BART VREUGDENHIL datang ke lokasi race pack collection Nggravel Glenmore 2026 agak berbeda dengan peserta pada umumnya.
Bawaan di sepedanya lumayan banyak. Tas terpasang di hampir semua sisi sepeda. Dari depan handlebar, bawah sadel, hingga di antara frame. Di atas tas sadel, terikatlah sepasang sneakers berwarna abu-abu. Kok rempong amat?
"Soalnya saya bersepeda dari Jakarta ke sini. Tepatnya backpacker-an," ungkap Bart, pria asal Belanda itu, lantas terkekeh. Semua keperluannya disimpan dalam bike bag. "Di sini ada beberapa helai baju, ada pompa dan perlengkapan reparasi sepeda, di sini toiletries sedikit," katanya, menunjuk ke fungsi setiap tas.
Bergabung di Nggravel Glenmore 2026 bukan sesuatu yang direncanakan sebelum berangkat dari Belanda. Ia memang ingin menjelajahi beberapa negara Asia Tenggara dengan bersepeda. Untuk Indonesia, rute yang ia pilih adalah Jakarta ke Bali.
Lucunya, keputusan Bart untuk singgah di Banyuwangi bermula dari jadwal perjalanan yang lebih cepat dari perkiraannya. Ia sudah tiba di Indonesia sejak tiga setengah pekan yang lalu. Karena memiliki waktu lebih, ia mencari tempat yang cocok untuk tinggal beberapa hari. Sekaligus menjajal jalur gravel dengan sepeda yang dibawanya.
Baca Juga: Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026
Baca Juga: Komunitas Goku Siap Jelajah Glenmore Lalu Berburu Kuliner
Bart Vraugdenhil (tengah) memindai Racemap Nggravel Glenmore 2026 di area RPC, Hall Center IGG, 3 Oktober 2026. Keputusannya ikut event ini lumayan impulsif.
Bart kemudian meminta bantuan Claude AI untuk menentukan pilihan antara Banyuwangi atau Bali sebagai tempat yang cocok untuk bersepeda gravel.
"Claude bilang, pilih Banyuwangi. Lalu ia juga bilang kalau saya mencari rute, ada event bernama Nggravel Glenmore," kata Bart. Rasa penasaran tersebut membuat Bart mencari informasi lebih lanjut mengenai Nggravel Glenmore.
Ia kemudian menemukan bahwa event tersebut digelar tepat pada tanggal ketika dirinya berencana berada di Banyuwangi. Bagi Bart, kebetulan tersebut terasa seperti sebuah pertanda. Tanpa banyak pertimbangan, Bart pun memutuskan untuk memasukkan Nggravel Glenmore ke dalam perjalanan panjangnya di Indonesia.
Meski baru pertama kali mengikuti Nggravel Glenmore, Bart datang dengan target yang cukup tinggi. "Saya tidak tahu level bersepeda di Indonesia, tetapi saya tentu menargetkan untuk bersaing di posisi teratas. Kita lihat apakah itu bisa berhasil besok," tuturnya.
Perjalanan Bart dari Jakarta ke Banyuwangi selama 17 hari. Memang tidak terlalu cepat. Karena, ia menyempatkan diri tinggal lebih lama di sejumlah kota yang dilewatinya. Salah satunya Yogyakarta selama dua hari.
Bart Vraugdenhil menunjukkan bawaan minimalisnya yang menemani dari Belanda sampai ke Banyuwangi. Hanya ada ada beberapa lembar baju dan toiletries.
Baca Juga: 3 Bestie Pencinta Gravel Ingin Nikmati Unbound-nya Indonesia Sambil Ngonten
Baca Juga: Dari RD Hang Sampai Ganti Ban, Bike Check Jadi Penyelamat Sebelum Start Nggravel Glenmore
Bart memang senang backpacking naik sepeda ke berbagai negara. Setelah meninggalkan Indonesia nanti, ia akan melanjutkan perjalanan ke Vietnam. Tapi, jelas keikutsertaan dalam Nggravel Glenmore 2026 menjadi pengalaman berbeda dalam perjalanan Bart menjelajahi Indonesia.
Selama hampir sebulan, ia tidak hanya berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain, tetapi juga menjadikan sepeda sebagai cara utama untuk mengenal tempat-tempat yang dilaluinya.
Banyuwangi pun menjadi salah satu persinggahan yang memberikan pengalaman tersendiri. Selain jalur gravel yang ingin dijajalnya, Bart juga mulai menikmati kuliner lokal selama berada di daerah tersebut. Ia mengaku menyukai pisang goreng dan keripik singkong yang dicicipinya selama berada di Indonesia.
Namun, ada satu hal lain yang secara khusus menarik perhatiannya. "Yang paling saya suka adalah kopi di Indonesia, terutama yang ada di daerah Banyuwangi," kata Bart.
Bagi Bart, perjalanan dengan sepeda bukan sekadar cara untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanan tersebut justru membuka kesempatan untuk menemukan pengalaman-pengalaman yang sebelumnya tidak ada dalam rencana, termasuk sebuah event gravel di Banyuwangi yang ditemukan secara tak terduga. (Mainsepeda)