Maxim Van Gils (Red Bull-Bora-Hansgrohe) menandai kebangkitannya dengan cara sempurna. Pembalap Belgia tersebut meraih kemenangan pertamanya musim ini setelah tampil impresif dalam etape enam Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026, Jumat (13/6).
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas periode sulit yang dialaminya sepanjang awal musim. Setelah absen cukup lama akibat cedera serius, Van Gils kembali ke peloton dan langsung menunjukkan kualitasnya dengan menaklukkan etape yang berakhir di puncak Côte de Crest-Voland itu.
Tak hanya meraih kemenangan etape, Red Bull-Bora-Hansgrohe juga pulang dengan hasil maksimal setelah pembalap muda Australia, Luke Tuckwell sukses merebut jersey kuning dari Alex Baudin (EF Education - EasyPost).
Etape pegunungan pertama dalam ajang Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026 berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Tercatat 60 pembalap berhasil membentuk kelompok pelarian besar yang langsung menciptakan jarak signifikan dengan peloton utama.
Van Gils menjadi salah satu nama yang masuk dalam rombongan tersebut. Sebelum balapan dimulai, ia bahkan telah memperkirakan bahwa kelompok breakaway berpeluang besar menentukan hasil etape.
Memasuki kawasan Pegunungan Alpen setelah satu jam pertama yang berlangsung sangat cepat, kelompok terdepan terus memperbesar keunggulan. Berkat kerja keras sejumlah pembalap, selisih waktu mereka mencapai lima menit saat memasuki Côte d'Héry-sur-Ugine.
Pendakian panjang tersebut mulai menyaring para pembalap. Satu per satu peserta kehilangan kontak. Situasi serupa terjadi di peloton utama saat tim-tim unggulan klasemen umum meningkatkan tempo untuk memangkas ketertinggalan.
Persaingan mencapai puncaknya di tanjakan terakhir menuju Côte de Crest-Voland sepanjang 5,9 kilometer dengan gradien rata-rata 7,5 persen.
Van Gils menjadi pembalap pertama yang melancarkan serangan. Upaya awalnya mampu diredam lawan, tetapi akselerasi berikutnya berhasil memecah kelompok terdepan.
Pembalap Belgia itu kemudian bergabung dengan Tobias Halland Johannessen (Uno-X Mobility). Tak lama berselang, Pablo Torres (UAE Team Emirates-XRG) dan Luke Tuckwell juga berhasil menutup jarak sehingga terbentuk kelompok kecil yang memperebutkan kemenangan etape.
Di belakang mereka, pertarungan kandidat juara umum (GC) berlangsung sengit. Paul Seixas (Decathlon CMA CGM) menyerang dari kelompok favorit dan hanya mampu diikuti Isaac del Toro (UAE Team Emirates-XRG) serta Matteo Jorgenson (Visma-Lease a Bike).
Seixas terus meningkatkan tekanan hingga Jorgenson akhirnya tertinggal, sementara Del Toro tetap mampu bertahan.
Namun sorotan utama tetap berada di kelompok terdepan. Ketika peluang Luke Tuckwell untuk merebut jersey kuning semakin besar, ritme tinggi yang dipaksakannya membuat Pablo Torres kehilangan kontak.
Tiga pembalap tersisa kemudian memasuki kilometer terakhir bersama-sama.
Johannessen mencoba membuka sprint lebih dulu, tetapi strategi tersebut justru menguntungkan Van Gils. Dengan akselerasi yang lebih kuat, pembalap Belgia itu berhasil menyalip rival asal Norwegia tersebut sebelum melintasi garis finis sebagai pemenang.
Kemenangan itu menjadi momen emosional bagi Van Gils yang sempat mengalami cedera berat pada balapan Clásica Jaén awal tahun ini. Kecelakaan tersebut membuatnya menderita patah tulang panggul dan patah tulang lengan atas, memaksanya menepi selama beberapa bulan.
Enam bulan setelah insiden tersebut, Van Gils akhirnya kembali ke level terbaiknya dan langsung mengirimkan sinyal kuat menjelang Tour de France 2026.
"Ini bukan musim yang mudah, tetapi saya selalu tetap positif. Saya yakin akan kembali. Untuk bisa membuktikannya dengan kemenangan seperti ini, terasa luar biasa. Kembali ke level ini saja sebenarnya sudah menjadi kemenangan bagi saya," katanya usai lomba.
Ia juga mengaku puas dengan strategi tim yang berjalan sempurna sepanjang etape.
"Saya tidak ingin memasuki sprint dengan kelompok yang terlalu besar karena itu bisa menjadi risiko taktis. Bersama Luke Tuckwell, kami juga berhasil mendapatkan yellojersey kuning. Ini fantastis, rasanya tidak mungkin lebih baik lagi," ujarnya.
Saat ditanya mengenai peluangnya dalam sprint penentuan, Van Gils mengaku percaya diri namun tetap menghormati lawan-lawannya. "Anda tidak boleh meremehkan siapa pun, tetapi saya tahu memiliki peluang yang sangat baik dalam sprint," tegas Van Gils.
Sementara itu, Tuckwell melesat ke puncak GC sekaligus meraih jersey kuning. Pembalap Australia itu kini memimpin dengan keunggulan 1 menit 12 detik atas Bruno Armirail (Visma-Lease a Bike). (mainsepeda)