Perjuangan menuju Bromo KOM 2026 ternyata sudah dimulai bahkan sebelum para peserta mengayuh pedal menuju Wonokitri.

Hal itulah yang dialami rombongan B2CC asal Bali. Demi mengikuti Bromo KOM 2026, mereka harus menghadapi perjalanan panjang yang jauh dari kata mulus. Rombongan yang terdiri dari enam cyclist tersebut tertahan hingga lima jam akibat kemacetan parah di pelabuhan penyeberangan Bali-Jawa.

Akibatnya, mereka baru tiba di Surabaya pukul 20.59 WIB, atau hanya satu menit sebelum Race Pack Collection (RPC) ditutup di Wdnsdy Café, Town Square Surabaya, Jumat (5/6).

Rombongan ini berangkat dari Singaraja pada Jumat pagi pukul 06.30 WITA menggunakan minibus. Dalam kondisi normal, mereka seharusnya sudah tiba di Surabaya sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun rencana tinggal rencana.

Biasanya proses penyeberangan hanya memakan waktu sekitar satu jam. Kali ini mereka harus menghabiskan lebih dari lima jam di kawasan pelabuhan akibat antrean kendaraan yang mengular.

Cyclist senior Erwin Kohar, yang juga bertugas sebagai salah satu Road Captain Bromo KOM 2026, ikut berada dalam rombongan tersebut.

“Salut sama semangat teman-teman yang tetap antusias walaupun capek. Apalagi hampir semuanya berstatus debutan di Bromo KOM,” ujarnya.

Salah satu anggota rombongan, Indra Lesmana, mengaku tidak menyangka akan menghadapi perjalanan seberat itu.

“Saya tidak menyangka bakal semacet itu. Di penyeberangan lama sekali. Jadi ceritanya perjalanan kami ini berangkat saat matahari terbit, ketemu matahari terbenam, tapi belum sampai juga,” ujar peserta kategori Men 40-44 tersebut.

Meski tiba larut malam setelah seharian berada di perjalanan, semangat mereka sama sekali tidak surut.

Tidak terlihat wajah-wajah lelah saat rombongan ini memasuki area RPC. Sebaliknya, mereka tampak antusias mengabadikan momen kedatangan dengan berfoto bersama. Beberapa di antaranya bahkan langsung mengerubungi booth AZA untuk berburu merchandise resmi Bromo KOM.

Menariknya, lima dari enam anggota rombongan tersebut merupakan debutan Bromo KOM.

Pengalaman pertama mereka menuju event yang kerap dijuluki "naik hajinya cyclist" itu langsung diawali dengan perjuangan yang tidak ringan.

“Untuk Bromo KOM ini pertama kali. Jadi sekali mencoba langsung yang berat,” kata Indra sambil tertawa.

Namun justru reputasi Bromo KOM itulah yang membuat mereka rela menempuh perjalanan panjang dari Bali.

Bagi Indra, daya tarik utama event ini bukan hanya tanjakan Wonokitri, tetapi juga nama besar Bromo KOM yang sudah dikenal luas di kalangan pesepeda.

“Saya tertarik karena event ini sudah mendunia. Bahkan di luar negeri dan di Asia, orang-orang tahu Bromo KOM itu apa. Jadi menurut saya, sebagai orang Indonesia wajib mencobanya,” tegasnya.

Setelah berhasil melewati tantangan perjalanan dari Bali menuju Surabaya, fokus mereka kini beralih ke tantangan yang sesungguhnya: menaklukkan tanjakan Wonokitri.

Soal target, Indra memilih realistis. Baginya dan teman-temannya, yang terpenting adalah menikmati pengalaman perdana di salah satu event sepeda paling bergengsi di Indonesia.

“Kalau kami sih having fun saja,” tutupnya.(mainsepeda)

Populer

Tour of Guangxi 2026-Etape 6: Jarno Widar Menang dan Rebut Juara Overall
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Cervelo P5x Lamborghini, Hanya Ada 25 Biji
UCI Batalkan Kejuaraan Dunia Urban Cycling 2026 di Arab Saudi
Persembahan Medali Nggravel Glenmore 2026 untuk Mendiang Sahabat Terbaik
Tour de France 2018: Hanya Sisa Empat Kandidat Juara?
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Tour de Surakarta 2026 Comeback, Pecahkan Rekor Peserta
Tahun Baru, Lutut Baru