5 Hal yang Harus Diperhatikan di Vuelta a España 2026, dari Monako hingga Pandera

Vuelta a España 2026 segera dimulai pada Sabtu (22/8) dengan sorotan utama tertuju kepada Tadej Pogacar. Setelah merebut gelar Tour de France untuk kelima kalinya, pembalap UAE Team Emirates-XRG tersebut akan kembali tampil di Vuelta untuk kali pertama sejak 2019.

Kehadiran Pogacar membuat Vuelta a España 2026 menjadi salah satu edisi paling dinanti. Selain berpotensi meraih gelar juara, pembalap asal Slovenia itu juga memiliki peluang melengkapi koleksi gelar Grand Tour setelah sebelumnya menjuarai Tour de France dan Giro d’Italia.

Namun, perjalanan menuju Madrid atau Granada dipastikan tidak sederhana. Rute tahun ini menghadirkan rangkaian tanjakan berat sejak awal hingga menjelang akhir balapan.

Persaingan klasemen umum (GC), debut start di Monako, enam finis tanjakan, hingga kembalinya sejumlah bintang membuat Vuelta 2026 layak menjadi tontonan utama.

Dilansir dari Cyclingweekly, berikut lima hal yang patut dinantikan:

1. Tadej Pogacar, favorit utama Vuelta a España
Sulit membicarakan Vuelta a España 2026 tanpa menyebut Pogacar. Setelah memastikan kemenangan kelima di Tour de France, pembalap UAE Team Emirates-XRG itu akhirnya kembali ke Grand Tour Spanyol.

Pogacar terakhir kali mengikuti Vuelta pada 2019. Saat itu, ia finis ketiga di GC dan memenangkan tiga etape.

Kini, statusnya jauh berbeda. Pogacar datang sebagai salah satu pembalap paling dominan di dunia dan baru saja menambah gelar Tour de France ke dalam koleksinya.

Jika berhasil menjadi juara Vuelta, Pogacar akan melengkapi koleksi tiga gelar Grand Tour. Sebelumnya, Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike) juga berhasil melengkapi koleksi tersebut setelah menjuarai Giro d’Italia tahun ini.

Meski demikian, kemenangan Pogacar tidak otomatis terjamin. Setelah menjalani Tour de France, ia harus menghadapi tantangan fisik selama tiga pekan, termasuk risiko kelelahan, sakit, hari buruk, hingga kecelakaan.

2. Perebutan klasemen umum di belakang Pogacar
Jika Pogacar mampu menunjukkan performa terbaiknya, perhatian akan beralih kepada pertarungan untuk posisi kedua dan podium.

Primoz Roglic menjadi salah satu nama terbesar dalam persaingan tersebut. Pembalap Red Bull-Bora-hansgrohe itu sudah empat kali menjuarai Vuelta a España.

Namun, kondisi Roglic menjadi tanda tanya setelah ia mengalami insiden tertabrak mobil ketika menjalani latihan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi performanya di Spanyol.

Sejumlah nama lain juga siap memanfaatkan situasi.

Oscar Onley dari Netcompany-Ineos diperkirakan menjadi salah satu kandidat kuat. Pembalap Inggris itu memiliki motivasi tambahan setelah tidak dapat tampil di Tour de France akibat cedera.

Richard Carapaz juga layak diperhitungkan. Pembalap EF Education-EasyPost tersebut datang setelah meraih gelar Raja Tanjakan di Tour de France.

Sementara itu, Felix Gall dari Decathlon CMA CGM juga memiliki modal kuat setelah finis kedua di klasemen umum Giro d’Italia.

3. Start spektakuler dari Monako
Vuelta 2026 akan dimulai dari Monako melalui individual time trial sepanjang 9,4 kilometer.

Etape pembuka ini menawarkan kombinasi menarik antara kekuatan dan kemampuan teknis. Para pembalap akan melintasi sejumlah ruas yang terkenal dari sirkuit Formula 1 Monako, termasuk tikungan tajam Mirabeau yang berada di atas kawasan marina.

Lintasan yang teknis membuat spesialis time trial tidak bisa hanya mengandalkan tenaga. Kemampuan mengambil tikungan, pengereman, akselerasi, dan menjaga ritme akan menjadi faktor penting.

Selain itu, Vuelta tahun ini menghadirkan Gran Partida yang tidak biasa.

Setelah etape pembuka di Monako, etape kedua membawa rombongan menuju Manosque di Prancis. Balapan kemudian bergerak ke bagian barat Prancis untuk etape ketiga dari Gruissan menuju Font-Romeu di kawasan Pyrenees.

Setelah itu, peloton akan menghadapi etape di Andorra sebelum akhirnya memasuki Spanyol pada etape kelima.

4. Sierra de la Pandera dan rangkaian tanjakan brutal
Vuelta 2026 menawarkan enam finis di puncak tanjakan. Salah satu yang paling dinanti adalah Sierra de la Pandera pada etape ke-14.

Tanjakan ini memiliki panjang 11,8 kilometer dengan kemiringan rata-rata 7,2 persen dan mencapai ketinggian 1.820 meter.

Angka tersebut sudah cukup berat, tetapi karakter tanjakannya membuat Sierra de la Pandera semakin menantang. Sejumlah bagian memiliki kemiringan dua digit yang dapat memaksa pembalap melakukan seleksi besar-besaran.

Sierra de la Pandera bukan nama baru dalam sejarah Vuelta. Tanjakan ini pernah menjadi lokasi kemenangan sejumlah pembalap, termasuk Rafał Majka dan Richard Carapaz pada 2022.

Namun, tantangan terbesar mungkin baru datang pada etape ke-20.

Collado del Alguacil menjadi finis tanjakan terakhir Vuelta 2026. Tanjakan kategori Hors Catégorie itu memiliki panjang 8,4 kilometer dengan kemiringan rata-rata mencapai 9,4 persen.

Yang membuatnya semakin brutal adalah posisinya sebagai tanjakan terakhir pada etape yang juga memiliki empat tanjakan kategori satu. Dengan klasemen umum masih bisa berubah hingga hari terakhir, Collado del Alguacil berpotensi menjadi lokasi penentuan gelar Vuelta 2026.

5. Wout van Aert dan misi menuntaskan "unfinished business"
Wout van Aert akan menjadi salah satu pembalap yang menarik perhatian sepanjang Vuelta 2026.

Pembalap Visma-Lease a Bike tersebut kembali ke kompetisi setelah mengalami kecelakaan yang membuatnya harus mengakhiri partisipasi di Tour Auvergne-Rhône-Alpes pada Juni.

Van Aert kemudian kembali berlomba di Tour of Denmark dan langsung menunjukkan performa impresif. Ia memenangi tiga dari lima etape sekaligus mengamankan klasifikasi poin.

Kini, panggung Vuelta menjadi kesempatan bagi Van Aert untuk kembali bersinar di Grand Tour.

Ia memiliki kenangan pahit dari penampilan terakhirnya di Vuelta. Pada edisi tersebut, Van Aert memenangi tiga etape sebelum mengalami kecelakaan dan harus mengakhiri balapan pada etape ke-16.

Karena itu, pembalap Belgia tersebut menyebut Vuelta sebagai "unfinished business".

Van Aert bahkan membuka kemungkinan mencoba merebut jersey merah pada awal balapan. Namun, perebutan klasemen umum bukan target utamanya.

Dengan kemampuan sprint, tanjakan, time trial, dan balapan klasik yang komplet, Van Aert tetap bisa menjadi salah satu pembalap paling berbahaya di berbagai medan. (mainsepeda)


COMMENTS