Dominasi Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) di awal musim 2026 kian sulit dipatahkan. Pebalap asal Slovenia tersebut kembali memamerkan ketangguhan taktik dan kekuatan sprintnya dengan memenangi etape 2 Tour de Romandie, Kamis (30/4).

Menempuh rute 173,1 kilometer dari Rue menuju Vucherens, kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Pogacar dalam dua hari beruntun, sekaligus memperkokoh posisinya di puncak klasemen umum (GC). Dengan hasil ini, Pogacar tercatat telah memenangi enam dari delapan balapan yang ia lalui di kalender kompetisi tahun ini.

Aksi impresif Pogacar kian mengagumkan karena keberhasilannya mengalahkan kompetitornya di momen sprint ketat. Hal ini membuat pembalap asal Slovenia ini semakin memantabkan diri sebagai pembalap versatile terbaik dunia. Hebat di adu kecepatan, tak terkalahkan di segmen tanjakan. 

Baca Juga: Tour de Romandie 2026-Etape 1: Pogacar Rebut Jersey Kuning Lewat Aksi Sprint Langka

Etape 2 yang menyuguhkan elevasi total lebih dari 3.000 meter ini menjadi panggung ujian bagi ketenangan Pogacar. Meski sempat terisolasi tanpa bantuan rekan setim di fase krusial setelah Vegard Stake Laengen tercecer, peraih dua gelar Tour de France itu tetap tenang menghadapi gelombang serangan di tanjakan terakhir Vulliens. Ineos Grenadiers yang mengendalikan balapan hampir sepanjang hari untuk mendukung jagoan mereka, Dorian Godon. Namun, memasuki segmen penutup, Red Bull-Bora-Hansgrohe berhasil mengambil alih ritme hingga membuat Godon kesulitan di tanjakan.

Tak tinggal diam, Pogacar pun secara reaktif menutup setiap celah serangan yang dilancarkan Florian Lipowitz (Red Bull). Kematangan taktiknya terlihat saat ia membiarkan lawan-lawannya memimpin di sisa kilometer terakhir yang didominasi angin depan (headwind).

Memasuki meter-meter terakhir, Dorian Godon yang berhasil kembali ke kelompok depan langsung meluncurkan sprint agresif. Namun, Pogacar yang menempel ketat di belakangnya berhasil melakukan slingshot usai melaju melampaui Godon dan Finn Fisher-Black dari sisi kanan jalan. Aksinya ini berjalan mulus hingga lajunya gagal diantisipasi lawan-lawannya. Pogacar pun memenangi balapan, sementara Godon dipaksa terpaksa duduk sebagai runner up. Sedangkan, Fisher-Black di posisi ketiga. 

"Saya tahu sprint akan berjalan berat karena rintangan tanjakan sebelumnya. Untuk sprint kali ini, angin berembus dari depan dan jalurnya cukup menurun, jadi saya sadar tidak boleh berada di posisi paling depan terlalu dini," ujar Pogacar usai finis.

Baca Juga: Bromo KOM 2026: Kategori Polri/TNI Kini Dibagi Berdasarkan Kelompok Umur

Pogacar menyentuh garis finis sembari memberikan gestur tanda damai (peace sign), sebuah perayaan yang atas dua kemenangan beruntunnya. "Tanjakan terakhir memang tidak membuat perbedaan selisih waktu yang besar, tapi itu sangat terasa di kaki. Jika Anda melewati batas (kelelahan), akan sulit untuk melakukan sprint yang baik. Beruntung, bagi saya semua terkendali," tambahnya.

Kemenangan ini memberikan tambahan bonus 10 detik bagi Pogacar, yang membuatnya kian nyaman di klasemen umum (GC). Ia kini unggul 17 detik dari Lipowitz dan 26 detik atas Lenny Martinez (Bahrain-Victorious) dalam perebutan gelar juara umum. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 20: Landa Menang, Enric Mas di Ambang Juara Overall
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Tanjakan Menuju Telaga Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM Jangan Khawatir!
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Evenepoel Juara Grand Prix Cycliste de Québec Usai Kalahkan Ciccone
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Tahun Lalu Gagal Ikut, Nahrudin Siap Rasakan Perihnya Tanjakan Erek-Erek
Dari Jawa Timur ke Bentang Jawa: EJJ Jadi Tempat Belajar Pegowes Ultra
ICT Tuntaskan 1.194 Km Keliling Taiwan
Adidas Velosamba: Sepatu Gowes yang Kasual Banget