Jasper Philipsen (Alpecin-Premier Tech) tampil dominan untuk memenangi etape kedua Renewi Tour 2026 di Ardooie, Kamis (20/8). Ia melesat dalam sprint massal yang berlangsung kacau dan sekaligus mengambil alih jersey pemimpin klasemen umum (GC).
Philipsen memanfaatkan situasi di kilometer-kilometer terakhir untuk membuka keunggulan besar atas para rivalnya. Joshua Giddings (Lotto-Intermarché) secara mengejutkan finis kedua. Sementara Soren Waerenskjold (Uno-X Mobility) menempati posisi ketiga.
Kemenangan tersebut membuat Philipsen menggusur Jonathan Milan (Lidl-Trek) dari puncak GC. Milan terlibat dalam kecelakaan besar ketika balapan masih menyisakan lebih dari 60 kilometer dan akhirnya finis beberapa menit setelah rombongan utama.
Etape kedua memang berlangsung penuh kekacauan. Sejumlah sprinter unggulan kehilangan posisi dalam rangkaian insiden yang terjadi menjelang finis.
Decathlon CMA CGM sempat menguasai bagian depan dan membangun lead-out yang kuat. Namun, Olav Kooij tidak berada di belakang rekan-rekan setimnya ketika sprint memasuki fase penentuan.
Tim Merlier (Soudal-QuickStep) juga mengalami masalah. Pembalap Belgia tersebut diduga mengalami kendala pada sistem perpindahan gigi sebelum kemudian bersenggolan dengan pembalap lain.
Di tengah kekacauan tersebut, Philipsen justru menemukan ruang terbaik di bagian depan. Ia kemudian mengeluarkan tenaga maksimal dan melesat menuju garis finis tanpa mampu dikejar para rival.
"Balapan berlangsung sangat kacau sepanjang hari, dengan potensi terbentuknya echelons. Namun, tim mampu mengatur posisi saya dengan baik dan kami bisa melakukan sprint dengan bagus. Saya bisa menentukan waktu sprint dengan sempurna," kata Philipsen.
Kemenangan di Ardooie memiliki arti khusus bagi Philipsen. Ini merupakan kemenangan ketiganya di kota tersebut dalam rangkaian Renewi Tour sepanjang kariernya.
"Selalu menyenangkan ketika persaingan sangat tinggi karena itu bagus untuk kepercayaan diri. Sangat sulit memenangkan etape dengan begitu banyak sprinter kuat di sini, jadi saya senang bisa menang hari ini," ujarnya.
Etape kedua diwarnai tantangan angin silang atau crosswind yang berpotensi memecah peloton. Rute finis di sekitar Ardooie harus dilalui sebanyak lima putaran, di mana setiap putaran menghadirkan potensi terbentuknya kelompok-kelompok kecil akibat echelons.
Kondisi tersebut membuat tensi balapan meningkat. Para tim sprinter berusaha menjaga posisi pembalap utama mereka agar tidak terjebak dalam kelompok yang tertinggal.
Namun, persaingan akhirnya kembali mengarah pada sprint massal, dan Philipsen menjadi pembalap yang paling mampu memanfaatkan situasi tersebut.
Philipsen tetap berada di posisi yang aman hingga memasuki fase akhir. Alpecin-Premier Tech berhasil menempatkan rider asal Belgia itu dalam posisi ideal sebelum sprint dimulai.
Begitu jalan terbuka, Philipsen langsung melancarkan akselerasi. Giddings mencoba mengejar dari sisi kanan jalan dan berhasil mengamankan posisi kedua, tetapi jaraknya dengan sang pemenang tetap cukup jauh. Waerenskjold kemudian finis ketiga untuk melengkapi podium etape kedua. (mainsepeda)