NGGRAVEL GLENMORE 2026 menarik sejumlah cyclist dari mancanegara untuk bergabung. Di antara nama-nama asing yang telah mendaftar, ada dua cyclist asal Australia dan Jerman yang siap meramaikan persaingan lintasan tanah dan batu di Glenmore, Banyuwangi, pada 4 Oktober mendatang.

Kedua cyclist tersebut adalah Stephen Lane asal Australia dan Kai Besser asal Jerman, yang kini berdomisili di Bali. Bagi keduanya, Nggravel Glenmore 2026 menjadi panggung kompetisi gravel perdana mereka di Indonesia.

Stephen Lane, cyclist tangguh yang berdomisili di Australia, melakukan berbagai persiapan khusus untuk menaklukkan rute Glenmore. Runner-up Bentang Jawa 2026 itu telah meng-upgrade ban sepedanya ke ukuran lebih lebar: 40 mm.

Ia rutin menggenjot pedal di akhir pekan hingga sejauh 150 kilometer. Selain itu Lane merencanakan perjalanan pralomba yang terbilang ekstrem. Ia bakal mengayuh sepedanya langsung dari Bali menuju lokasi perlombaan di Glenmore selama dua hari.

Sebagai ajang uji coba dan adaptasi akhir, ia juga akan melakoni balapan Dirtylands Race seminggu sebelum Nggravel Glenmore.

Baca Juga: Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore

Baca Juga: "Curi Start", 2 Cyclist Gowes Lintas Pulau Menuju Nggravel Glenmore 2026

"Saya selalu bersepeda cukup banyak, jadi tidak terlalu khawatir dengan jaraknya," ungkap Stephen Lane kepada Mainsepeda. "Balapan Dirtylands Race akhir pekan sebelum Nggravel Glenmore akan menjadi tes riil bagi saya untuk melihat sejauh mana kondisi fisik," papar pesepeda berusia 46 tahun tersebut.

Aksi Lane saat mengikuti event Mainsepeda, Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025. 

Mengenai targetnya, Lane ingin mencoba bertahan di rombongan terdepan sesering mungkin. Kendati belum mengetahui peta kekuatan peserta lokal, ia tetap mengincar hasil terbaik.

"Ini adalah balapan gravel pertama saya di Indonesia, jadi saya belum tahu tingkat persaingannya," ungkap Lane. "Namun, berada di barisan depan untuk memperebutkan kemenangan tentu sangat menyenangkan. Secara umum, saya di sini untuk menikmati pengalaman dan bersenang-senang," lanjutnya.

Nama Lane sendiri sudah sangat dikenal di Indonesia. Pamor cyclist yang juga doktor di bidang Sports Science itu merangkak naik usai tampil gila di ajang ultra cycling, Bentang Jawa, pada 2025 lalu. Ia menjuarai kategori Men Solo dan memecahkan rekor sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 3 hari 5 jam 17 menit (77 jam 17 menit) untuk rute sejauh 1.507 km.

Baca Juga: Panduan Lengkap RPC Nggravel Glenmore, Lokasi, Alur, dan Regulasi Peserta

Baca Juga: ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan

Kisah berbeda datang dari Kai Besser. Pesepeda asal Jerman itu menjadikan Nggravel Glenmore 2026 sebagai momentum kembalinya ia ke arena balap sepeda kompetitif. Setelah absen selama 20 tahun. Terakhir kali ia berlaga adalah di ajang balap mountain bike cross-country (MTB XC).

Meski sempat memulihkan diri dari infeksi virus jelang lomba, Besser terus mematangkan persiapannya. Rutinitas latihannya mencakup dua kali bersepeda gravel dan sekali bersepeda jalanan saban pekan di Bali.

Sosok Kai Besser yang akan turun di kategori Gravel Men 45 and Up di Nggravel Glenmore 2026.

Dari sisi teknis, ia melakukan servis menyeluruh pada sepeda serta memasang tempat botol kedua (bottle cage) untuk asupan cairan elektrolit selama balapan.

"Hal utama bagi saya adalah merasakan pengalaman dan tantangan kembali membalap, serta menyentuh garis finish tanpa masalah," ungkap Kai Besser. "Waktu tempuh sekitar empat jam akan sangat cepat, tetapi di bawah lima jam saya rasa sudah cukup baik," lanjut cyclist 54 tahun itu.

Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!

Baca Juga: Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026

Besser yang terbiasa menaklukkan jalur Pegunungan Alpen di Swiss memprediksi rute Glenmore akan menyuguhkan trek tanah lebar yang berdebu dan mulus (dusty highway). Kendati demikian, ia sangat antusias menjajal iklim dan karakter gravel di Indonesia.

Nggravel Glenmore 2026 dirancang menawarkan petualangan bersepeda berkualitas tinggi dengan karakteristik speed gravel. Dengan hamparan rute unik yang memadukan jalanan perkebunan, jalur berbatu, hingga jalur tanah padat di antar perkebunan tebu, ajang ini siap menghadirkan tantangan yang sulit dilupakan.

Kehadiran cyclist internasional seperti Stephen Lane dan Kai Besser menegaskan status Nggravel Glenmore sebagai event sepeda berskala luas yang tak boleh dilewatkan. (Mainsepeda)

Populer

Stephen Lane Siap Lepas Virgin Gravel di Glenmore, Kai Besser Comeback Setelah 20 Tahun
Panduan Lengkap RPC Nggravel Glenmore 2026: Lokasi, Alur, dan Regulasi Peserta
Bikepacking untuk Membuang Kejenuhan Bersepeda
Buat Ngebel KOM 2026, PT KAI Siapkan Kereta Khusus dan Layanan Bagasi Sepeda
Bentang Jawa Lunas
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Cervelo S5 Disc: Pakai Stem Model “V” dan Fork Model “Jepit”
Pogacar Lewatkan Kejuaraan Eropa dan Il Lombardia, Comeback pada 2027
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!