwiss RC28 mon C. Untuk kokpit seperti stem, handlebar dan seatpost semuanya menggunakan FSA.

Lagi-lagi Emonda milik Frans ini istimewa warnanya. Trek menyebutnya full fade cobra blood to viper red. Memang sepintas frame ini warna merah. Tapi apabila diperhatikan ada detil gradasi di bagian bawah.

Trek Fabian Tour Special Edition Madone – Yacob Effrien (Malang)

Menurut pria jangkung anggota RatjoenCC Malang ini, Madone sangat nyaman dan stabil di turunan maupun tikungan. “Saya bukan climber, tapi kalo buat rolling, Madone bisa buat tarung,” buka Yacob yang memilih sadel Fizik ini.

Warna istimewa dipilih Yacob, tema Spartacus nya Fabian Cancellara. “Harus order dulu karena ini Project One,” bilang pengguna grupset Dura-Ace 9150 dengan chainring oval absolute black.

Meringankan beban, dipasang oversized pulley Ceramic Speed. Sekaligus dengan bearing bottom bracket juga produk Ceramic Speed. So pasti, membuat wheelset Enve 4.5 makin laju.

Trek Madone SLR Disc – Ng Martanto (Surabaya)

Madone milik Ng Martanto ini paling ngejreng. Terutama warnanya yang disebut Project One Icon Prismatic Pearl. Apabila terkena sinar matahari langsung maka kerlip-kerlip glitternya sangat mencolok dan perubahan warnanya sangat kelihatan.

Tanto, sapaan akrabnya memasang grupset Dura-Ace Di2 hydrolic disc brake seri R9170. Paduannya adalah wheelset Bontrager Aeolus Pro 5 disc. “Madone ini sangat cocok dengan medan universal seperti even TCRI 4 ini. Ada climbing, ada rolling yang bisa digeber dalam speed tinggi,” tutur Tanto.

Pria pengguna Madone size 50 ini sangat terkesan dengan teknologi Isospeed di Madone ini. “Sepeda aero yang paling nyaman, badan tidak sakit ketika selesai even TCRI,” tutur Tanto. 

Trek Fabian Tour Special Edition Domane – Azrul Ananda (Surabaya)

 

Turing jarak jauh membutuhkan sepeda yang bisa memberi kenyamanan. Karena dengan kenyamanan, bisa membuat kita lebih kencang. Azrul Ananda yang memiliki Madone 9 Trek-Segafredo, Madone SLR 9 disc brake Icon Chrome Pearl, Emonda SLR 9 ini justru menggunakan Domane limited edition bercorak spartacus saat mengikuti TCRI 4 di Malang.

“Memang ini bukan sepeda tipikal climbing tapi sangat nyaman untuk long ride,” tutur pemilik lebih dari 60 buah sepeda high end ini.

Grupset Shimano Dura-Ace 9000 mechanical dilengkapi dengan Stages power meter menggerakkan wheelset Bontrager Aeolus 3. Menambah kenyamanan, Azrul meminang ban Veloflex 28 mm.

           

Trek Emonda SL6 – Veronica Yanti (Jakarta)

Veronica sangat aktif berolahraga. Saat ini dirinya sedang fokus latihan lari. “Tujuan saya adalah triathlon,” tuturnya bangga. Nah, Trek Emonda SL6 ini siap menemani.

Wheelset Vision Metron 40 digerakkan oleh grupset Dura-Ace. Untuk kokpit, Vero mempercayakan pada produk Bontrager dan sadel Astute Miss. “Emonda sangat cocok dibawa ke medan TCRI 4 kemarin. Tidak berat untuk nanjak, tapi flatnya masih dapat karena saya pakai wheelset 40 mm,” tukas perempuan kelahiran 16 Juli ini.

Trek Emonda SLR – Harly Sutopo (Malang)

Sepeda ini sangat eye catching dan saya suka itu,” tutur Harly. Warna sunburst ini memang unik dan mewah karena masuk dalam jajaran Project One. Grupset dipasang Shimano Ultegra Di2 dipadukan wheelset Campagnolo Shamal Mille.

Untuk kokpitnya, anggota RatjoenCC Malang meminang full set dari produk Amerika, Enve mulai dari handlebar, stem, dan seatpost. Sadel Astute dirasa nyaman untuk jarak jauh.

“Emonda ini allround banget. Kemarin di acara TCRI saya tidak kesulitan sama sekali dengan medannya. Emonda membantuku menuntaskan rute ini. cocok sekali untuk daerah pegunungan,” tukas pria kelahiran Malang, 2 Oktober 1985 ini.

(mainsepeda)

 


COMMENTS