Vuelta a Espana 2026-Etape 4: Pogacar Menang dengan Aksi Solo 50,3 Km!

Tadej Pogacar semakin kokoh di puncak klasemen umum (GC) Vuelta a España 2026 usai melancarkan serangan solo sejauh 50,3 kilometer untuk memenangkan etape keempat di Andorra la Vella, Selasa (25/8).

Kemenangan telak tersebut membuat keunggulan pembalap UAE Team Emirates-XRG itu atas para rivalnya melebar menjadi 3 menit 21 detik.

Pogacar melancarkan serangan pada tanjakan kategori satu Collada de Beixalis, yang merupakan tanjakan kedua dari empat tanjakan dalam etape tersebut. Begitu bergerak, juara dunia itu langsung menciptakan jarak dari peloton dan tidak lagi terkejar hingga garis finis.

Di Andorra la Vella, Pogacar mencatatkan kemenangan dengan keunggulan 2 menit 39 detik atas Jarno Widar (Lotto-Intermarché) yang finis kedua. Sedangkan Felix Gall (Decathlon CMA CGM) menempati posisi ketiga.

Primoz Roglic (Red Bull-Bora-hansgrohe) finis di posisi ketujuh dengan catatan waktu yang sama seperti Widar dan Gall. Hasil tersebut membuat Roglic naik ke posisi kedua klasemen umum, tetapi masih tertinggal jauh dari Pogacar.

Kemenangan ini menjadi kemenangan etape kelima Pogacar di Vuelta a España sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia membuka Vuelta a España 2026 dengan kemenangan pada time trial sejauh 9,4 kilometer.

Pogacar mengakui bahwa dirinya sebenarnya tidak perlu melancarkan serangan dari jarak sejauh itu. Namun, situasi balapan membuatnya mengambil keputusan untuk bergerak ketika persaingan di kelompok favorit mulai memanas.

"Tempo sudah sangat tinggi sejak tanjakan pertama. Kemudian di tanjakan kedua, kami pada dasarnya melaju habis-habisan sejak dari bawah," kata Pogacar usai balapan.

Momen penting terjadi ketika Jay Vine memberi jalan kepada Pogacar untuk berada di belakang pembalap Decathlon. Saat itu, Pogacar menyadari bahwa bertahan di dalam kelompok bersama para kandidat klasemen umum bukan pilihan yang ideal.

"Ketika Jay (Vine) membiarkan saya lewat di belakang pembalap Decathlon, saya berpikir, 'Oke, saya tidak ingin terisolasi melawan semua pembalap GC karena mereka semua akan bermain melawan saya'," ujar Pogacar.

Pogacar kemudian melancarkan serangan di tanjakan Collada de Beixalis. Setelah melihat jarak mulai terbuka, ia memilih terus melaju sendirian dan berharap mampu mempertahankan keunggulan hingga garis finis.

"Saya mencoba menyerang di tanjakan dan kemudian hanya berharap bisa bertahan sampai finis ketika melihat saya bisa membuka jarak. Saya melakukannya. Itu cukup berat, tetapi hari yang indah di luar sana," tutur Pogacar.

Serangan sejauh 50,3 kilometer tersebut menjadi aksi solo terpanjang Pogacar di ajang Grand Tour sekaligus terpanjang ketujuh sepanjang kariernya.

Kemenangan di Andorra membuat Pogacar kini memiliki keunggulan lebih dari tiga menit dalam klasemen umum. Kondisi tersebut memberinya ruang yang jauh lebih besar untuk menghadapi 17 hari balapan berikutnya.

Pogacar mengatakan keunggulan tersebut membuat dirinya bisa menjalani sisa Vuelta a España dengan lebih tenang dan percaya diri.

"Setiap jarak waktu sudah lebih dari cukup, tetapi ini sangat bagus. Ini pasti akan membuat semuanya sedikit kurang menegangkan," kata Pogacar.

Dengan keunggulan 3 menit 21 detik, Pogacar juga mulai membuka kemungkinan mencatat sejarah dengan mempertahankan jersey merah sejak awal hingga akhir Vuelta a España.

Jika berhasil melakukannya, Pogacar akan menjadi pembalap pertama dalam lebih dari tiga dekade yang memimpin Vuelta a España dari etape pertama hingga finis. Pembalap terakhir yang melakukan pencapaian tersebut adalah Tony Rominger pada Vuelta a España 1994.

Namun, Pogacar tetap menyadari bahwa mempertahankan posisi teratas selama sisa balapan bukan perkara mudah. Ia menilai timnya harus terus bekerja keras mengontrol balapan, tetapi siap mengubah strategi jika situasi tidak memungkinkan.

"Kita tidak pernah tahu, tetapi sekarang ini jaraknya bagus. Kami akan memberikan yang terbaik untuk mengontrolnya setiap hari. Tetapi jika situasinya tidak bisa dikontrol, maka kami harus bertarung," ujar Pogacar.

"Ini akan sulit, tetapi kami memiliki tim yang sangat kuat di sini, jadi kami siap," sebutnya. (mainsepeda)


COMMENTS