BIASANYA, semakin bertambah usia, sudah mengurangi aktivitas yang lumayan menantang. Namun, itu tidak berlaku bagi tiga cyclist senior yang sudah memastikan diri terjun di Nggravel Glenmore 2026 pada 4 Oktober mendatang. Meski sudah berumur lebih dari 50 tahun, mereka mengaku sangat siap melibas rute gravel di kawasan Kabupaten Banyuwangi tersebut.

Keindahan lanskap Glenmore di Banyuwangi, dengan paduan jalur perbukitan dan perkebunan dengan karakteristik speed gravel menjadi daya tarik utama yang memikat para cyclist dari berbagai daerah dan latar belakang. Termasuk Dianita Sri Wulandari membagikan kisahnya, yang berusia 52 tahun.

Dianita bercerita, perjalanannya di dunia pedal berawal dari komunitas sepeda kantor pada 2017. Komunitas tersebut sempat vakum akibat mutasi personel, dia kadung jatuh cinta. Maka, ketika teman-temannya mulai tak aktif gowes, dia bersepeda terus.

"Malah saya konsisten berolahraga dengan bike to work, ke kantor naik sepeda," ungkap perwira TNI Angkatan Laut yang bertugas di RSPAL dr Ramelan Surabaya tersebut.

Baca Juga: Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: 2 Cyclist Siap Nikmati Jalur ala Unbound Gravel di Nggravel Glenmore 2026

Sedangkan perkenalannya dengan genre gravel bermula sekitar tahun 2022–2023 melalui komunitas GXID. Daya tarik eksplorasi alam dan pengalaman unik di setiap daerah membuat Dianita kian jatuh hati pada lintasan non-aspal. Saking sukanya, Dianita debut di Nggravel Blitar 2026 pada April lalu.

Dianita saat mengikuti Nggravel Blitar 2026 beberapa waktu lalu.

Debut itu lumayan sukses. Dianita berhasil finismeski sempat melewati batas waktu (Cut Off Time/COT). Namun, pengalaman itu justru membuat rasa penasaran dia terhadap karakter trek gravel buatan Mainsepeda makin membuncah.

"Tambah ketagihan dengan gravel. Puas dengan suguhan Gravel Blitar. Sekarang penasaran dengan Gravel Glenmore, terutama alamnya," tutur Dianita perempuan yang menjabat Kasubdet Diklat RSPAL Dr Ramelan tersebut.

Untuk menghadapi Glenmore, Dianita mengandalkan rutinitas gowes harian ke kantor serta menyesuaikan settingan sepedanya sesuai rekomendasi panitia Mainsepeda. Yakni menggunakan ban berukuran 700x40c agar traksi di jalur tanah makin optimal.

Sementara itu, bagi Dedi Achmad Zaelani, Nggravel Glenmore 2026 bukan sekadar panggung kompetisi untuk mengejar podium. Melainkan wadah untuk menikmati momentum sendirian di atas dua roda.

Baca Juga: Semangat Muda di Nggravel Glenmore 2026: Ambisi Podium Adrian dan Misi Debut Edo

Baca Juga: Jersey Nggravel Glenmore Dirilis, Padukan Panorama Perkebunan dan Performa Tinggi 

Menghadapi kategori rute 100 km, pria 61 tahun tersebut secara rutin mengasah fisiknya melalui gowes harian sejauh 15–30 km. Juga long ride 50 km di akhir pekan dengan kombinasi rute aspal dan non-aspal di sekitar Surabaya.

Deni tampak menikmati bersepeda di jalur off-road.

Karena perhelatan ini bersifat unsupported alias tanpa bantuan eksternal, Dedi secara cermat menyiapkan manajemen nutrisi mandiri. Asupan tinggi kalori seperti kurma, pisang, roti, serta tambahan minuman elektrolit menjadi bekal utamanya di dalam bidon.

"Saya ambil jarak 100 km bukan karena ingin podium. Tapi lebih karena ingin menikmati suasana gravel di Banyuwangi dalam jarak yang lebih jauh, dengan pemandangan alam yang lebih banyak," papar Dedi.

Ispirasi semangat Dedi pun terangkum jelas dalam kutipan legenda balap sepeda dunia, Eddy Merckx, yang selalu memotivasinya: "Bersepedalah sebanyak atau sesedikit yang Anda inginkan, selama atau sesingkat yang Anda rasakan. Tapi tetaplah bersepeda."

Di sisi lain, peserta kawakan asal Jakarta, Bambang Hartana, menjadikan Nggravel Glenmore 2026 sebagai wadah untuk menyebarkan pesan positif. Bermodalkan rekam jejak di berbagai ajang gravel dan ketahanan (endurance) seperti East Java Journey (EJJ). Bambang mengaku "ketagihan" melibas jalur gravel Glenmore yang pernah ia lintasi sebagian saat EJJ tahun ini.

BACA JUGA: Nostalgia dan Solidaritas Sejawat, Komunitas BioKA Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026

BACA JUGA: Dari Nanjak ke Off-Road, Langganan KOM Ikut Nggravel Glenmore 2026

Bambang harus rapat online di sela-sela mengikuti EJJ 2026. 

Persiapan matang dilakukan pria 63 tahun tersebut, mulai dari fisik hingga mekanis. Sepeda khusus gravel miliknya disemati ban 700x40c bertapak kasar untuk traksi maksimal, groupset 2x9 speed, hingga penambahan shockbreaker depan demi kenyamanan blusukan.

"Tujuan utama saya ikut race itu untuk memotivasi yang muda-muda. Yang tua aja berani race, apalagi yang muda harus berani," tutur Bambang penuh optimisme.

Saking gilanya bersepeda, saat ini Bambang sedang mengikuti event ultra-cycling sejauh 3.000 Km mengelilingi Pulau Jawa, Race Around Java (RAJ). Sebelumnya, Bambang telah menjajal EJJ 2026 1.500 Km pada Februari lalu. Namun, kesibukan pekerjaan kala itu membuatnya tidak tampil maksimal. Ia harus berhenti beberapa kali untuk rapat online hingga over COT.

Nggravel Glenmore 2026, yang digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang, siap menjadi panggung bagi para penggemar gravel yang ingin menjajal sensasi bersepeda ala Unbound Gravel. Mereka hadir dari berbagai spektrum pegowes gravel, dari muda hingga senior, atlet pro maupun debutan, dan masih banyak lain.

Nah, pendaftaran resmi Nggravel Glenmore, regulasi teknis, dan informasi rute dapat diakses melalui Mainsepeda App. Penyelenggara mengimbau para pesepeda untuk segera melakukan registrasi sebelum kuota peserta terpenuhi. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 20: Landa Menang, Enric Mas di Ambang Juara Overall
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Tanjakan Menuju Telaga Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM Jangan Khawatir!
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Dari Jawa Timur ke Bentang Jawa: EJJ Jadi Tempat Belajar Pegowes Ultra
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!