ANIMO bersepeda makin naik daun belakangan ini. Tak sedikit kelompok atau komunitas bersepeda mulai bermunculan dengan keunikannya masing-masing. Salah satunya adalah Jagoan Mama. Kelompok penggila sepeda asal Yogyakarta itu terbentuk dari ketidaksengajaan. Namun kini mulai konsisten meramaikan berbagai ajang sepeda di Indonesia.

Nama Jagoan Mama sebenarnya bukanlah nama komunitas resmi yang dirancang sejak awal. Identitas itu bermula dari nama akun aplikasi Strava milik salah seorang anggotanya. Namun, ketika hendak mendaftar dalam event sepeda skala besar, mereka diminta mengisi asal komunitas.

"Iya, Jagoan Mama itu kebetulan nama Strava saya saja," kata Rifyal Nurha Syifa, anggota Jagoan Mama, ketika dihubungi Mainsepeda. "Terus pas mau berangkat event seperti Bromo KOM atau Ngebel KOM, bingung mau pakai nama apa. Ya sudah pakai Jagoan Mama itu," ujar dia, lantas tertawa.

Kelompok itu awalnya beranggotakan empat pemuda yang semuanya berusia di bawah 29 tahun. Selain Rifyal Nurha Syifa, ada Sindu Ardianto, Saputra Reno, dan Muhammad Ammar. Latar belakang mereka beragam. Mulai dari mahasiswa hingga pekerja.

Baca Juga: Berkat KAI Ngebel KOM, Cyclist Jadi Tahu Ada Telaga Cantik di Ponorogo yang Asyik Buat Bersepeda

Baca Juga: Baru 13 Tahun, Nadira Jadi Peraih Podium Termuda di Ngebel KOM 2026

Keakraban mereka terbangun karena tinggal di satu rumah kos yang sama di Yogyakarta. Ikatan persahabatan yang sudah terjalin sekitar dua tahun tersebut diperkuat oleh hobi yang sama: gowes bersama.

Meski berstatus sebagai penghobi, intensitas latihan mereka terbilang cukup tinggi. Yakni tiga hingga empat kali dalam seminggu. "Kebetulan sepedaan bareng terus. Karena dari dulu sudah akrab, pas event Ngebel dan Bromo sekalian berangkat bareng," tambah Rifyal.

Latihan rutin squad Jagoan Mama cukup bervariasi, mulai dari rute jarak jauh (fondo) hingga latihan kecepatan (peloton). Di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, mereka kerap melahap rute ke arah Borobudur, mengitari kawasan Bantul, hingga berpartisipasi dalam ajang lokal seperti Depok Loop setiap Selasa dan ajang Rise and Race.

Salah satu pengalaman gowes yang paling berkesan bagi mereka adalah saat menggelar gowes bareng (gobar) ke Pacitan, Jawa Timur, dengan menempuh jarak sekitar 140 kilometer.

"Kalo pas acara gobar ke Pacitan itu 140 km, pulangnya naik bus. Kita juga sering fondo dan ikut tarkaman di Jogja biar enak saja pas disebut 'Jagoan Mama sedang memimpin peleton'," canda Rifyal.

Meskipun saat ini belum berencana membuka pendaftaran anggota baru, Jagoan Mama selalu terbuka bagi sesama pencinta sepeda yang ingin gowes bareng menikmati rute-rute menantang di sekitar Yogyakarta. (Mainsepeda)

Populer

Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Finlay Tarling Meninggal dalam Kecelakaan di Volta a Portugal 2026
ADAC Cyclassics Hamburg 2026: Paul Magnier Menang Dramatis di Sprint
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
Bentang Jawa 2025: Memasuki Segmen Ternyaman, Melawan Kebosanan
Preview Bentang Jawa 2025: Para Unggulan Target Finish Rabu Siang
Bentang Jawa 2025: 175 Cyclist Bertolak dari Carita, 6 Peserta DNS
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari