AJANG sepeda bergengsi, Tour de Surakarta (TdS) 2026, dipastikan kembali menyapa para pencinta olahraga pedal. Event kebanggaan Kota Solo tersebut digelar pada 10 Oktober 2026.

Mengusung konsep utama "dari komunitas untuk komunitas", perhelatan yang digagas oleh Solo Cycling Community (SCC) itu berkomitmen menghadirkan iklim kompetisi yang adil bagi para penghobi murni. Sekaligus menonjolkan keindahan alam serta kekayaan kuliner Solo dan sekitarnya.

Race Director TdS 2026, Yohanes Tekno Wijoyo menjelaskan bahwa TDS dirancang khusus sebagai wadah aktualisasi diri bagi para pesepeda non-profesional.

"Konsep kami selalu sama, yaitu dari komunitas untuk komunitas," kata Yohanes. "Kami mengadakan event ini untuk para penghobi murni yang giat berlatih dan total mempersiapkan sepedanya. Tapi sering kali tersisih jika harus bertanding dengan atlet berlatar belakang profesional," papar pria yang akrab disapa Ko Yoyo itu.

Untuk menjaga asas fair play, penyelenggara menyaring ketat riwayat peserta di kategori usia 30–49 tahun melalui basis data kualifikasi atlet nasional yang tercatat di federasi olahraga balap sepeda Indonesia, ICF.

Baca Juga: Sensasi Speed Gravel yang Memikat Cyclist Menjajal Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Nostalgia dan Solidaritas Sejawat: Komunitas BioKA Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026

"Kami menyaring data pesepeda dari daftar data atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). Pesepeda yang pernah aktif di kancah nasional atau provinsi tidak diperkenankan turun di kelas penghobi 30–49 tahun," jelas Yoyo.

Namun, ia melanjutkan, gebrakan tahun ini ada di kategori 50 Up. "Kategori itu kami buat open. Terbuka untuk siapa saja, termasuk mantan atlet," kata Yohanes.

Selain kategori usia dan reguler, penyelenggara juga menghadirkan kategori khusus TNI-Polri. Hal itu untuk mengakomodasi tingginya animo kompetisi dari personel institusi keamanan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Jadi, total ada enam kategori usia yang akan dipertandingkan di Tour de Surakarta nantinya. Yakni Male 30-39, Male 40-49, Male 50+ (Open), Female 30+, TNI POLRI Under 35, dan TNI POLRI 35+. 

Baca Juga: Keren! Dua Pembalap King Banana Polda Jatim Raih Podium Tour de Bintan 2026

Baca Juga: 3 Hal tentang Nggravel Glenmore 2026, Inilah Panduan Regulasi dan Persiapan Buat Cyclist

Peserta TdS saat melintasi bangunan ikonik di Solo, Masjid Raya Sheikh Zayed.

Selain kategori race, TdS 2026 juga menyiapkan rute bagi para penghobi sepeda yang sekadar ingin menikmati keindahan dan kehangatan kota Solo. Rutenya akan lebih pendek dan tidak ada segmen King of the Mountain (KOM)-nya.

Tour de Surakarta 2026 terbagi dalam dua kategori utama:

- Kategori Reguler : Menempuh jarak sekitar 104–105 kilometer dengan total elevasi (elevation gain) sekitar 1.100 meter.

- Kategori Race (KOM): Menempuh jarak keseluruhan 110 kilometer dengan elevasi mencapai 1.400–1.500 meter. Segmen kompetisi King of the Mountain (KOM) membentang sepanjang 18 kilometer dengan elevasi 800–900 meter.

Pada edisi 2026, titik keberangkatan (start) dan kedatangan (finish) dipusatkan di Balai Kota Surakarta. Rute balap dirancang melintasi berbagai ikon bersejarah Kota Solo. Seperti Keraton Surakarta, Pasar Klewer, rel layang Simpang Joglo, Jembatan Keris, hingga Masjid Sheikh Zayed.

Baca Juga: Sensasi Speed Gravel yang Memikat Cyclist Menjajal Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Nostalgia Jalur Gravel EJJ, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Siap Comeback ke Glenmore

Setelah itu, rute mengarah ke kawasan timur menuju Kabupaten Karanganyar. Di sana, pandangan para peserta akan dimanjakan dengan rute menawan melintasi kawasan hijau perkebunan karet di Ngargoyoso dan kebun teh di Kemuning. Rute itu tak hanya indah. Tapi juga sangat kejam dengan sudut kemiringan mencapai belasan persen.

Keraton Solo akan jadi salah satu destinasi historikal yang akan dilalui peserta TdS. 

"Orang-orang kalau datang ke Solo itu mikirnya pasti cuma kulineran, padahal Solo ini juga Kota Sepeda. Jadi bisa kulineran, bisa sepedaan. Kita ingin mengenalkan itu juga ke teman-teman cyclist lain," kata Yoyo.

Penyelenggaraan TdS 2026 mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surakarta. Dukungan tersebut diwujudkan dengan penyediaan halaman Balai Kota Surakarta sebagai pusat kegiatan. Selain itu, panitia nantinya juga akan mendorong sektor UMKM untuk ikut meramaikan TdS 2026.

"Rute di sini menyajikan perpaduan unik antara perkebunan karet dan kebun teh yang sulit ditemukan di daerah lain. Kami juga menggandeng UMKM kuliner legendaris Solo untuk menyambut para peserta," tutur Yohanes.

Baca Juga: Citra-Tasha Cetak Sejarah, Jadi Pasangan Perempuan Pertama Juara Bentang Jawa Kategori Pair

Baca Juga: Tujuh Pembalap Indonesia Akan Berjuang di Tour de l'Avenir 2026

Pendaftaran TDS 2026 ditutup pada akhir September. Penyelenggara menyediakan total hadiah hingga Rp70 juta yang dialokasikan bagi lima pemenang terbaik di setiap kategori putra dan TNI-Polri. Serta sepuluh peringkat terbaik di kategori putri.

Panitia sudah mulai membuka pintu registrasi peserta sejak 25 Agustus lalu. Biaya pendaftaran berkisar Rp980 ribu per peserta. Namun, sejumlah promo menarik mulai ditawarkan seperti pendaftaran awal (Early Bird) dan paket kolektif komunitas. 

- Voucher Penyerta Edisi Lalu: Potongan biaya pendaftaran sebesar Rp200.000 bagi peserta terdaftar pada edisi terdampak force majeure (berlaku sepanjang masa pendaftaran).

- Promo Early Bird: Potongan Rp200.000 untuk pendaftaran umum yang dilakukan dalam tenggat dua minggu awal hingga 8 September.

- Paket Kolektif Komunitas: Gratis satu pendaftaran untuk setiap pendaftaran kelompok sebanyak 10 peserta. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 6: Pogacar Menang Lagi Meski Sempat Keluar Jalur
Vuelta a Espana 2026-Etape 5: Brennan Menang Lagi, Pogacar Pertahankan Jersey Merah
Dari Nanjak ke Off-Road, 2 Langganan Event KOM Ikut Nggravel Glenmore 2026
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Sensasi Speed Gravel yang Memikat Cyclist Menjajal Nggravel Glenmore 2026
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Citra-Tasha Cetak Sejarah, Jadi Pasangan Perempuan Pertama Juara Bentang Jawa Kategori Pair