Vuelta a Espana 2026-Etape 6: Pogacar Menang Lagi Meski Sempat Keluar Jalur

Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) kembali menunjukkan dominasinya di Vuelta a España 2026 dengan memenangkan etape keenam, Kamis (27/8). Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Pogacar, sekaligus memperlebar dominasinya di klasemen umum (GC).

Pogacar dan Enric Mas (Movistar) menjadi dua pembalap terdepan setelah menaklukkan tanjakan kategori Puerto El Bartolo. Mas menjadi pembalap pertama yang mencapai puncak, sementara Pogacar sempat keluar dari badan jalan dan masuk ke sisi jalan berlumpur ketika menuruni tanjakan.

Beruntung, Pogacar tidak terjatuh dan mampu kembali ke lintasan. Keduanya kemudian bekerja sama hingga kilometer-kilometer terakhir dan menciptakan jarak dari para pesaing klasemen umum lainnya.

Ramses Debruyne dari Alpecin-Premier Tech menjadi pembalap tercepat di antara kelompok pengejar dan finis ketiga. Hasil tersebut membuat Mas naik ke posisi kedua klasemen umum, menggusur Primoz Roglic (Red Bull-Bora-Hansgrohe) ke posisi ketiga.

Sementara itu, Oscar Onley (Netcompany-Ineos) menjadi salah satu pembalap yang paling kehilangan waktu. Ia finis 1 menit 38 detik setelah Pogacar dan turun dari posisi kelima ke posisi ketujuh klasemen umum.

Pogacar mengakui rencana awal timnya sebenarnya tidak mengharuskan mereka mengontrol breakaway sepanjang hari. Namun, karena kelompok pelarian membutuhkan waktu hampir dua jam untuk terbentuk, UAE Team Emirates-XRG akhirnya harus bekerja lebih lama dari perkiraan.

"Kami punya rencana untuk membiarkan breakaway pergi hari ini, tetapi butuh hampir dua jam untuk membentuk breakaway," kata Pogacar dalam wawancara setelah finis.

"Jadi pada akhirnya, kami harus menarik peloton kurang dari setengah etape untuk mengontrolnya. Joao (Almeida) dan Kevin (Vermaerke) melakukan pekerjaan bagus untuk menjaga semuanya tetap bersama. Kemudian saya bisa mengejar kemenangan etape, dengan Pavel (Sivakov), Jay (Vine) dan Pablo (Torres) memimpin di tanjakan dan menyiapkan serangan sempurna untuk saya," lanjutnya.

Pogacar sempat dibuat terkejut oleh serangan Mas di tanjakan terakhir. Pembalap Slovenia itu mengaku tidak mengetahui bahwa Mas sudah mendekati posisinya hingga pembalap Movistar tersebut melintas dengan kecepatan tinggi di puncak Puerto El Bartolo.

"Saya benar-benar terkejut di puncak. Dia melaju melewati saya seperti roket," ujar Pogacar.

"Saya tidak menduganya karena saya mendengar dari radio bahwa saya unggul 40 detik atas pembalap kedua, para pengejar. Tidak ada yang menyebut Enric. Jadi ketika dia melewati saya, saya sedikit terkejut," tambahnya.

Mas kemudian menjadi rekan sekaligus rival Pogacar dalam perjalanan menuju finis. Keduanya bekerja sama menghadapi sekitar 10 kilometer terakhir dengan angin dari arah depan.

Pogacar bahkan mengaku senang memiliki teman di sisinya karena ia sudah kehabisan air.

"Saya yakin dia mengenal turunan itu. Saya hanya senang bisa bersamanya dalam 10 kilometer terakhir menghadapi angin dari depan karena saya tidak punya air," kata Pogacar.

"Senang memiliki teman di sebelah saya. Saya tahu saya bisa mengalahkannya dalam sprint, tetapi saya menghargai dia memberikan komitmen penuh, dan saya juga memberikan komitmen penuh. Chapeau untuknya, ini balapan yang hebat," ujarnya.

Momen Pogacar keluar jalur saat turunan menjadi salah satu kejadian paling menegangkan dalam etape tersebut. Meski kesalahan kecil itu tidak sampai mengubah hasil balapan, kejadian tersebut memperlihatkan besarnya risiko yang diambil Pogacar di lintasan turunan yang teknis.

Setelah kembali ke jalan, Pogacar dan Mas mampu mempertahankan keunggulan hingga finis. Kelompok pengejar yang terdiri dari Roglic, Felix Gall, Richard Carapaz, Debruyne dan Harold Tejada tertinggal sekitar 30 detik.

Onley berada sekitar satu menit di belakang bersama Sepp Kuss dan Mattias Skjelmose.

Memasuki kilometer terakhir, Mas berusaha memaksa Pogacar mengambil posisi terdepan dan memimpin sprint. Namun, strategi tersebut tidak mampu mengubah hasil akhir.

Pogacar masih memiliki tenaga yang jauh lebih besar dan mampu melewati Mas dengan nyaman untuk mengamankan kemenangan ketiganya di Vuelta a España 2026.

Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Pogacar sebagai pemimpin klasemen umum. Ia kini memiliki keunggulan besar atas para rivalnya, sementara persaingan untuk posisi kedua semakin terbuka setelah Mas berhasil menggeser Roglic. (mainsepeda)


COMMENTS