PESONA Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo benar-benar memikat hati 500 pesepeda yang ikut serta di ajang Madiun-Ponorogo KAI Ngebel KOM 2026, Sabtu, 1 Agustus 2026. Event sepeda yang ramah bagi pemula itu menghadirkan banyak tantangan baru dan keunikan rute. Itulah beberapa alasan mengapa KAI Ngebel KOM 2026 menarik hati para cyclist.

Meski baru sekali diselenggarakan, ada sejumlah experience baru yang dirasakan peserta. Bahkan bagi mereka yang sudah sering mengikuti event KOM Mainsepeda. Race Village yang berdiri di tepi Telaga Ngebel rupanya menjadi daya tarik tersendiri.

Suasananya berbeda dengan race village di event Mainsepeda sebelumnya. Pepohonan rindang. Sejuk. Anginnya semilir. Belum lagi pemandangan telaga bagaikan mangkuk air yang membentang luas. Begitu memanjakan mata.

Panggung utama sekaligus podiumnya berdiri megah di tepi telaga. Tidak ada backdrop yang rumit. Panorama telaga menjadi background alami. Ada air mancur yang menambah semarak suasana. Tak heran, para cyclist sepakat menyebut race village KAI Ngebel KOM sebagai salah satu yang terbaik. Mengobati kelelahan pasca menanjak 15 km.

Baca Juga: Ayip Rizal dan Dian Erliyani Raih Lanterne Rouge KAI Ngebel KOM 2026, Tetap Bangga!

Baca Juga: KAI Ngebel KOM Ramah Buat Pemula, Peserta Langsung Nge-Boom

Abdul Soleh, cyclist dari NIB Cycling Team, mengaku kagum dengan suasana race village Telaga Ngebel. Pembalap yang pernah juara back-to-back Bromo KOM Men Elite 2022 dan 2023 itu terpesona dengan keindahan alamnya.


Pemandangan Telaga Ngebel menjadi suguhan utama race village KAI Ngebel KOM 2026. Sebelum penyerahan trofi, cyclist juga dihibur kesenian tradisional Ponorogo. 

"Event Mainsepeda memang tidak pernah gagal. Suasana setelah finis selalu menghadirkan momen baru," puji Abdul Soleh. "Setelah disiksa tanjakan, kita disuguhi pemandangan indah yang tidak semua olahraga bisa berikan," lanjut cyclist asal Bandung itu.

"Apalagi di Ngebel rutenya tidak terlalu tinggi. Jadi pesepeda, baik atlet maupun penghobi, bisa lebih lama menikmati suasana di atas (Telaga Ngebel)," imbuhnya.

Soleh tak menyangka ada telaga yang terletak di ketinggian sekitar 800 MDPL. Biasanya, telaga berada di dataran rendah. Menurutnya, keunikan Telaga Ngebel yang berada di atas ketinggian itu mirip dengan Danau Kembar di Singkarak, Sumatera Barat. "Awalnya saya kira Telaga itu ada di bawah, ternyata di atas. Saya baru tahu Ponorogo punya telaga sebagus ini," katanya.

Selain pemandangan Telaga Ngebel yang memikat, Abdul Soleh juga merasa nyaman dengan udara sejuk di sepanjang rute menuju race village. Itu salah satu alasan yang membuat jalannya balapan terasa lebih ringan.

Baca Juga: Baru 13 Tahun, Nadira Jadi Peraih Podium Termuda KAI Ngebel KOM 2026

Baca Juga: Kategori Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Superseru, Imam Arifin Kalahkan Noufal Setengah Roda!

Tidak ada panas terik yang biasanya menyulitkan pesepeda. Saat Start KOM sekitar pukul 09.00, para peserta bisa segera mencapai puncak dan menikmati segarnya udara di Telaga Ngebel. Kesiapan Mainsepeda menyuguhkan hal-hal baru ini patut diapresiasi.


Arfiana Khairunnisa (tengah) wefie bareng dua rekan dengan latar belakang reog Ponorogo yang sedang "bertempur".

Penyambutan di race village Telaga Ngebel juga berlangsung meriah. Para pesepeda langsung dihibur dengan atraksi Reog Ponorogo. Di sepanjang balapan, juga ada musik DJ, hingga berbagai gimmick yang membuat peserta terhibur.

Suasananya yang sejuk membuat para cyclist bisa berinteraksi dengan leluasa. Menikmati hidangan demi mengembalikan energi sambil melihat panorama Telaga Ngebel yang menawan. "Tempatnya luas, tidak sempit. Peserta bisa berinteraksi dengan teman-teman baru dengan nyaman. Bisa dibilang, Telaga Ngebel sangat recommended," ujarnya.

Kesan positif tentang suasana race village Telaga Ngebel juga diutarakan Ali Agung Sahbana. Jawara Men Elite Dholo KOM 2021 itu menyebut, suasana di Ngebel sangat berbeda dibandingkan event KOM Mainsepeda lainnya. Kalau Bromo dikenal dengan hawa dingin yang menusuk, Telaga Ngebel justru menghadirkan kesejukan yang adem dan nyaman.

Baca Juga: Muda Berbahaya! Fariz dan Kamila Jadi Prince and Princess of the Mountain Ngebel KOM 2026

Baca Juga: Women Elite Ngebel KOM 2026: Maghfirotika Ratu Tanjakan, Crismonita Kram Jelang Finis

Nuansa itu membuat para pesepeda betah berlama-lama di area race village. Tentu saja karena bisa menikmati pemandangan telaga dan merasakan suasana yang lebih santai. Karena itu, Agung menyebut Race Village Telaga Ngebel begitu istimewa. "Suasananya asyik, enak, dan bikin betah. Dari segi panggung juga bagus sekali," ungkapnya.


Para cyclist yang sudah finis dimanjakan aneka hidangan untuk mengembalikan energi. Mereka juga bisa melarisi UMKM yang tersebar di sepanjang race village.

Bagi Agung, ini adalah pengalaman pertama bersepeda ke Telaga Ngebel. Suasanya mirip dengan panorama alam di Pacitan. Indah dan asri. "Dari Madiun memang terasa panas. Tapi begitu sampai atas (Telaga Ngebel), langsung disambut dengan udaranya sejuk, banyak pepohonan, dan tidak terlalu ramai. Balapan jadi menyenangkan," terangnya.

Menurut Ali, Race Village di Telaga Ngebel layak disebut sebagai salah satu yang terbaik. Rute menuju garis finis memang menghadirkan banyak tantangan. Apalagi tanjakan-tanjakan ekstrem yang menguji fisik dan mental para pesepeda.

Namun, semua rasa lelah itu terbayar ketika mereka tiba di kawasan telaga yang sejuk dan menenangkan itu. "Jadi Ngebel KOM ini cocok untuk atlet maupun penghobi. Karena tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Pas di tengah-tengah," ujarnya. (Mainsepeda)

Populer

Setahun Berdiri, Lollipop Cycling Club Makin Rajin Ikut dan Bikin Event Gowes
Bagaimana Merakit Sepeda Weight Weenie alias Super Ringan
Ayip Rizal dan Dian Erliyani Raih Lanterne Rouge KAI Ngebel KOM 2026: Tetap Bangga!
Van Aert Siap Tantang Pogacar dan Evenepoel di Kejuaraan Dunia 2026
Tadej Pogacar Dipastikan Tampil di Vuelta a España 2026
7 Asupan Carbo Loading Khas Madiun yang Wajib Dicoba buat Peserta KAI Ngebel KOM 2026
Tour de Suisse 2026-Etape 2: Gregoire Menang, Pogacar Gagal Mengejar
Main MTB di Bogor, ke Mana Aja?
Cyclist Kategori 21 and Under Debut di KAI Ngebel KOM 2026, Siap Berebut Podium!
Kartini Day Gowes dengan Kebaya