Pogacar Siap Dominasi Vuelta a España 2026, UAE Ungkap Kunci Persiapannya

Tadej Pogacar memasuki Vuelta a España 2026 dengan ambisi besar untuk melengkapi koleksi gelar Grand Tour. Setelah lima kali menjuarai Tour de France dan sekali memenangkan Giro d'Italia, pembalap Slovenia tersebut kini memiliki satu target utama yang belum tercapai: menjadi juara Vuelta a España.

Namun, UAE Team Emirates-XRG mengingatkan bahwa kemenangan di Spanyol tak akan datang dengan mudah. Vuelta a España 2026 disebut sebagai salah satu edisi paling berat dalam sejarah, dengan total tanjakan lebih dari 58.000 meter.

Jeroen Swart kepala performa UAE Team Emirates-XRG mengatakan, faktor terpenting bagi Pogacar bukan sekadar kondisi fisik, melainkan motivasi untuk tetap bertarung setelah melewati musim panjang.

"Persiapan fisiknya difokuskan untuk Juli, sebagaimana seharusnya. Dalam hal itu, Vuelta datang sebagai tambahan," kata Swart kepada Cyclingnews.

"Kalender balap memang dirancang untuk memberikan kesegaran mental sehingga dia mampu menjalani Vuelta jika memutuskan benar-benar ingin melakukannya setelah menyelesaikan Tour," imbuhnya.

Menurut Swart, jadwal Pogacar sepanjang musim sengaja disusun agar tidak terlalu menguras mental. Strategi ini memungkinkan sang pembalap tetap memiliki keinginan untuk berkompetisi ketika memasuki bagian akhir musim.

"Kalender jelas memperhitungkan kemungkinan mengikuti Vuelta dan sengaja dibuat tidak terlalu berat agar dia tetap segar secara mental dan tertarik untuk berkompetisi," ujarnya.

Motivasi menjadi faktor penting karena Pogacar sudah menjalani musim yang sangat panjang. Ia kembali menyamai rekor lima gelar Tour de France dan memiliki sejumlah kemenangan besar lain dalam beberapa musim terakhir.

Vuelta a España menjadi salah satu tantangan terbesar yang tersisa dalam kariernya. Pogacar terakhir kali mengikuti balapan tersebut pada 2019, ketika masih berusia 20 tahun.

Jika berhasil menjadi juara di Spanyol, Pogacar akan melengkapi koleksi tiga gelar Grand Tour sekaligus meraih apa yang dikenal sebagai triple crown Grand Tour.

Swart menilai ada sejumlah alasan yang membuat Pogacar sangat termotivasi untuk tampil. Selain belum pernah menjuarai Vuelta, karakter kompetitif sang pembalap juga menjadi faktor utama.

Ketika ditanya apakah keinginan memenangkan Vuelta, peluang meraih triple crown, serta sifat kompetitif Pogačar menjadi motivasi, Swart menjawab singkat, "Semua yang Anda sebutkan."

Start Vuelta a España 2026 di Monaco juga memberikan keuntungan tersendiri. Monaco merupakan tempat Pogacar tinggal selama musim kompetisi. Meski Swart mengatakan hal itu bukan faktor yang menentukan keputusan Pogacar, ia mengakui lokasi start tersebut tetap membantu.

Persiapan setelah Tour de France juga dilakukan dengan pendekatan berbeda dibandingkan saat Pogacar menjalani Giro d'Italia dan Tour de France secara beruntun pada 2024.

Setelah finis di Paris pada 19 Juli dan menuju start Vuelta di Monaco pada 22 Agustus, fokus utama Pogacar adalah memulihkan kondisi dan mempertahankan kebugaran.

UAE tidak memasukkan training camp di ketinggian dalam persiapan kali ini.

"Tidak banyak waktu, jadi tidak banyak yang bisa dilakukan. Semuanya cukup sederhana," ujar Swart. "Namun, kami menghilangkan latihan di ketinggian."

Swart menjelaskan keputusan tersebut juga berkaitan dengan beban mental. Pergi ke kamp latihan ketinggian membutuhkan energi kognitif dan konsentrasi, sesuatu yang dinilai kurang ideal ketika musim sudah memasuki fase akhir.

"Ketika berbicara mengenai transisi dari Giro ke Tour, itu masih awal musim dan ada lebih banyak kesegaran. Pada tahap musim seperti ini, Anda ingin dia memulihkan diri secara mental maupun fisik," katanya.

Vuelta 2026 juga memiliki karakteristik yang sangat menantang. Dengan sejumlah tanjakan berat sejak awal, Pogacar kemungkinan dituntut langsung berada dalam kondisi terbaik.

Etape keempat di Andorra menjadi salah satu ujian awal. Karakter rute ini mengingatkan Swart pada sejumlah Grand Tour yang pernah dijalani Pogacar, saat persaingan klasemen umum (GC) sudah mulai terbentuk sejak pekan pertama.

"Vuelta ini benar-benar penuh tantangan dari awal hingga akhir. Dalam beberapa hal, itu membantu karena persaingan bisa segera menentukan dan keunggulan di klasemen umum dapat dibangun sejak awal," ujar Swart.

Namun, Swart juga mengingatkan bahwa tingkat kesulitan balapan dapat membuat Pogacar harus mengatur tenaga, terutama setelah menyelesaikan Tour de France. "Ini balapan yang berat dan panjang," katanya.

Karena itu, UAE tidak menutup kemungkinan Pogacar bermain lebih konservatif pada paruh kedua Vuelta jika posisi klasemen sudah cukup aman. Strategi ini dapat membantu pembalap Slovenia itu menyimpan tenaga untuk target lain setelah Grand Tour Spanyol.

Salah satu target besar setelah Vuelta adalah Kejuaraan Dunia. Oleh karena itu, cara Pogacar menjalani pekan ketiga Vuelta akan bergantung pada situasi klasemen dan perkembangan balapan.

UAE juga tidak melihat Vuelta sebagai ajang untuk membuktikan kemampuan fisik baru Pogacar. "Tadej sudah membuktikan bahwa dia bisa menjalani dua Grand Tour secara beruntun dengan nyaman," ujar Swart.

Swart juga menilai persaingan Vuelta kemungkinan tidak akan seberat Tour de France. Dengan kondisi itu, Pogacar tidak harus memburu margin kemenangan yang terlalu besar.

"Saya tidak berpikir akan ada sesuatu yang benar-benar mengejutkan. Saya rasa Tadej sudah membuktikan bahwa dia mampu melakukan dua Grand Tour secara beruntun," katanya.

"Daripada mencari sesuatu yang spektakuler, saya pikir ini lebih merupakan persoalan menyelesaikan tugas." (mainsepeda)


COMMENTS