Misi gila yang ada di benak Tadej Pogacar saat ini adalah menyapu bersih lima balapan paling bergensi, tertua, dan tersulit di dunia: Monument Classic. Rekor sejarah yang belum pernah dipecahkan siapa pun, termasuk legenda hidup Eddy Merckx sekali pun. Pogacar mengawalinya dengan sempurna setelah mengunci gelar juara Tour of Flanders (Ronde van Vlaanderen) pada Minggu, 5 April 2026. 

Kemenangan ini jadi gelar kedua Pogi, sapaan Pogacar, dari lima daftar balapan monument classic usai memenangi Milan-San Remo akhir Maret lalu. Bintang asal Slovenia itu rencananya akan melanjutkan misi gilanya tersebut dengan berpartisipasi di Paris-Roubaix (12 April) dan Liege-Bastogne-Liege (26 April). Sementara itu, balapan monument classic terakhir, yakni Il Lombardia yang digelar 10 Oktober 2026, keikutsertaan Pogacar belum terkonfirmasi. 

Pogacar sekali lagi tampil luar biasa di jalur ikonik Flanders di Belgia. Ia berhasil menegaskan dominasinya dari rival abadi Mathieu van der Poel (Alpecin-Premier Tech) yang finish di posisi kedua, serta Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) di tempat ketiga.

Baca Juga: Pogacar: Hanya Kurang Paris-Roubaix

Perlombaan mulai meledak ketika Pogacar dan timnya, UAE Team Emirates-XRG, meningkatkan tempo balapan secara drastis ketika menyisakan 100 kilometer. Strategi agresif ini terbukti efektif memecah peloton.

Pertarungan Pogacar melawan Van der Poel.

Pogacar lantas melancarkan serangan "mematikan" pada pendakian kedua Oude Kwaremont, sekitar 55 km menjelang garis finish. Hanya Van der Poel dan Evenepoel yang mampu merespons akselerasi brutal tersebut. Namun, kegigihan Evenepoel mulai rontok di tanjakan Paterberg yang akhirnya menyisakan duel klasik antara dua penguasa Flanders: Pogacar vs Van der Poel.

Momen penentuan terjadi pada pendakian terakhir di Oude Kwaremont, 17 Km jelang finish. Dengan tenaga yang seolah tak terbatas, Pogacar melepaskan serangan balik yang meruntuhkan mental dan fisik Van der Poel. Sejak saat itu, ia melaju sendirian di depan dan mengunci kemenangan di garis finis Oudenaarde. Hasil ini membuatnya masuk lis pembalap terbanyak yang mengoleksi trofi Tour of Flanders, yakni tiga gelar. 

"Ini adalah balapan yang gila. Sangat berat sejak kilometer yang bahkan saya sendiri sudah lupa kapan dimulainya," ujar Pogacar dengan nada lelah ketika berbicara kepada media usai balapan.

Pogacar membeberkan bahwa strategi utamanya ialah menyingkirkan Remco Evenepoel, bukannya Van der Poel. "Saya tahu daya tahan Remco. Jika ia kembali ke grup di akhir balapan, dia bisa mengalahkan Anda. Saya harus membuat jarak sejak awal, dan itu berhasil," tambahnya.

Performa Pogacar di Belgia ini membuat spekulasi mengenai target menyapu bersih lima gelar Monument (The Monument Slam) dalam satu kalender balap kini bukan lagi sekadar bualan, melainkan realitas nyata yang dapat mengubah sejarah. Ia sebelumnya meraih kemenangan perdananya di Milan-San Remo, balapan yang sejatinya bukanlah 'arena bermain'-nya. 

Dominasinya di Flanders membuat mata dunia kini tertuju pada balapan selanjutnya: Paris-Roubaix, yang akan digelar akhir pekan depan. Kedua balapan memiliki karakteristik yang mirip. Namun, Pogacar belum pernah sekali pun memenangi Paris-Roubaix. 

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Datang dari Jauh Demi Surganya Off-Road

​Balapan berjuluk Neraka di Utara itu dikenal sebagai salah satu one day race terberat di dunia. Terkenal dengan segmen cobblestones-nya yang sangat brutal dengan 30 sektor jalan berbatu. Balapan ini menuntut kekuatan fisik dan keahlian teknis di jalanan non-aspal untuk meminimalisir risiko kerusakan sepeda. Belakangan, Paris-Roubaix selalu dikuasai oleh Van der Poel.

"Sejauh ini semuanya berjalan sempurna. Menjelang Roubaix minggu depan, saya merasa sangat termotivasi dan ingin menikmati tantangan di sana," tutup Pogačar.

Jika mampu menaklukkan Paris-Roubaix, Tadej Pogacar akan selangkah lagi menjadi pembalap pertama dalam sejarah yang mengamankan seluruh lima gelar monument classic dalam satu musim kompetisi. (Mainsepeda) 

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
No. 1 Finis East Java Journey 2024 Kategori 1.500 Km, Zidan Juara Men 39 and Under
Inilah yang Membuat Bentang Jawa 2024 Sangat Berkesan
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
Yusuf Berkibar di Bentang Jawa 2024 Finish dengan Waktu Tercepat