Remco Evenepoel meraih gelar juara Eropa nomor elite putra setelah memenangi duel sprint dramatis melawan Giulio Ciccone di Slovenia, Minggu (4/10). Pembalap Belgia itu memastikan kemenangan melalui photo finish setelah terlibat duel lawan wakil Italia tersebut.

Evenepoel menjadi favorit utama sebelum balapan dan mampu membuktikan prediksi tersebut. Namun, kemenangan tidak diraih dengan mudah. Ciccone menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mengikuti serangan Evenepoel ketika balapan menyisakan sekitar 32 kilometer.

Keduanya kemudian bekerja sama memperlebar jarak dari kelompok pengejar hingga memasuki putaran terakhir. Persaingan semakin menegangkan ketika mereka mendekati garis finis.

Ciccone sempat mengambil keuntungan setelah Evenepoel memimpin menuju tikungan terakhir sekitar 300 meter sebelum finis. Pembalap Italia itu mengambil sisi dalam dan membuka sprint lebih dahulu, sehingga tampak berada di posisi terdepan untuk merebut gelar.

Namun, Evenepoel belum menyerah. Ia melancarkan akselerasi terakhir dan melempar sepedanya ke arah garis finis bersamaan dengan Ciccone. Hasilnya begitu ketat sehingga keduanya harus menunggu konfirmasi resmi sebelum pemenang ditentukan.

Evenepoel akhirnya dinyatakan sebagai juara. Ia langsung meluapkan kegembiraan, sedangkan Ciccone harus menerima kekalahan pahit setelah nyaris merebut kemenangan.

"Saya kira saya tidak akan mendapatkannya (kemenangan) lagi, tetapi kemudian saya melihat dia melambat cukup banyak, sekitar 100 meter sebelum finis, dan saya berhasil melewatinya tepat di garis finis," kata Evenepoel.

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Evenepoel. Gelar juara Eropa elite putra melengkapi koleksi jersey juara yang sebelumnya sudah mencakup gelar nasional Belgia dan jersey pelangi juara dunia.

"Saya sangat bahagia dan sangat bangga. Performa ini benar-benar sulit bagi saya setelah kekecewaan di kejuaraan dunia. Saya rasa hal itu lebih banyak bermain di kepala saya daripada yang saya tunjukkan," ujar Evenepoel.

"Jadi, ini merupakan kelegaan besar bisa kembali ke level yang bagus hari ini dan melengkapi koleksi jersey juara saya. Rasanya luar biasa."

Kemenangan Evenepoel juga tidak lepas dari kerja keras tim Belgia sepanjang perlombaan. Para pembalap Belgia mengontrol peloton dan berkali-kali menggagalkan upaya serangan sebelum memberi kesempatan kepada pemimpin mereka untuk bergerak pada fase penentuan.

Evenepoel sebenarnya sempat mengalami masalah dalam serangan pertamanya. Setelah melancarkan akselerasi, ia terlalu cepat melewati sebuah tikungan hingga tergelincir. Ia segera bangkit dan kembali ke rombongan, sebelum kembali menjalankan rencana tim.

Serangan kedua menjadi momen penentu. Sekitar empat kilometer setelah percobaan pertama, Evenepoel kembali menyerang. Kali ini Ciccone mampu merespons dan keduanya berhasil melepaskan diri dari kelompok utama.

Evenepoel kemudian mengambil porsi terbesar dalam menjaga kecepatan di depan. Mereka melewati turunan dan terus membangun keunggulan dari kelompok pengejar yang dipimpin sejumlah pembalap seperti Primož Roglič.

Sementara itu, Italia mengamankan medali perunggu melalui Christian Scaroni. Ia melakukan serangan dari kelompok pengejar ketika balapan menyisakan sekitar 14 kilometer dan mampu mempertahankan posisi hingga finis. Scaroni melintasi garis finis 59 detik setelah Evenepoel dan Ciccone.

Sementara itu, balapan elite putra Kejuaraan Eropa berlangsung sepanjang 196,3 kilometer dengan total tanjakan hampir 2.500 meter. Rute diawali dari Ljubljana sebelum memasuki rangkaian putaran penutup di sekitar Sencur.

Bagian paling menentukan berada di tanjakan Mozjanca. Tanjakan sepanjang 2,1 kilometer tersebut memiliki kemiringan rata-rata 10,3 persen dan menjadi titik utama seleksi peloton. (mainsepeda)

Populer

Nggravel Glenmore 2026 Digeber, 400 Cyclist Taklukkan Unbound-nya Indonesia!
Lance Armstrong Tawarkan Kebaikan untuk Pengkritik Dirinya
Cervelo P5x Lamborghini, Hanya Ada 25 Biji
Selamat Datang Cannondale SuperSix Evo Generasi Ketiga (Eksklusif dari Jerman)
Remco Evenepoel Juara Eropa 2026 Usai Menang Photo Finish
Suspensi Depan Mountain Bike Yang Wow
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Passwordnya: Tidak MeDYC Banget, Sih!
Mathieu van der Poel: Juara Cyclocross, Road, dan MTB
Sepeda-Sepeda untuk Mengenang Dario Pegoretti